Tuesday, September 2, 2014

Cetak Cetak

Obat antiinflamasi non steroid (Nonsteroidal Anti-Inflammatory Drug-NSAID)

December 31, 2011 by windhi kresnawati · 1 Comment 

Bagaimana NSAID bekerja?
Nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs) menghambat enzim siklooksigenase dalam tubuh kita, enzim tersebut berfugnsi memperoduksi prostaglandin. Prostaglandin menyebabkan munculnya rasa nyeri karena mengiritasi ujung saraf perasa. Prostaglandin juga bagian dari pengatur suhu tubuh. Golongan NSAID dapat mengurangi nyeri dengan turunnya kadar prostaglandin. Efek lain akibat turunnya prostaglandin adalah berkurangnya peradangan, pembengkakan, dan turunnya demam serta mencegah pembekuan darah.
Obat-obat apakah yang tergolong NSAIDs?
• Diklofenak
• Etodolak
• Fenoprofen
• Ibuprofen
• Indometasin
• Asam mefenamat
• Meloxicam
• Nabumetone
• Naproxen
• Oxaprozin
• Piroxicam
Apakah efek samping dari penggunaan NSAID?
Semua jenis obat termasuk NSAID memiliki efek samping, namun tidka semua efek samping dapat muncul. Efek samping yang sering erjadi yaitu: pusing, sakit kepala, mual, diare, perut kembung, sulit buang ari besar, kelemahan otot, mulut kering.
Efek samping serius juga pernah dilaporkan akibat penggunaan NSAID yaitu:
• Reaksi alergi seperti kesulitan bernafas, biduran, pembengkakan bibir, lidah dan wajah.
• Kram otot, rasa baal.
• Peningkatan berat badan yang cepat
• Perdarahan saluran cerna
• Nyeri ulu hati
• Gangguan pendengaran
• Telinga berdengung
• Kuning
• Kram perut
• Gangguan pencernaan
• Gangguan tidur
• Mudah memar atau berdarah
Apakah aman menggunakan NSAID dalam jangka waktu lama?
Penggunaan golongan NSAID dalam jangka waktu lama berisiko terjadinya perdarahan saluran cerna juga berisiko terjadinya seranga njantung atau stroke. Risiko-risko tersebut semakin tinggi jika dosis yang digunakan semakin besar. Pasien yang memerlukan antinyeri dalam waktu yang cukup lama perlu berdiskusi tentang untung ruginya pemakaian NSAID ini.
Written by familydoctor.org editorial staff

Share on Facebook

Comments

One Response to “Obat antiinflamasi non steroid (Nonsteroidal Anti-Inflammatory Drug-NSAID)”
  1. andri effendi says:

    apakah penggunaan turunan steroid testosteron (dalam hal ini trenbolone) dapat memicu perubahan hormon prostaglandin? jika iya, apakah menaikkan atau menurunkan? dan apakah prostaglandin juga yang menyebabkan terjadinya insomnia serta biduran? saya pemakai steroid jenis trenbolone dan saya jadi insomnia, agak demam, dan terakhir kena biduran. terima kasih


*