Ibuprofen
January 16, 2010 by admin2 · 4 Comments
Ibuprofen
(Anafen, arfen, arthrifen, bufect, dofen, dolofen, ethifen, farsifen, fenatic, fenris, iprox, lexaprofen, mofen, ostarin, profen, proris, prosic, prosinal, rhelafen, ribunal, spedifen, yariven)
| Golongan | Sediaan | Penyakit/indikasi | Alasan penggunaan |
| Anti peradangan non-opiod non-steroid | Tablet : 200 mg ; 400 mg | Pereda nyeri ringan sampai sedang dan penurun panas | Penggunaan untuk anak tidak diterima komite karena dipertimbangkan tidak terdapat bukti yang cukup untuk menyimpulkan kalau ibuprofen memberikan efek penurun panas yang lebih baik dari parasetamol |
Indikasi:
Nyeri dan peradangan pada penyakit reumatik dan gangguan musculoskeletal lainnya termasuk arthritis juvenilis; nyeri ringan sampai sedang termasuk dismenorrhea, sakit kepala; nyeri pada anak; serangan migren akut
Kontraindikasi :
Hipersensitifitas (termasuk asma, angioedema, urtikaria atau rhinitis) terhadap asam asetilsalisilat atau NSAID lainnya; ulkus peptic aktif
Perhatian :
Gangguan ginjal; gangguan hati; lebih baik dihindari jika ada riwayat ulkus peptic; penyakit jantung; usia lanjut; gangguan pembekuan; gangguan alergi
Kehamilan dan meyusui :
Kehamilan : (NSAID)
- Sebagian besar pabrik menyarankan penghindaran (atau hindari kecuali manfaat jauh lebih besar dari risiko); ketorolac dikontraindikasikan selama kehamilan, persalinan dan melahirkan
- Trimester 3 : dengan penggunaan NSAID teratur bisa terjadi penutupan duktus arteriosus janin di dalam kandungan dan kemungkinan hipertensi pulmonal persisten neonates. Persalinan yang durasinya meningkat dan pembukaan yang terlambat
Menyusui :
- Jumlah terlalu sedikit untuk membahayakan tetapi beberapa pabrik menyarankan penghindaran (termasuk penggunaan topical)
Interaksi : (NSAID)
| ACE inhibitor | Meningkatkan risiko gangguan ginjal saat NSAID diberikan bersamaan dengan ACE inhibitor, juga melawan efek hipotensif |
| Penyekat neuron adrenergic, penyekat alfa | NSAID melawan efek hipotensif penyekat neuron adrenergic, penyekat alfa |
| Analgesik | Hindari penggunaan bersamaan NSAID dengan NSAID lainnya atau aspirin (meningkatkan efek samping); hindari penggunaan bersama NSAID dengan ketorolac (meningkatkan efek samping dan perdarahan); ibuprofen mungkin menurunkan efek antitrombotik dari aspirin |
| Angiotensin II reseptor bloker | Meningkatkan risiko gangguan ginjal saat NSAID diberikan dengan angiotensin II reseptor antagonis; juga melawan efek hipotensif |
| Antibakterial | Indometasin mungkin meningkatkan kadar amikasin dan gentamisin dalam darah pada neonates; kadar etoricoxib dalam darah diturunkan oleh firampicin; mungkin meningkatkan risiko kejang saat NSAID diberikan dengan quinolon |
| Antikoagulan | Celecoxib, etodolac, etoricoxib, flurbiprofen, ibuprofen, asam mefenamat, meloxicam, parecoxib, piroxicam, dan sulindac mungkin meningkatkan efek antikoagulan kuomarin; risiko perdarahan meningkat saat ketorolac diberikan dengan koumarin (hindari penggunaan bersamaan); diklofenak mungkin meningkatkan efek antikoagulan koumarin, juga meningkatkan risiko perdarahan dengan diklofenak intravena (hindari penggunaan bersamaan); NSAID mungkin meningkatkan efek antikoagulan koumarin dan phenindione; mungkin meningkatkan risiko perdarahan saat NSAID diberikan dengan dabigatran etexilate dan heparin; meningkatkan risiko perdarahan saat diklofenak intravena atau ketorolac diberikan dengan heparin (hindari penggunaan bersama, termasuk heparin dosis rendah); ketorolac dan diklofenak meningkatkan efek antikoagulan phenindione; juga meningkatkan risiko perdarahan dengan diklofenak intravena (hindari pemakaian bersama) |
