Thursday, September 18, 2014

Cetak Cetak

Diare-Rotavirus

January 13, 2010 by Anto Lucu · Leave a Comment 

Hampir semua anak pernah terinfeksi rotavirus pada umur 5 tahun. Rotavirus adalah salah satu penyebab paling umum dari diare. Infeksi berat rotavirus (gastroentritis karena rotavirus) merupakan penyebab utama diare berat dengan dehidrasi pada bayi dan anak-anak.

Infeksi rotavirus bertanggungjawab pada lebih dari 3 juta kasus dan 55 ribu kasus yang harus dirawat di rumah sakit pada anak-anak di bawah 5 tahun tiap tahunnya di Amerika Serikat. Walaupun infeksi ini relatif tidak banyak menyebabkan kematian di Amerika, kasus diare yang disebabkan rotavirus menyebabkan lebih dari Ā½ juta kasus kematian di seluruh dunia tiap tahunnya. Hal ini biasanya terjadi di negara-negara berkembang yang kondisi nutrisi dan pelayanan kesehatannya tidak optimal.

Tanda dan Gejala

Anak yang terinfeksi rotavirus menderita demam, mual, dan muntah-muntah yang diikuti dengan kram perut serta diare berair yang sering. Anak juga mungkin akan menderita batuk dan pilek. Namun pada beberapa kasus, infeksi rotavirus hanya menimbulkan beberapa gejala atau bahkan tidak sama sekali, khususnya bila mengenai orang dewasa.

Kadang diare yang disebabkan oleh infeksi rotavirus sangat berat sehingga dapat dengan cepat menyebabkan dehidrasi. Tanda-tanda dehidrasi meliputi: merasa kehausan, rewel, gelisah, sulit dibangunkan, mata cekung, mulut, lidah, dan kulit mengering, jarang buang air kecil, dan popok yang kering selama beberapa jam pada bayi.

Penularan

Di Amerika Serikat, kejadian infeksi rotavirus biasanya terjadi selama musim dingin dan musim semi. Infeksi ini merupakan masalah khas pusat-pusat penitipan anak dan rumah sakit anak karena sangat menular.

Virus menular melalui feses dari orang yang terinfeksi baik sebelum maupun sesudah mereka menunjukkan gejala penyakit. Anak-anak dapat terinfeksi ketika mereka memasukkan jari mereka ke mulut setelah menyentuh sesuatu yang telah terkontaminasi virus. Biasanya hal ini terjadi ketika anak-anak tidak mencuci tangan mereka, khususnya pada saat sebelum makan dan sesudah menggunakan toilet.

Orang yang bekerja dengan anak-anak seperti di pusat pelayanan kesehatan dan penitipan anak dapat menyebarkan virus khususnya ketika mereka tidak mencuci tangan setelah mengganti popok.

Pencegahan

Sekarang The American Academy of Pediatrics (AAP) telah merekomendasikan vaksinasi rotavirus dalam daftar imunisasi rutin yang diberikan pada semua bayi.

Vaksin RotaTeq terbukti dapat mencegah hingga kira-kira 75% kasus infeksi rotavirus dan 98% kasus yang berat. Vaksin lain, Rotarix, juga tersedia dan efektif untuk mencegah infeksi rotavirus.

Vaksin rotavirus yang sebelumnya pernah ada ditarik dari pasaran pada 1999 karena terkait pada meningkatnya risiko intususepsi, sejenis sumbatan/obstruksi usus pada bayi. Baik RotaTeq maupun Rotarix telah terbukti tidak meningkatkan risiko ini.

Sebenarnya sering mencuci tangan adalah cara terbaik untuk mencegah menyebarnya infeksi rotavirus. Anak yang terinfeksi harus tinggal di rumah sampai diare berakhir. Di rumah sakit, penyebaran rotavirus ditatalaksana dengan mengisolasi pasien dan menerapkan aturan cuci tangan yang ketat.

Perawatan Profesional

Bayi atau anak yang kemudian menderita dehidrasi ringan sampai sedang mungkin perlu dirawat di rumah sakit dengan cairan intravena (IV) untuk mengembalikan cairan dan garam tubuh kembali ke batas normal. Kebanyakan anak-anak yang sudah lebih besar cukup dirawat di rumah.

Dokter mungkin akan menguji darah, urin, dan feses anak bila diperlukan untuk memastikan bahwa diare yang sedang diderita disebabkan oleh rotavirus dan bukan oleh bakteri. Dokter juga tidak akan meresepkan antibiotik untuk infeksi rotavirus karena antibiotik tidak dapat bekerja melawan penyakit yang disebabkan oleh virus.

Perawatan di Rumah

Untuk mencegah dehidrasi, ikuti petunjuk dokter mengenai apa yang harus dimakan dan diminum oleh anak Anda. Dokter mungkin akan meminta Anda memberikan minuman khusus untuk mengganti cairan tubuh yang hilang, khususnya bila diare telah terjadi selama lebih dari 2-3 hari.

Secara umum, anak dengan diare ringan yang tidak menderita dehidrasiĀ  harus tetap makan dengan normal tapi harus minum lebih banyak cairan. Hindari jus buah dan soft drink karena dapat membuat diare menjadi lebih parah. Mereka yang menderita dehidrasi ringan sampai sedang harus diberi cairan rehidrasi oral dalam jumlah yang sedikit tapi sering untuk mencegah dan mengatasi dehidrasi dan segera kembali makan secara normal. Anak yang masih minum ASI harus tetap disusui.

Anak yang muntah-muntah akan membutuhkan makan dengan cara sedikit-sedikit tapi sering. Ikuti petunjuk dokter dan hindari memberi anak Anda obat-obatan yang dijual bebas untuk mengatasi muntah atau diare.

Kapan harus menghubungi dokter?

Hubungi dokter jika anak Anda menunjukkan gejala-gejala infeksi rotavirus, termasuk diare berair, demam, mual, muntah. Segera ke dokter jika anak Anda menunjukkan tanda-tanda dehidrasi. (QQ)

Catatan : di Indonesia vaksin rotavirus belum masuk dalam rekomendasi IDAI 2008

http://kidshealth.org/PageManager.jsp?dn=KidsHealth&lic=1&ps=107&cat_id=20048&article_set=22821

Share on Facebook


*