Thursday, April 24, 2014

Cetak Cetak

Clindamycin

November 15, 2010 by windhi kresnawati · 1 Comment 

Klindamisin (albiotin, anerocid, biodasin, clidacor, climadan, clinbercin, clindexcin, clinex, clinidac, clinika, clinium, clinmas, comdasin, dacin, daclin, dalacin C, Ethidan, indanox, lindacyn, linden, mediklin, milorin, niladacin, nufaclind, opiclam, probiotin, prolic, zumatic)

Klindamisin efektif melawan bakteri kokus gram positif seperti golongan streptokokus maupun stafilokokus yang resisten terhadap penisilin. Klindamisin juga efektif terhadap bakteri anaerob seperti Bacteroides fragilis. Klindamisin terkonsentrasi dalam tulang dan dikeluarkan melalui empedu dan urin.

Klindamisin direkomendasikan untuk infeksi sendi dan tulang yang disebabkan oleh staphylococcus serta sepsi intraabdominal. Klindamisin juga digunakan sebagai alternative untuk pengobatan erysipelas atau selulitis yang resisten ataupun alergi terhadap penisilin. Klindamisin digunakan juga untuk MRSA (staphylococcus yang resisten terhadap metisilin) pad bronkiektasis, infeksi tulang dan sendi, serta infeksi kulit dan jaringan lunak lainnya.

Klindamisin sering kali menyebabkan colitis akibat antibiotik. Pasien dianjurkan untuk menghentikan pengobatan bilamana diare terjadi.

Klindamisin tidak dianjurkan sebagai terapi rutin pada infeksi mulut karena dapat menimbulkan bakteri resisten dan dapat bereaksi silang dengan bakteri yang resisten terhadap eritromisin. Namun demikian klindamisin dapat digunakan pada abses gigi yang resisten terhadap penisilin atau metronidazole.

Indikasi : (lihat catatan di atas). Infeksi staphylococcus pada tulang dan sendi, piomiositis, fasciitis (infeksi pada jaringan pembungkus otot), peritonitis, pencegahan endokarditis, penyakit radang panggul (digunakan bersama gentamisin), pneumonia.

Kontraindikasi : diare, hindari penggunaan injeksi yang mengandung benzyl alcohol pada bayi baru lahir, porfiria.

Perhatian : hentikan pemakaian jika muncul diare atau colitis (peradangan usus besar). Turunkan dosis pada pasien dengan gangguan fungsi hati dan pasien dengan gangguan fungsi ginjal. Lakukan monitor pada pemakaian jangka panjang pada bayi baru lahir, anak-anak, lanjut usia, wanita.

Kehamilan : tidak diketahui apakah membahayakan atau tidak.

Menyusui : dalam jumlah yang sangat kecil melalui ASI, namun efek samping tidak bermakna. Pernah dilaporkan 1 kasus diare berdarah pada bayi.

Dosis :

-          Osteomielitis atau peritonitis :

o   Peroral : dewasa 150-300 mg setiap 6 jam, pada infeksi berat dapat dinaikan sampai 450 mg setiap 6 jam. Anak-anak : 3-6 mg/kg setiap 6 jam

o   Melalui suntikan intramuscular dalam atau infus : dewasa 0.6 – 2.7 gram perhari terbagi dalam 2-4 kali pemberian, dapat ditingkatkan sampai 4.8 gram perhari pada infeksi berat yang mengancam nyawa (dosis diatas 600 mg harus diberikan melalui infuse, maksimal dosis satu kali penginfusan adalah 1,2 gram). Bayi baru lahir : 15-20 mg/kg perhari. Anak diatas satu bulan : 15-40 mg/kg perhari terbagi dalam 3-4 kali pemberian, dapat ditingkatkan sampai 300 mg perhari tergantung dari berat badan dan berat ringannya penyakit.

-          Peradangan rongga panggul : melalui infuse, Dewasa : 900 mg setiap 8 jam.

-          Profilaksis endokarditis (pada prosedur medis yang menggunakan bius local atau tanpa pembiusan) : dewasa 600 mg, 1 jam sebelum prosedur.

-          Profilaksis endokarditis (pada prosedur medis yang menggunakan bius umum) melalui infuse : dewasa : 300 mg selama 10 menit, 15 menit sebelum prosedur, diikuti dengan 150 mg 6 jam setelahnya peroral atau infuse.

Sediaan : kapsul 150 mg, injeksi 150 mg/ml

Efek samping : diare (hentikan pengobatan jika muncul diare), mual, muntah, nyeri perut, esofagitis, colitis akibat antibiotik, ruam, gatal, urtikaria, dan dapat menimbulkan reaksi anafilaksis meskipun jarang. Eritema multiforme, dermatitis eksfoliative, jaundice, gangguan fungsi hati, neutropenia, eosinofilia, agranulositosis, trombositopenia, nyeri, abses ditempat penyuntikan, tromboflebitis setelah pemberian melalui infuse.

Interaksi obat :

-          Alcuronium : klindamisin meningkatkan efek pelemas otot.

-          Neostigmine : melawan efek neostigmine

-          Pyridostigmine : melawan efek pyridostigmine

-          Suxamethonium : meningkatkan efek suxamethonium

-          Vecuronium : klindamisin meningkatkan efek pelemas otot

Share on Facebook

Comments

One Response to “Clindamycin”
  1. inda aja says:

    obat clindamycin ini berfungsi sebagai apa2 aja ya..


*