Tuesday, September 2, 2014

Cetak Cetak

Ranitidin

August 22, 2010 by windhi kresnawati · Leave a Comment 

(Ranitidine, Zantac,Hexer)

Indikasi: tukak lambung dan duonenum, gastro-esophageal reflux disease (GERD), dan kondisi lain dimana dibutuhkan pengurangan asam lambung.

Kontra Indikasi: Porfiria

Perhatian: Pengunaan pada ibu hamil dan menyusui harus atas petunjuk dokter.

Dosis:

  • Tukak lambung dan duodenum

Per oral:

-          Dewasa : 150 mg 2x sehari

atau 300 mg malam hari selama 4-8 minggu (s.d 6 minggu untuk dyspepsia kronik dan s.d 8 minggu untuk tukak karena NSAID). 300 mg dapat diberikan 2x sehari selama 4 minggu pertama.

-          Anak: 2-4 mg/kg, 2x sehari (maksimal 300 mg sehari)

  • Tukak lambung dan duodenum, GERD

Injeksi intramuscular:  dewasa, 50 mg tiap 6-8 jam

Injeksi intravena perlahan: dewasa, 50 mg diencerkan menjadi 20 ml dan diberikan minimal selama 2 menit (dapat diulang dalam 6-8 jam)

Injeksi intravena: dewasa, 25 mg/jam selama 2 jam (dapat diulang dalam 6-8 jam)

  • Profilaksis terhadap tukak akibat obat antiinflamasi non steroid (NSAID)

Per oral, dewasa: 300 mg, 2x sehari

  • GERD

Per oral, dewasa:

150 mg 2x sehari, atau

300 mg malam hari selama 8-12 minggu; pada kasus sedang-berat ditingkatkan menjadi 600 mg sehari (dibagi dalam 2-4 dosis) selamaa 12 minggu.

  • Terapi penyembuhan GERD jangka panjang

Per oral, dewasa: 150 mg 2x sehari

  • Reduksi asam lambung (pencegahan aspirasi asam) dalam obstetric

Per oral, dewasa: 150 mg saat onset persalinan, kemudian tiap 6 jam

  • Prosedur bedah

Intramuscular atau intravena perlahan, dewasa: 50 mg, diberikan 45-60 menit sebelum induksi anestesi atau malam sebelum operasi.

Per oral, dewasa: 150 mg diencerkan menjadi 20 ml, diberikan minimal selama 2 menit; dilanjutkan dengan 125-250 mikrogram/kg/jam melalui tetesan infus.

Interaksi Obat: Ranitidin sebaiknya diminum 2 jam sebelum mengkonsumsi ketokonazol, karena ranitidin dapat mengurangi penyerapan ketokonazol.  Sementara sukralfat sebaiknya diminum 2 jam sebelum ranitidine, karena dapat mengurangi penyerapan ranitidine.

Sediaan:

Injeksi: 25 mg/ml dalam ampul 2 ml

Cairan oral: 75 mg/5 ml

Tablet: 150 mg

Efek Samping: diare dan gangguan pencernaan lainnya, sakit kepala, ruam, rasa lelah, pancreatitis akut, bradikardia, depresi, reaksi hipersensitivitas (demam, nyeri sendi, nyeri otot, reaksi anafilaksis), gangguan penglihatan.

Share on Facebook


*