Sunday, September 21, 2014

Cetak Cetak

Q&A:Berat Badan Anak

June 30, 2009 by Anto Lucu · 5 Comments 

Alexander

Anak saya berusia 4 tahun bulan agustus nanti. Tinggi badan 97 cm dan beratnya 14 kg. Terakhir kena batuk pilek sehingga turun menjadi 12.5 kg. Saya merasa pertumbuhan fisiknya kurang bagus.
Bagaimana saran dokter karena garis KMS-nya untuk tinggi dan berat hampir merah. Anak saya sekarang jadi malas makan, maunya susu saja.
Terima kasih

JAWABAN

Alexander, Apakah kamu menimbang anak mu di kedua kesempatan tersebut dengan mempergunakan timbangan yang sama?Apakah timbangannya akurat?Kalau ya, berarti ada penurunan berat badan. Dan rasanya kalau memang BBnya turun, bukan karena batuk pileknya (coincidence aja) Hal pertama yang harus kamu singkirkan adalah infeksi saluran kemih yang silent. Kirim urinnya ke lab, periksa urin rutin dan urin kultur
Nah, sementara itu, tingkatkan asupan nutrisinya. Susu pasti tidak akan mencukupi kebutuhan anakmu. Berikan makanan yg kalorinya tinggi meski jumlahnya sedikit misalnya es krim, yogurt dengan buah, fruit milk shake, poding buah dengan susu dan telur dst dstKetiga, diskusi dengan DSAmu ya; tapi be critical kalau otomatis dilabel menderita FLEK.

Dijawab oleh: Wati

Herni — Medan

Dear Dok,
Ini email saya yg ke 4, email yg sebelumnya belum pernah dibalas, saya memaklumi kesibukan Dokter, tapi saya mohon saran dari dokter.
Anak saya laki-laki berumur 7bln ( tgl 11-06-2005 nanti ), berat badannya 7.2kg. waktu lahir 3,1kg, menurut Dokter SpA yang saya kunjungi bahwa berat badannya kurang ideal. Mulai memasuki bln ke 5 anak saya sudah mulai mencret, pernah dalam 1 bln BB nya tidak naik malah turun 5ons gara2 diare, sampai bln ke 6 BB anak saya masih 6.9kg, skrg ini 7.2kg, sejak lahir anak saya konsumsi susu Morinaga, seperti yang Dokter ketahui bahwa Morinaga mengandung lemak susu sapi, semenjak sering diare saya beralih ke susu Nutrilon Soya, yang mau saya tanyakan apakah ada kemungkinan anak saya alergi terhadap susu sapi dan harus konsumsi susu Soya ? ( tetapi 4 bln pertama konsumsi susu morinaga BB nya naik terus dan saya lihat badannya lebih kekar ) dibanding skrg konsumsi susu Soya BB nya naik sedikit dan badannya lembek / tidak kekar.
Saya sangat bingung Dok, dengan kondisi anak saya yang sering diare begitu, bagaimana baiknya ya ? Ada Dokter umum yang saya kunjungi katanya anak saya alergi terhadap susu formula, harus minum ASI ( sangat disayangkan produksi ASI saya sendiri sangat sedikit dan belum 1 bln sejak melahirkan sudah tidak ada lagi ).
Yang saya ketahui bahwa susu merupakan faktor yang sangat penting untuk bayi. Saat ini saya sudah berikan MPASI, seperti bubur ayam, dicampur tomat, wortel, kentang dsb. MPASI saya berikan sehari 3-4 kali, susu 4-5 kali sebanyak 120 cc, perlu dokter ketahui bahwa anak saya jago sekali soal makan, saya lihat konsumsinya banyak. Saya yakin kalo anak saya ketemu susu yang cocok untuk dia, pasti berat badan nya akan cepat naik.
Saya sangat membutuhkan saran dokter, mohon Dokter bersedia untuk membantu saya. Atas waktunya, sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih.
Hormat saya

