Saturday, October 25, 2014

Cetak Cetak

Radioterapi

December 31, 2012 by windhi kresnawati · Leave a Comment 

Apakah radioterapi (terapi radiasi) itu?

Radioterapi adalah metode yang menggunakan energy radiasi tinggi untuk mengecilkan tumor dan membunuh sel kanker. Radiasi yang digunakan adalah sinar gamma. Sinar gamma dihasikan oleh mesin yang mengandung zat radioaktif. Mesin tersebut dapat diletakkan di luar tubuh dan akan menembakkan sinar gamma kea rah sel kanker yang dituju. Mesin radiasi juga dapat diletakkan langsung dekat sel kanker yang disebut brachytherapy.

Bagaimana caranya sianr radiasi dapat membunuh sel kanker?

Sinar radiasi membunuh sel kanker dengan cara menghancurkan DNA (protein di dalam inti sel yang yang membaw informasi genetic). Kerusakan DNA membuat sel kanker berhenti berkembang biask dan mati.

Apakah sinar radiasi hanya membunuh sel kanker saja?

Tidak, sel-sel normal yang disekitar sel kanker pun akan mengalami efek samping radiasi. Dokter akan menghitung jumlah aman radiasi yang bisa ditanggung oleh tubuh pasien.

Mengapa terapi radiasi diperlukan?

Radioterapi dapat digunakan sebagai terapi tunggal atau kombinasi dengan kemoterapi, pembedahan, atau keduanya. Tujuan pemberian radioterapi adalah untuk pengobatan kanker sampai sembuh, mencegah kekambuhan dan pada kanker stadium lanjut, radioterapi tidka digunakan untuk kesembuhan namun mengurangi penderitaan pasien akibat kanker.

Bagaimana radioterapi direncanakan?

Dokter spesialis radioterapi akan merencanakan sasaran radiasi, jumlah energy yang dibutuhkan. Sebelum radioterapi dilaksanakan pada pasien, dokter akan melakukan simulasi. Dokter memerlukan pemetaan sel kanker yang akurat oleh karena itu letak sel kanker harus benar-benar tergambar  dengan tepat. Pemeriksaan penunjang seperti CT scan, MRI, PET, atau ultrasoundscan diperlukan untuk menentukan letak sel tumor. Lokasi tumor dalam tubuh pasien perlu diberikan tanda baik dengan topeng yang dapat digunakan berulang atau dengan tato. Penandaan tersebut bertujuan untuk menjamin posisi yang sama dan lokasi yang sama pada siklus radiasi selanjutnya. Jarak dari satu radiasi ke radiasi selanjutnya juga harus diperhitungkan karena sel tubuh memerlukan waktu untuk regenerasi, jarak radiasi yang terlalu dekat meningkatkan efek samping.

Jenis radiasi yang diberikan berdasarkan hal-hal sebagai berikut:

-       Jenis kanker

-       Ukuran kanker

-       Lokasi kanker

-       Letak kanker terhadap organ sehat yang penting dalam tubuh

-       Jarak terjauh jangkauan sinar radiasi terhadap bagian tubuh lain

-       Usia pasien dan kondisi klinis lainnya.

Mengapa radioterapi diberikan dalam dosis kecil berkali-kali?

Pasien yang menjalani radioterapi pada umumnya menjalani pengobatan 5 hari seminggu dan diulangi selama beberapa minggu. Pemberian dalam dosis kecil  dan dalam frekuensi yang banyak berdasarkan alasan berikut:

-       Meminimlaisasi kerusakan jaringan yang sehat.

-       Meningkatkan jumlah sel kanker yang mati. Sel kanker paling rentan terhadap radiasi saat dalam fase pembelahan. . Pada saat yang bersamaan tidak semua sel kanker mengalami fase yang sama. Memberikan radiasi dengan frekuensi yang sering memungkinan terbunuhnya sel-sel kanker lebih banyak.

Kapan pasien diberikan radioterapi?

Radioterapi dapat dilakukan sebelum, saat atau sesudah pembedahan. Radioterapi juga dapat diberikan sebagai terapi tunggal. Pemberain radioterapi tergantung dari jenis kanekr dan tujuannya (paliatif atau peneymbuhan). Radioterap iyang diberikan sebelum pembedahan disebut terapi neoadjuvan. Neoadjuvan bertujuan untuk mengecilkan sel tumor sehingga mudah dioperasi. Radiaoterapi yang diberikan bersamaan dengan pembedahan disebut radiasi intraoperatif, hal ini memungkinkan organ-organ penting yang sangat dekat dengan tumor dapat dipisahkan sehingga terhindar dari radiasi. Radioterapi yang diberikan setelah pembedahan disebut adjuvant terapi. Radioterapi sering dikombinasikan dengan dengan kemoterapi untuk meningkatkan efektivitasnya.

Apakah pasien yang menjalani radioterapi mengandung zat radioaktif dalam tubuhnya?

Penyinaran dengan sinar eksternal tidak menyebabkan pasien menjadi radioaktif. Pada metode brachyteraphy saat elemen radiasi ditempelkan pada tumor, saat itu pasien menjadi radioaktif tetapi sesaat setelah alat dilepaskan pasien tidak lagi radioaktif. Setelah brachytherapy, pasien biasanya tinggal di ruang terhindar dari pertemuan dengan orang-orang. Pasein-pasien yang menjalani radioterapi implan (permanent brachytheraphy) menjadi radioaktif untuk beberapa waktu sehingga harus menghindari berdekatan dengan wanita hamil dan anak-anak bahkan sampai beberapa minggu.

Pada pasien yang menjalani radioterapi sistemik (zat radioaktif seperti iondin dimasukan ekdalam pembuluh darah) dapat menjadi radioaktif sampai beberapa minggu. Cairan tubuh pasien dapat mengandung radioaktif seperti ludah, keringat, urin ataupun tinja. Pada saat ini, pasien sebaiknya tidak berkontak dengan anak-anak dan wanita hamil.

Apakah efek samping dari radioterapi?

Radioterapi dapat menimbulkan efek samping cepat (akut) dan lambat (kronik). Efek samping akut terjadi saat dan sesaat setelah radiasi sedangkan efek samping kronik terjadi beberapa bulan bahkan tahun setelah radiasi. Efek samping tergantung dari lokasi tubuh yang diradiasi, total dosis radiasi yang diberikan perhari dan total dosis yang diberikan keseluruhan.

Efek samping akut terjadi akibat kerusakan sel-sel dengan cepat. Efek samping tersebut misalnya iritasi kulit yang menjadi target radiasi, kebotakan, gangguan berkemih, gangguan produksi air liur dan lain lain tergantung dari lokasi penyinaran.

Efek samping akut akan berangsur-angsur hilang setelah radiasi dihentikan meskipun kerusakan kelenjar liur dapat terjadi permanen. Jenis obat tertentu dapat diberikan untuk melindungi organ-organ tersebut selama radiasi yang disebut sebagai radioprotektor. Keluhan umum yang paling sering pada pasien pasca radioterapi adalah rasa capek, lemas dan mual muntah.

Efek samping kronik dapat muncul maupun tidak tergantung dari organ yang diradiasi yaitu fibrosis (sel normal tubuh yang mati digantikan dengan jaringan parut sehingga tidak dapat berfungsi dengan baik dan mengganggu gerakan organ di sekitarnya), kerusakan pada usus yang menyebabkan diare bahkan perdarahan, gangguan daya ingat, kemandulan, dan muncul kanker lain akibat radiasi tersebut. (WK)

Sumber:

Radiation therapy for cancer. National cancer institute. http://www.cancer.gov

Share on Facebook


*