| Antidepresan | Meningkatkan risiko perdarahan saat NSAID diberikan dengan SSRI atau venlafaxine |
| Antidiabetik | Azaprpazone meningkatkan efek tolbutamid 9hindari penggunaan bersamaan); NSAID mugkin meingkatkan efek sulfonylurea |
| Antiepilepsi | Azapropazone meningkatkan konsentrasi fenitoin secara bermakna dalam darah- hindari penggunaan bersamaan; NSAID mungkin meningkatkan efek fenitoin |
| Antijamur | Flukonazol meningkatkan konsentrasi parecoxib dalam darah, sehingga dosis parecoxib dikurangi; flukonazol meningkatkan konsentrasi dalam darah celecoxib (setengah dosis celecoxib) |
| Antipsikotik | Mungkin pusing yang berat saat indometasin diberikan dengan haloperidol; hindari penggunaan bersamaan azapropazone dengan clozapin (meningkatkan risiko agranulositosis) |
| Antiviral | Ritonavir mungkin meningkatkan kadar NSAID dalam darah; ritonavir meningkatkan kadar piroksikam dalam darah, risiko toksisitas, hindari penggunaan bersamaan; risiko kerusakan sel darah meningkat saat NSAID diberikan dengan zidovudin |
| Penyekat beta | NSAID melawan efek hipotensi penyekat beta |
| Bifosfonat | Indometasin meningkatkan bioavaibilitas asam tiludronik |
| Penyekat kanal kalsium | NSAID melawan efek hipotensif penyekat kanal kalsium |
| Glikosida jantung | NSAID mungkin meningkatkan kadar glikosida jantung dalam darah; juga mungkin menimbulkan kembali gagal jantung dan penurunan fungsi ginjal |
| Siklosporin | Meningkatkan risiko kerusakan ginjal saat NSAID diberikan bersama siklosporin; siklosporin meningkatkan kadar diklofenak dalam darah (setengah dosis diklofenak) |
| Klonidin | NSAID melawan efek hipotensif dari klonidin |
| Clopidogrel | Meningkatkan risiko perdarahan saat NSAID diberikan dengan clopidogrel |
| Kortikosteroid | Meningkatkan risiko perdarahan saluran cerna dan perlukaan (ulserasi) saat NSAID diberikan dengan kortikosteroid |
| Sitotoksik | NSAID mungkin mengurangi pengeluran metotreksat dari tubuh, meningkatkan risiko toksisitas (bila digunakan bersama pada pengobatan penyakit rheumatic dosis metotreksat harus dipanntau dan tidak boleh menggunakan NSAID tanpa konsultasi dokter); diklofenak, ibuprofen, indometasin, ketoprofen, meloxicam, dan naproxen mengurangi pengeluaran metroteksat dari tubuh; meningkatkan risiko perdarahan saat NSAID diberikan dengan erlotinib |
| Desmopresin | Indometasin meningkatkan efek desmopresin |
| Diazoxide | NSAID melawan efek hipotensif diazoxide |
| Dimethyl sulfoxide | Hindari penggunaan bersamaan sulindac dengan dimethyl sufoxide |
| Diuretik | Risiko kerusakan ginjal karena NSAID ditingkatkan oleh diuretik, juga melawan efek diuretik; indometasin dan ketorolac melawan efek diuretik; NSAID mungkin melawan efek potassium canrenoate; beberapa laporan penurunan fungsi ginjal saat indometasin diberikan dengan triamteren- hindari penggunaan bersamaan; meningkatkan risiko hiperkalemia saat indometasin diberikan bersamaan dengan diuretik hemat kalium dan antagonis aldosteron; mungkin meningkatkan risiko hiperkalemia saat NSAID diberikan bersama diuretik hemat kalium dan antagonis aldosteron |
| Iloprost | Meningkatkan risiko perdarahan saat NSAID diberikan dengan iloprost |
| Obat pengatur lipid | Pengeluaran meloxicam dari tubuh ditingkatkan oleh kolestiramin |
| Litium | NSAID mungkin mengurangi pengeluaran litium dari tubuh (meningkatkan risiko toksisitas); diklofenak, ibuprofen, indometasin, asam mefenamat, naproxen, parecoxib dan piroksikam mengurangi pengeluaran litium dari tubuh (meningkatkan risiko toksisitas); ketorolac mengurangi pengeluaran litium dari tubuh (meningkatkan risiko toksisitas)- hindari pemakaian bersamaan |
| Metildopa | NSAID melawan efek hipotensif dari metildopa |