JAWABAN

Dear Herni
Terimakasih atas emailmu … maaf kalau kamu sudah kirim 4 kali tetapi belum pernah dijawab … umumnya sedikiiiit sekali persentase yang tidak dijawab … mungkin emailnya ketlisut tetapi di saya sih kalau pun ketlisut ya gak sampai 4 kali hehehe … maaf ya …
Herni … seperti sering saya kemukakan di forum ini dan dimanapun juga …mari kita tata ulang pola pikir kita perihal apa yang disebut sebagai SEHAT …
Sehat bukan sekedar masalah BB; sehat menyangkut juga masalah fisik, emosi, dan kemampuan sosial alias kemampuan berinteraksi
Nah .. khusus perihal pertumbuhan anak … TB nya berapa? Kok kamu berkutat di BB saja hehehe … Kedua .. plot BB dan TB nya di kurva pertumbuhan di buku kesehatannya … saya yakin ada di daerah normal bukan di bawah garis yang paling bawah
Kenaikan BB. Di atas usia 4 buolan PASTI kenaikan BB tidak sepesat 4 bulan sebelumnya karena anak kan kegiatan fisiknya sudah bertambah …semua bayi juga kenaikan BB nya tidak lagi drastis peningkatannya setelah berusia lebih dari 4 bulan.
DIARE. Apa yang kamu maksud dengan diare? Apakah frekuensi nya lebih dari 6 kali? Tinjanya air melulu? Setiap kali BAB jumlahnya banyak? Kalau ya .. memang diare .. kalau tidak bukan diare dong ya
SUSU. saya setuju banget dengan dokter umumnya. ASI hehehe apalagi ASI kan konsepnya demand and supply … kalau sejak dini anakmu diperkenalkan pada dot dan botol maka pasti ogah-ogahan dia menyusu ASI mu sehingga ASI mu berkurang perlahan-lahan. Kalau bisa sih relaktasi.
FORMULA. apa saja sama … gak usah soya .. kalau memang alergi susu sapi pasti alergi juga sama susu soya … dan menurut saya gak perlu anakmu susu soya … susu biasa saja
Semoga jawaban saya membantu

Dijawab oleh: Wati

Utami

Dokter Wati yth,
Saya sudah 3x ini kirim email ke dokter tapi khok nggak pernah dijawab ya dok. kembali saya menanyakan masalah kesehatan putri saya yang baru berumur 2 thn.Dia minum susu dan makannya gampang juga suka ngemil. Dan saya paling cerewet kalau pilih makan buat dia. yang no MSG, saya menyediakan makanan ringan dirumah biar anak saya tidak jajan sembarangan.sudah satu 2 hari ini setiap malam anak saya mengeluh sakit perut. terus nangis , batuk dan kemudian muntah2x.kalau muntah2x sudah 4 hari ini setiap mau tidur pasti muntah2x.BB 12 Kg, T.Badan 90 Cm.Dokter kira2x ada masalah apa dengan putri saya. apa ada masalah dengan susunya sekarang dia saya beri susu Advance Gain Plus. Dan sehari dia minum bisa 120 ml x 8. ( sudah 3 bulan ini )
Tapi heran saya kalau siang tidak ada masalah apa2x dengannya.Dokter mohon saranya, saya sedih sekali melihat penderitaan putri saya yang setiap malam mesti kesakitan dan muntah2x. Apa yang mesti saya lakukan dok, saya sudah konsultasi ke dokter mengenai perkembangannya tapi dibilang BB masih wajar dan normal. nggak perlu lab test. Tapi kalau melihat putri saya yang tidap malam harus kesakitan seperti itu saya tida tega.
Mohon penjelasannya.
Hormat saya.

