Tuesday, September 2, 2014

Cetak Cetak

10 Cara untuk Menjaga Remaja agar Tetap Bebas Rokok

May 26, 2010 by windhi kresnawati · Leave a Comment 

Ingin mencegah remaja merokok? Pahami alasan mereka – dan berilah apa yang mereka butuhkan untuk menolak rokok

Merokok pada remaja bisa diawali dengan alasan sederhana, namun dapat menjadi kebiasaan seumur hidup. Bahkan, sebagian besar perokok dewasa mulai merokok saat remaja. Apa yang sebaiknya Anda lakukan ? Bantu remaja Anda menolak hisapan pertamanya. 10 tips ini dapat membantu.

1.Pahami daya tariknya

Kadang-kadang merokok di kalangan remaja merupakan suatu bentuk pemberontakan atau cara agar diterima dalam kelompok pertemanan tertentu. Beberapa remaja merokok  untuk menurunkan berat badan atau agar merasa lebih baik. Yang lain merokok agar merasa keren atau mandiri. Untuk mengetahui apa yang Anda hadapi, tanyakan pada remaja Anda, bagaimana pendapatnya tentang merokok. Tanyakan apa ada teman-temannya yang  merokok. Hargai pilihan baiknya, dan bicarakan konsekuensi dari pilihan yang buruk.  Anda dapat berbicara dengan remaja Anda tentang bagaimana perusahaan-perusahaan rokok berusaha menciptakan ide-ide tertentu tentang merokok – seperti membayar aktor untuk merokok di film untuk membuat persepsi bahwa merokok itu  keren.

2. Katakan tidak rokok !

Walaupun Anda merasa seolah-olah remaja Anda tidak mendengar apa yang Anda katakan, tetapi nyatakanlah pendapat Anda. Katakan pada remaja Anda, merokok tidak diperbolehkan. Ketidaksetujuan Anda mungkin memiliki dampak yang lebih dari yang Anda pikirkan. Remaja yang orang tuanya menetapkan larangan merokok yang tegas cenderung  merokok lebih sedikit daripada remaja yang orangtuanya tidak menetapkan batasan. Hal yang sama berlaku untuk remaja yang merasa dekat dengan orangtua mereka.

3. Berilah contoh yang baik

Perokok remaja lebih umum ditemui pada remaja yang orangtuanya merokok. Jika Anda tidak merokok, teruskanlah. Jika Anda merokok, berhentilah sekarang. Tanyakan pada dokter Anda produk yang dapat membantu untuk berhenti merokok dan cara-cara lain untuk berhenti merokok. Sementara itu, jangan merokok di dalam rumah, di mobil atau di depan remaja Anda, dan jangan meninggalkan rokok di mana remaja Anda dapat menemukannya. Jelaskan ketidaksenangan Anda pada merokok dan bagaimana sulitnya untuk berhenti.

4. Tunjukkan keburukannya

Merokok bukanlah sesuatu yang glamor. Ingatkan remaja Anda bahwa merokok adalah kebiasaan yang kotor dan bau. Merokok menyebabkan nafas tak sedap. Merokok membuat pakaian dan rambut Anda berbau tak sedap dan gigi menguning. Merokok bisa memicu  batuk kronis serta menyisakan energi yang lebih sedikit untuk olahraga dan kegiatan lain yang Anda sukai.

5. Lakukan perhitungan

Merokok itu mahal. Bantu remaja Anda menghitung biaya mingguan, bulanan atau tahunan dari konsumsi sebungkus rokok sehari. Bandingkan biayanya dengan harga alat elektronik, pakaian atau hal lain yang dianggap penting oleh remaja.

6. Antisipasi tekanan teman

Teman yang merokok memang dapat meyakinkan remaja Anda untuk mengikutinya,  namun Anda dapat membantu remaja Anda untuk menolak rokok. Latihlah ia agar dapat menangani situasi yang sulit. Ajukan alasan sederhana seperti, “Tidak, terima kasih, saya tidak merokok.” Lebih sering remaja Anda berlatih menolak, semakin besar kemungkinan ia akan mengatakan tidak pada saatnya.

7. Garisbawahi masalah kecanduan

Kebanyakan remaja percaya bahwa mereka bisa berhenti merokok kapan saja mereka mau. Tapi remaja dapat kecanduan nikotin seperti halnya orang dewasa, sering kali dengan lebih cepat dan pada dosis nikotin yang relatif rendah. Dan sekali Anda kecanduan, sangatlah sulit untuk berhenti merokok.

8. Antisipasi masa depan

Remaja cenderung beranggapan bahwa hal-hal buruk hanya terjadi pada orang lain. Tapi konsekuensi jangka panjang merokok – seperti kanker, serangan jantung dan stroke – mungkin akan menjadi kenyataan ketika remaja Anda menjadi dewasa. Gunakan orang-orang terdekat, teman atau tetangga yang sakit sebagai contoh kehidupan nyata.

9. Kenali macam-macam rokok

Tembakau tanpa asap, rokok kretek dan rokok berperisa kadang-kadang secara keliru dianggap kurang berbahaya atau adiktif (menimbulkan kecanduan) daripada rokok tradisional. Merokok dengan menggunakan pipa adalah alternatif lain yang disebut lebih aman. Jangan biarkan remaja Anda tertipu. Seperti halnya rokok tradisional, produk ini adiktif dan dapat menyebabkan kanker serta masalah kesehatan lainnya. Produk seperti ini memberikan konsentrasi nikotin, karbon monoksida dan tar yang lebih tinggi daripada rokok tradisional.

10. Libatkan diri

Ambil sikap aktif untuk menolak merokok di kalangan remaja. Berpartisipasilah dalam kampanye anti-merokok. Dukung larangan merokok di tempat umum.

Jika remaja Anda sudah mulai merokok, jangan mengancam atau memberinya ultimatum. Sebaliknya, berilah dukungan. Cari tahu mengapa ia merokok – dan kemudian bahas cara-cara untuk membantunya berhenti merokok, seperti bergaul dengan teman-teman yang tidak merokok atau terlibat dalam kegiatan-kegiatan baru. Menghentikan kebiasaan merokok saat remaja dengan cara yang benar adalah hal terbaik yang bisa dilakukan remaja Anda agar tetap sehat seumur hidupnya (DWR).

Sumber : Mayo Clinic

http://www.mayoclinic.com/health/teen-smoking/HQ00139/NSECTIONGROUP=2

Share on Facebook


*