Tuesday, July 29, 2014

Cetak Cetak

Aminofilin

August 20, 2010 by windhi kresnawati · 2 Comments 

(Phyllocontin)

Aminofilin adalah jenis teofilin yang berikatan dengan suatu substantial kimia (etilendiamin) yang membuatnya menjadi lebih larut dengan air. Aminofilin adalah jenis teofilin yang diberikan dalam bentuk injeksin namun sangat perih dan iritasi jika diberikan melalui suntikan intramuskular.

Indikasi     : obstruksi saluran nafas yang reversibel, serangan asma berat.

Kontraindikasi     : hati-hati penggunaan pada pasien dengan penyakti jantung, hipertensi, hipertiroid, ulkus lambung, epilepsi, lanjut usia, gangguan hati, kehamilan dan menyusui.

Dosis :

-        Melalui suntikan intravena :

  • Serangan asma berat : 250-500 mg, dengan perlahan selama 20 menit sambil monitoring ketat. Anak : 5 mg/kg
  • Serangan akut pada penyakit paru obstruktif kronik : 500 mikrogram/kg per jam. Anak 6 bulan-9 tahun : 1 mg/kg per jam. Anak 10 – 16 tahun : 800 mikrogram/kg perjam.

Pasien yang dalam terapi teofiiln atau aminofilin oral sebaiknya tidak diterapi dengan aminofilin injeksi, kecuali dengan pemantauan kadar teofilin dalam darah.

-        Melalui mulut (oral)

  • Dewasa dan anak diatas 40 kg : Tablet 225 mg, satu kali sehari dapat ditingkatkan sampai 2 tablet, dua kali sehari.
  • Tablet forte 350 mg : 1 tablet dua kali sehari.

Sediaan      :

Tablet 225 mg, 350 mg.

Injeksi : 25 mg/ml, dalam 10 ml.

Interaksi obat : lihat teofilin

Efek Samping      :

Denyut jantung meningkat, berdebar-debar, mual-muntah, gangguan saluran cerna lainnya, sakit kepala, gangguan tidur, gangguan irama jantung, kejang. Mungkin muncul reaksi alergi terhadap etilendiamin seperti kemerahan, gatal, dan dermatitis.

Share on Facebook

Comments

2 Responses to “Aminofilin”
  1. Dony says:

    Pada tekanan tensi berapa pemberian aminopilin di berikan trimaksih

  2. mady says:

    apa perlu periksa nadi apikal sebelum memberi aminophyline ini?


*