JAWABAN

Dear Tri
maaf ya baru dibalas sekarang tetapi sebenarnya sudah sering sekalimasalah BB dan masalah langganan anak lainnya dibahas di forum ini. Jadi ada baiknya memang kita senantiasa membuka-buka dan membaca meski itu masalah orang lain karena bisa saja suatu saat menimpa anak kita.
Tri, sakit perut pada anak sesuia anakmu dengan atau tanpa muntah secara garis besar bisa dibagi dua yaitu masalah bedah (butuh tindakan pembedahan misalnya usus buntu) atau masalah non bedah misalnya infeksi saluran cerna atau konstipasi (sembelit).
Kalau itu masalah bedah .. dalam waktu beberapa jam sudah memburuk,muntahnya kehijauan, sakit perutnya menghebat (tidak hilang timbul lagi)… dan kondisi umum anakmu juga memburuk. Kalau infeksi saluran cerna ..anakmu umumnya juga akan diare meski diare sendiri kebanyakn disebabkan oleh infeksi virus sehingga akan sembuh sendiri dalam waktu beberapa hari saja.
Kalau konstipasi .. nah ini yang terbanyak … biasanya sakit perutnyahilang timbul dan sakit perutnya umumnya ketika anak sedang tidak aktif … alias ketika akan tidur atau bangun tidur … saat anak sibuk bermain sakitnya tidak muncul. Penyebabnya? pola makan dan pola hidup. Makanan yang rendah serat dan kurang minum menyebabkan anak berisiko mengalami sembelit.
Tri … tidak ada masalah yang perlu kamu khawatirkan dengan berat dan tinggi badan anakmu karena tingginya sesuai dengan usia dan berat badannya sekarang. Mengapa khawatir berat badannya kurang? Apakah karena anak lain di lingkunganmu chubby dan “gemuk” sehingga anakmu terlihat kurus?
Jangan menilai pertumbuhan anak hanya dari penampakan kita … janganmenilai pertumbuhan anak hanya dari BBnya saja …
Biasakan memplot BB dan TB anakmu diu kurva pertumbuhan yang ada di buku kesehatannya. Di kurva pertumbuhan anak seuisa anakmu, tinggi badannya sudah sesuai dengan berat badannya sekaligus sudah sesuai dengan usianya.
Terlalu gemuk juga tidak baik, seluruh dunia prihatin dengan meningkatnya angka kejadian obesitas pada anak. Obesitas pada anak terkait dengan berbagai gangguan kesehatan jantung dan pembuluh darah, hipertensi, dan meningkatkan risiko stroke pada usia yang lebih muda. Kalau anakmu ada gangguan saluran cerna … pasti anakmu sudah diarekronis .. diare artinya peningkatan frekuensi BAB dengan tinja yang cair dan dalam jumlah banyak selama berminggu-minggu. Oleh karena itu ..
menurut saya tak perlu periksa tinja.
Tri .. sebagaimana sering saya kemukakan .. penambahan Bb dan TB anakbatita memang sangat lambat berbeda dengan periode 1 tahun sebelumnya. Tetapi anakmu kan aktif, sehat artinya kalau pun sakit hanya sakit2 ringan langganan anak seperti demam, batuk pilek, diare muntah Anakmu aktif kan? Pada anak yang aktif BBnya juga cenderung sedikitnaiknya. Dan seperti dikemukakan di atas, pada anak seusia anakmu, pertambahan berat badannya maksimal sekitar 200 ons perbulan. Wah kalo setiap bulan ditimbang beratnya naik sekilo, wah satu tahun anakmu sebesar apa nya? hehehe Jangan ah … menakutkan lho /…
Tri … anak seusia anakmu sudah tidak butuh susu banyak-banyak karena di atas usia 1 tahun susu bukan lagi makanan utama melainkan hanya sebagai . salah satu sumber asupan kalsium. Sementara untuk mendapatkan kalsium tidak hanya dari susu saja, masih banyak makanan lain yang bisa diambil manfaat kalsiumnya. Jumlah susu yang diberikan kepada anakmu terlalu banyak. Produk susu yang dibutuhkan oleh anakmu sekitar 500 ml saja dan ditambah dengan produk lain seperti yogurt, es krim, atau keju. Kebanyakan susu pada anak tidak baik, karena dapat menimbulkan kegemukan pada anak, selain itu juga dapat mengurangi asupan nutrisi yang seharusnya dia dapatkan (karena anak sudah merasa kenyang minum susu).
… anak gemuk tetapi kekurangan serat dan konstipasi.Jangan-jangan anakmu muntah karena susunya terlalu banyak, anak mu sering sakit perut mungkin konstipasi .. bagaimana asupan serat dalam makanannya? Sayur, buah, havermouth, roti gandum, ubi, jagung, dst dst? Apakah minum nya juga cukup? Coba kabari lagi ya .. sementara ini semoga jawaban saya membantu

Dijawab oleh: Wati

Rani

Dokter, saya mau menanyakan apakah anak anak saya temasuk berstatus gizi kurang?

Anak saya (9bln) BB = 7550 g, PB = 72 Cm. BB lahir = 3400 g, PB lahir = 50 cm. Anak saya terlihat sangat kurus, saat ini dia makan 3 x buburnya sudah mulai tidak diblender susunya sekitar 700 ml perhari, buah 1x biskuit 1x, buburnya biasanya terdiri dari beras, sayuran,dan daging sapi, hati ayam atau telur (bergantian).
Rasanya saya sudah memenuhi gizi anak sebaik mungkin tapi kenapa ya koq kurus terus. Oh ya anak saya hanya minum ASI sampai usia 5 bulan (eksklusif) setelah itu baru susu formula karena ASInya tidak keluar lagi.
Dokternya kadang memberi vitamin, tapi rasanya tidak berpengaruh ya. Apakah anak saya harus diperiksakan ke dokter spesialis? Spesialis apa ya ?
Anak saya termasuk anak yang aktif dan jarang sakit hanya pernah deman sekali dan diare sekali, demikian surat saya mohon saran dan masukannya ya dok. Terimakasih.

JAWABAN

Dear Rani, Thanks buat emailnya.

Kamu punya buku kesehatan alias paspor kesehatan milik anakmu? Nah coba plot BB dan TBnya. Lihat di P berapa letaknya. Menurut saya sih anakmu masih normal meski tergolong “petit” alias kecil mungil, mungkin keluargamu kecil mungil juga? At least dulu saat kalian kecil dan muda, papa mamanya besar atau mungil?

