Tuesday, September 2, 2014

Cetak Cetak

Salbutamol

January 16, 2010 by Anto Lucu · Leave a Comment 

salbutamol

(Asmacare, Bronchosal, Brondisal, Fartolin, Hivent nebules, Lasal, Pritasma, Salbron, Salbuven, Suprasma, Ventolin)

Golongan Sediaan Penyakit/indikasi Alasan penggunaan
Antiasma dan obat untuk penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) Inhalasi (aerosol): 100 mikrogram (sulfat) per dosis. Injeksi: 50 mikrogram (sulfat)/ml dalam 5 ml ampul

Cairan oral: 2mg/5 ml

Larutan untuk nebulizer: 5 mg (sulfat)/ml

Tablet: 2 mg; 4 mg (sulfat)

Pengobatan dan profilaksis asama dan kondisi lain yang berhubungan dengan obstruksi jalan napas yang reversibel Perwakilan aginis adrenoreseptor beta2. Terbutalin dan fenoterol dapat sebagai alternatif

Indikasi:

Profilaksis dan pengobatan asma

Kontraindikasi :

Perhatian :

Hipertiroid, insufisiensi miokardial, aritmia, rentan terhadap perpanjangan interval QT, hipertensi, kehamilan (dosis tinggi sebaiknya diberikan melalui inhalasi karena pemberian melalui pembuluh darah dapat mempengaruhi miometrium dan dapat mengakibatkan gangguan jantung); menyusui; diabetes mellitus, terutama pemberian melalui pembuluh darah (pantau kadar gula darah, dilaporkan ketoasidosis)

Kehamilan dan meyusui :

Kehamilan :

  • Untuk asma jika dosis tinggi diperlukan selama kehamilan maka sebaiknya diberikan dengan inhalasi kaerna pemberian intravena dapat mempengaruhi miometrium

Menyusui :

  • Mungkin muncul di ASI; pabrik menyarankan untuk dihindari kecuali manfaat jauh lebih besar dari risiko- jumlah dari obat yang diinhalasi pada ASI mungkin terlalu kecil untuk membahayakan

Interaksi :

Atomoxetine Meningkatkan risiko efek samping jantung saat salbutamol intravena diberikan dengan atomoxetine
Glikosida jantung Salbutamol mungkin menurunkan kadar digoxin dalam darah
Kortikosteroid Meningkatkan risiko hipokalemia saat dosis tinggi Beta2 simpatomimetik diberikan bersamaan dengan kortikosteroid
Diuretik Meningkatkan risiko hipokalemia saat beta 2 simpatomimetik dosis tinggi diberikan dengan asetazolamid, loop diuretik atau tiazide dan diuretik lainnya
Metildopa Hipotensi akut dilaporkan saat infuse salbutamol diberikan dengan metildopa
Pelemas otot Bambuterol meningkatkan efek suxamethonium
Teofilin Risiko hipokalemia meningkat saat beta2 simpatomimetik dosis tinggi diberikan dengan teofilin

Dosis :

Asma kronik (saat inhalasi tidak efektif), per oral, DEWASA 2-4 mg 3 atau 4x sehari; pada beberapa pasien dapat sampai 8 mg 3 atau 4x sehari; ANAK di bawah 2 tahun, 100 mikrogram/kg 4x sehari, 2-6 tahun, 1-2 mg 3-4x sehari, 6-12 tahun, 2mg 3-4x sehari

Bronkospasme akut berat, dengan injeksi intravena perlahan, DEWASA 250 mikrogram, diulang jika perlu

Penanganan bronkospame akut, dengan inhalasi aerosol, DEWASA 100-200 mikrogram (1-2 semprot); ANAK 100 mikrogram (1 semprot) ditingkatkan menjadi 200 mikrogram (2 semprot) jika perlu; injeksi intramuscular atau subkutan, DEWASA 500 mikrogram diulang tiap 4 jam jika perlu

Profilaksis brinkospasme dipicu olahraga, inhalasi aerosol, DEWASA 200 mikrigram (2 semprot); ANAK 100 mikrogram (1 semprot) jika perlu ditingkatkan 200 mikrogram (2 semprot)

Asma kronik 9sebagai tambahan dalam terapi), inhalasi aerosol, DEWASA 100-200 mikrogram (1-2 semprot) samapi 3-4x sehari; ANAK 100 mikrogram (1 semprot) 3-4x sehari, ditingkatkan 200 mikrogram (2 semprot) 3-4x sehari jika perlu

Asma akut berat atau bronkospasme kronik yang tidak respon terhadap terapi konvensional, inhalasi dengan larutan nebulasi, DEWASA dan ANAK di atas 18 bulan, 2.5 mg dapat diulang samapi 4x sehari; dapat ditingkatkan menjadi 5 mg jika perlu, analisa klinis sebaiknya dipertimbangkan karena terapi alternatif lain dapat diindikasikan; ANAK di bwah 18 bulan, efektifitas klinis masih belum pasti

Cara pelarutan dan pemberian :

Efek yang tidak diinginkan :

Hipokalemia setelah dosis tinggi; gangguan irama jantung, denyut jantung >100x/menit, berdebar-debar, tremor halus (biasanya tangan), kram otot, sakit kepala, insomnia, gangguan perilaku pada anak; bronkospasme paradoksal, urtikaria dan angioedema; nyeri ringan pada injeksi intramuscular.

http://apps.who.int/emlib/Medicines.aspx?Language=EN

British National Formulary ed.57 March 2009
(YSK)

Share on Facebook


*