Saturday, April 25, 2015

Cetak Cetak

Ranitidin

August 22, 2010 by windhi kresnawati · Leave a Comment 

(Ranitidine, Zantac,Hexer)

Indikasi: tukak lambung dan duonenum, gastro-esophageal reflux disease (GERD), dan kondisi lain dimana dibutuhkan pengurangan asam lambung.

Kontra Indikasi: Porfiria

Perhatian: Pengunaan pada ibu hamil dan menyusui harus atas petunjuk dokter.

Dosis:

  • Tukak lambung dan duodenum

Per oral:

-          Dewasa : 150 mg 2x sehari

atau 300 mg malam hari selama 4-8 minggu (s.d 6 minggu untuk dyspepsia kronik dan s.d 8 minggu untuk tukak karena NSAID). 300 mg dapat diberikan 2x sehari selama 4 minggu pertama.

-          Anak: 2-4 mg/kg, 2x sehari (maksimal 300 mg sehari)

  • Tukak lambung dan duodenum, GERD

Injeksi intramuscular:  dewasa, 50 mg tiap 6-8 jam

Injeksi intravena perlahan: dewasa, 50 mg diencerkan menjadi 20 ml dan diberikan minimal selama 2 menit (dapat diulang dalam 6-8 jam)

Injeksi intravena: dewasa, 25 mg/jam selama 2 jam (dapat diulang dalam 6-8 jam)

  • Profilaksis terhadap tukak akibat obat antiinflamasi non steroid (NSAID)

Per oral, dewasa: 300 mg, 2x sehari

  • GERD

Per oral, dewasa:

150 mg 2x sehari, atau

300 mg malam hari selama 8-12 minggu; pada kasus sedang-berat ditingkatkan menjadi 600 mg sehari (dibagi dalam 2-4 dosis) selamaa 12 minggu.

  • Terapi penyembuhan GERD jangka panjang

Per oral, dewasa: 150 mg 2x sehari

  • Reduksi asam lambung (pencegahan aspirasi asam) dalam obstetric

Per oral, dewasa: 150 mg saat onset persalinan, kemudian tiap 6 jam

  • Prosedur bedah

Intramuscular atau intravena perlahan, dewasa: 50 mg, diberikan 45-60 menit sebelum induksi anestesi atau malam sebelum operasi.

Per oral, dewasa: 150 mg diencerkan menjadi 20 ml, diberikan minimal selama 2 menit; dilanjutkan dengan 125-250 mikrogram/kg/jam melalui tetesan infus.

Interaksi Obat: Ranitidin sebaiknya diminum 2 jam sebelum mengkonsumsi ketokonazol, karena ranitidin dapat mengurangi penyerapan ketokonazol.  Sementara sukralfat sebaiknya diminum 2 jam sebelum ranitidine, karena dapat mengurangi penyerapan ranitidine.

Sediaan:

Injeksi: 25 mg/ml dalam ampul 2 ml

Cairan oral: 75 mg/5 ml

Tablet: 150 mg

Efek Samping: diare dan gangguan pencernaan lainnya, sakit kepala, ruam, rasa lelah, pancreatitis akut, bradikardia, depresi, reaksi hipersensitivitas (demam, nyeri sendi, nyeri otot, reaksi anafilaksis), gangguan penglihatan.

Share on Facebook

Comments are closed.