Kedua, kamu benar gak di blender lagi. Tapi kalau saya boleh kasih saran bagaimana kalau makan tuh gak usah bubur atau nasi tim saring? Coba buat pure kentang dengan susu keju, kuning telur rebus yang dilumatkan, atau makaroni dengan susu dan keju dan telur dan daging cincang
Intinya begini ……Bagaimana kalau kalian membuat makanan yang porsinya kecil tetapi kalori tinggi, bagaimana kalau membuat at least 1 – 2 kali makanan yang juga mengandung susu selain susu formulanya yang di botol.
Kan bisa untuk makan siang alpukat pakai susu dan yogurt atau labu kuning kukus lumatkan campur dengan susu. Buat untuk kuah buburnya sup ayam dengan susu dst dst. Di lain pihak, usia 9 bulan bayi mulai lasak banget jadi kalorinya banyak yang dibakar untuk aktivitas fisiknya. Selama anakmu sehat dan aktif, rasanya kamu tak perlu cemas. Sehat kan bukan sekedar BB melainkan juga jiwa dan pikiran.

Dijawab oleh: Wati

Share on Facebook

Comments

5 Responses to “Q&A:Berat Badan Anak”
  1. lisa says:

    Dear Dok,

    Saya bisa mendapat informasi lengkap tentang “Latah”.
    Karena anak saya umur 3,5 tahun, dia suka mengulang perkataan saya jika saya menyuruh dia melakukan sesuatu misalnya:
    saya : brian ambil sendalnya
    brian: ambil sendalnya
    saya : brian beresin mainannya
    brian: mainannya beresin
    saya : brian matiin tv nya
    brian: matiin tv nya
    seperti itu dokter, apakah itu normal atau termasuk latah?
    apakah saya biarkan saja?
    mohon bantuannya.
    Terimakasih atas perhatiannya dan bantuannya.

    Salam,
    Lisa

  2. eunike says:

    Dok,saya mau nanya donk. Umur anak saya 5bln,berat badannya 8kg. Banyak yg bilang anak saya kegemukan. Soalnya dia lahir cuma 2,6kg. Anak saya kegemukan ga ya Dok? terus gimana cara mengurangi berat badannya?

  3. Dian Kristianti says:

    Dok, saya mau tanya anak saya berumur 4.5 bulan BB 7kg TB 63 menurut Dokter anak, penambahan BB anak saya kurang (seharusnya 7.6kg) perlu diketahui bahwa anak saya kesulitan untuk minum dengan dot jadi terkadang minum dengan dibantu sendok. Namun apabila saya sudah dirumah saya menyusui secara langsung. Mohon saran dokter sekiranya apa yang harus saya lakukan agar BB anak saya tidak kurang (anak masih ASI ekslusif & saya bekerja). Terima kasih.

  4. meiviana says:

    Dokter Yth, mohon share bagaimana caranya mengatasi anak yang susah makan makanan kasar, anak saya saat ini usia 19 bulan, (1,5 th) dan sampai saat ini jika diberikan nasi, daging ayam yg disuir2, wortel potong dadu atau brokoli yg dipotong kecil selalu dimuntahkan kembali, padahal giginya sudah tumbuh 9 bh. Kalau sudah begitu, saya akhirnya memblender semua nasi plus lauk dan sayurnya tsb, baru anak saya mau makan. Tolong advisenya dok, saya bingung karena BBnya tidak naik2 dari mulai usia 12bulan, sampai sekarang 19 bulan BBnya masih di angka 10.5 kg saja. Apa itu normal dok?? Terimakasih sebelumnya dan saya tunggu masukan dan saran dr dokter. Thanks.

  5. novi says:

    Dokter Yth.Mohon informasi nya tt kesehatan anak kami.laki-laki usia 2 tahun 8 bulan.dengan BB 12.5 kg dan tinggi 90 an.yang mau saya tanyakan adalah anak saya ini alergi thd susu sapi dan olahannya dan saat umurnya menginjak 2 tahun dia pun alergi thd soya.anak kami ini juga asma,keturunan dari papah nya.saat usia 2 bln dia terkena asma bronkhial n kambuh lg di usia 2 tahun 8 bulan ini.stelah sakit kemaren ini stiap dia mencoba makanan dg unsur susu sapi hanya sedikit maka reaksi nya sdh tampak sperti bersin terus sampai meler atau batuk2 terus.kenapa jd lebih sensitif y dok?apakah alergi nya thd susu sapi boleh kita coba sedikit2 terus thd makanan itu atau jgn sama sekali?tp saat ini dia sdh bisa minum soya,apa berarti alergi nya sdh membaik?krn katanya 70% anak alergi susu sapi akan alergi soya jg.setiap timbul reaksi alergi saya ksh ozen apakah tdk membahayakan tubuhnya?Tks dan mohon jwban


*