Thursday, October 2, 2014

Cetak Cetak

Silver sulfadiazine**

August 20, 2010 by windhi kresnawati · Leave a Comment 

Sediaan : krim 1%

Hati-hati reaksi alerg iterhadap sulfa dan zat pengawetnya seperti klorheksidin.

Sulfonamide dapat menimbulkan gangguan darah dan kulit, apabila dalam penggunaannya muncul ruam dan terdapat kelainan darah, penggunaan harus segera dihentikan. Leucopenia (penurunan jumlah sel darah putih) dapat muncul pada pemakaian sulfadiazine pada pasien dengan luka bakar, 2-3 hari setelah pemakaian, dan akan sembuh sendiri sehingga tidak perlu dihentikan pemakaiannya, namun demikian perlu dilakukan pemeriksaan darah tepi untuk memastikan jumlah sel darah putih kembali ke normal. Argyria dapat muncul pada pemakaian yang mencakup kulit yang luas atau dalam jangka waktu lama.

Catatan : WHO membatasi penggunaannya hanya untuk usia diatas 2 bulan.

Indikasi : pencegahan da npengobata ninfeksi pada luka bakar.

Kontraindikasi : alergi terhadap sulfa, kehamilan, usia di bawah 2 bulan.

Perhatian : hati-hati penggunaan pada pasien dengan gangguan hati dan ginjal, pada luka yang luas  dan pada gangguan G6PD.

Cara pemberian :

Anak diaas 2 bulan : taburkan pada luka dengan teknik  aseptic (menggunakan peralatan yang steril) setiap hari, dapat diberikan lebih sering apabila jumlah exudates cukup banyak, selama risiko infeksi tinggi dan sampai penyembuhan.

Efek samping : nyeri, ruam, rasa panas, gatal. Jarang : kematian  sel kulit, eritema multiformis, pewarnaan kulit akibat penimbunan perak, neutropenia sementara, leucopenia sementara, timbulnya resistensi bakteri, reaksi alergi, argyria, keracunan sulfa.

Interaksi obat:

Apabila digunakan pada daerah yang luas, sulfadiazine dalam darah akan meningkat dan menyebabkan efek terapi sistemik, dan jika ini terjadi  berikut kemungkinan interaksi dengan obat yang lain:

-          Sulfadiazine dapat menimbulkan keursakan ginjal, hindari pemberian obat-obata nyang berpotensi merusak ginjal.

-          Sulfadiazine bertentangan dengan asam folat dan dapat mempengaruhi sumsum tulang, hindari pemakaian bersamaan dengan obat lain yang termasuk folat antagonis seperti pirimetamin.

-          Siklosporin : sulfadiazine dapat menurunkan kadar dan keefektivitasan siklosporin, perlu dilakukan pemantauan terhadap kadar siklosporin dalam darah da npenyesuaian dosis bila perlu.

-          Hexamine hipurat : hexamine memerlukan keasaman urin yang tinggi (pH yang rendah) untuk meningkatkan efektivitasnya,  penggunaan bersamaan dengan sulfonamide meningkatkan risiko terjadinya kristarulia karena sukar larut pada larutan asam, hindari kombinasi dengan obat ini.

-          Phenitoin : sulfadiazine menghambat metabolism phenitoin, sehingga meningkatkan kadar  phenytoin dalam darah dan meningkatkan efek samping, perlu pemantauan ketat efek samping fenitoin, turunkan dosis fenitoin bila perlu.

Catatan : beberapa sediaan mengandung klorhexidin 0.2%. oleskan dengan sarung tangan atau spatula dengan ketebalan kira-kira 3-5 mm.  klorhexidin  diinaktifkan dengan sabun,  jangan digunakan bersamaan. Silver sulfadiazine dapat menonaktifkan enzym-enzym yang dapat merusak jaringan.  Kadar sulfadiazine dalam darah dapat meningkat pada penggunaan yang luas sehingga dapat menimbulkan efek sistemik sulfonamide dan interaksi obat yang sesuai dengan sulfonamide.

Share on Facebook


*