| Monoxidine | NSAID melawan efek hipotensi dari moxonidine |
| Pelemas otot | Ibuprofen mengurangi pengeluaran baclofen dari tubuh,meningkatkan risiko toksisitas; NSAID mungkin mengurangi pengeluaran baclofen dari tubuh, meningkatkan risiko toksisitas |
| Nitrat | NSAID melawan efek hipotensif nitrat |
| Estrogen | Etoricoxib meningkatkan kadar etinilestradiol dalam darah |
| Penisilamin | Mungkin meningkatkan risiko kerusakan ginjal saat NSAID diberikan bersama penisilamin |
| Pentoxifylin (oxpentifylin) | Mungkin meningkatkan risiko perdarahan saat NSAID diberikan pentoxifyline (oxpentifyline); meningkatkan risiko perdarahan saat ketorolac diberikan dengan pentoxifyline (oxpentifyline), hindari penggunaan bersama |
| Probenesid | Pengeluaran dexketoprofen, indometacin, ketoprofen, dan naproxen dari tubuh dikurangi oleh probenesid sehingga meningkatkan kadar dalam darah; probenesid mengurangi pengeluaran ketorolac dari tubuh, meningkatkan kadar dalam darah, hindari penggunaan bersamaan |
| Progesterone | Risiko hiperkalemia saat NSAID diberikan dengan drospirenone, pantau kadar kalium saat siklus pertama |
| Sibutramine | Meningkatkan risiko perdarahan saat NSAID diberikan dengan sibutramine |
| Tacrolimus | Mungkin meningkatkan risiko kerusakan ginjal saat NSAID diberikan bersama tacrolimus; ibuprofen saat diberikan dengan tacrolimus meningkatkan risiko kerusakan ginjal |
| Obat untuk ulkus | Konsentrasi azapropazone dalam darah mungkin meningkat oleh cimetidin |
| Antihipertensi vasodilator | NSAID melawan efek hipotensi hidralazine, minoxidil dan sodium nitropruside |
Dosis :
Nyeri ringan sampai sedang, demam, penyakit peradangan musculoskeletal, per oral dengan atau setelah makan, DEWASA 1,2-1,8 g sehari dalam 3-4 dosis terbagi, ditingkatkan jika perlu sampai maksimal 2,4 g sehari (3,2 g sehari pada pennyakit peradangan); dosis rumatan 0,6-1,2 g sehari dapat mencukupi
Artritis juvenilis, per oral dengan atau setelah makan, ANAK >7 kg, 30-40 mg/kg sehari dalam 3-4 dosis terbagi
Nyeri pada ANAK (tidak direkomendasikan untuk anak <7 kg), per oral dengan atau setelah makan, 20-40 mg/kg sehari dalam dosis terbagi atau 1-2 tahun 50 mg 3-4x/hari, 3-7 tahun 100 mg 3-4x/hari, 8-12 tahun 200 mg 3-4x/hari
Cara pelarutan dan pemberian :
Efek yang tidak diinginkan :
Gangguan saluran cerna termasuk mual, diare, ulkus dan perdarahan; reaksi hipersensitifitas termasuk ruam, angioedema, bronkospasme; sakit kepala, pusing, cemas, depresi, mengantuk, sulit tidur, vertigo, tinnitus, fotosensitif, hematuria; retensi cairan (jarang untuk menyebabkan gagal jantung kongestif pada lanjut usia), peningkatan tekanan darah, gagal ginjal; jarang : kerusakan hati, alveolitis, eosinofilia pulmonalis, pancreatitis, gangguan penglihatan, eritema multiforme (sindroma steven Johnson), nekrolisis epidermal toksik (sindrom lyell), colitis, meningitis aseptic
http://apps.who.int/emlib/Medicines.aspx?Language=EN
British National Formulary ed.57 March 2009
(YSK)





http://www.cps.ca/english/statements/DT/dt98-01.htm
http://www.nurofenforchildren.co.uk/healthcare/ibuprofen-and-paracetamol.php
masih bingung sama kontroversi ibuprofen….
tambah 1 lagi…
hehehehe
so, ibuprofen / paracetamol utk demam pd anak?
td ketinggalan link-nyaaaaaaaaaaa
http://pediatrics.aappublications.org/cgi/content/full/104/4/e39/
hehehe sorry…
Anak saya mengkonsumsi Proris Forte (mengandung Ibuprofen) semalam dan pagi ini detak jantungnya kencang sekali sehingga dapat dirasa denyutnya kalau tangan kita letakkan diatas dadanya. Apakah ini efek samping Ibuprofen ? Semalam dia mengkonsumsi obat tsb untuk menurunkan panas di badan.Bagaimana solusinya dan sampai berapa lama efek kontranya ?