Trauma Kepala

  • Kehilangan kesadaran singkat saat kejadian
  • Saat ini sadar atau berespon terhadap suara. Mungkin mengantuk
  • Dua atau lebih episode muntah
  • Sakit kepala persisten
  • Kejang singkat (<2menit) satu kali segera setelah trauma
  • Mungkin mengalami luka lecet, hematoma, atau laserasi di kulit kepala
  • Pemeriksaan lainnya normal

Jika berdasarkan anamnesis dari keluarga atau petugas ambulans, anak tidak mengalami penurunan secara neurologis maka anak dapat diobservasi di IGD selama 4 jam dengan observasi tiap 30 menit (kesadaran, nadi, frekuensi napas, tekanan darah, pupil, dan kekuatan motorik). Anak dapat dipulangkan jika terdapat perbaikan selama 4 jam menjadi dalam keadaan sadar dan tidak terdapat muntah. Sakit kepala persisten, hematoma yang besar, atau luka penetrasi dapat membutuhkan penyelidikan lebih lanjut. Jika anak masih mengantuk atau muntah atau bila terdapat perburukan selama 4 jam, diskusikan dengan ahli bedah saraf untuk rawat inap dan penyelidikan lebih lanjut.

Trauma kepala berat:

  • Kehilangan kesadaran dalam waktu lama
  • Status kesadaran menurun – responsif hanya terhadap nyeri atau tidak responsif
  • Terdapat kebocoran LCS dari hidung atau telinga
  • Tanda-tanda neurologis lokal (pupil yang tidak sana, kelemahan sesisi)
  • Tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial:
    • Herniasi unkus: dilatasi pupil ipsilateral akibat kompresi nervus okulomotor
    • Herniasi sentral: kompresi batang otak menyebabkan bradikardi dan hipertensi

  • Trauma kepala yang berpenetrasi
  • Kejang (selain Kejang singkat (<2menit) satu kali segera setelah trauma)
  • Tatalaksana awal trauma kepala berat:

    Mencegah kerusakan otak sekunder dengan mempertahankan jalan napas yang paten, ventilasi dan oksigenasi adekuat, dan menghindari hipotensi.

    Imobilisasi tulang servikal harus dipertahankan bahkan apabila foto lateral tulang servikal normal.

    Pastikan intervensi bedah sarah dan ICU sejak dini.

    Dengan konsultasi bersama ahli bedah saraf pertimbangkan untuk menurunkan tekanan intrakranial:

    • Naikkan kepala 20-30° (hanya setelah syok dikoreksi)
    • Ventilasi sampai pCO2 35mmHg
    • Pertimbangan pemberian mannitol 0.5-1g/kg IV
    • Pastikan tekanan darah adekuat

    Kontrol kejang.

    Lakukan CT scan kepala segera.

    Berdasarkan National Institute for Health and Clinical Excellence, CT scan kepala dilakukan jika terdapat satu atau lebih keadaan di bawah ini:

    • Kehilangan kesadaran lebih dari 5 menit
    • Tidak dapat mengingat kejadian sebelum atau sesudah trauma dan berlangsung lebih dari 5 menit
    • Mengantuk yang tidak lazim
    • Mual tiga kali atau lebih sejak trauma
    • Kemungkinan kerusakan yang timbul perlahan
    • Kejang setelah trauma (jika anak tidak menderita epilepsi)
    • GCS kurang dari 14 atau kurang dari 15 untuk bayi kurang dari 1 tahun, ketika pertama kali diperiksa di IGD
    • Tanda-tanda yang menunjukkan tengkorak menekan otak
    • Tanda-tanda fraktur basis cranii (misal, mata panda’)
    • Luka lecet, bengkak, atau robekan di kepala >5cm pada bayi di bawah 1 tahun
    • Mengalami kecelakaan lalu lintas dengan kecepatan tinggi
    • Jatuh dari ketinggian lebih dari 3 meter
    • Terluka oleh benda atau sesuatu dengan kecepatan tinggi

    PANDUAN UNTUK ORANG TUA

    Anak-anak seringkali mengalami benturan di kepala dan sulit untuk diketahui apakah hal itu merupakan masalah yang serius atau tidak. Jika anak Anda terbentur di kepala, sebaiknya Anda menemui dokter. Trauma kepala adalah benturan apa pun yang mengenai kepala yang menyebabkan benjol, luka lecet, robekan, atau luka yang lebih parah pada kepala anak. Kebanyakan trauma kepala bukan merupakan hal yang serius dan hanya menimbulkan benjol atau luka lecet. Namun terkadang trauma kepala dapat mengakibatkan kerusakan pada otak.

    Cari bantuan medis segera jika :

    Anak Anda mengalami benturan keras di kepala, seperti jatuh dari ketinggian atau kecelakaan mobil.

    Anak Anda kehilangan kesadaran.

    Anak Anda tampak tidak sehat dan muntah beberapa kali setelahnya

    Gejala dan Tanda

    Gejala trauma kepala digunakan untuk menentukan berat tidaknya trauma tersebut. Trauma kepala dapat digolongkan menjadi tiga jenis, yaitu trauma kepala ringan, sedang, dan berat.

    Trauma kepala berat adalah ketika anak Anda:

    Page 2 of 4 | Previous page | Next page