Wednesday, July 23, 2014

Cetak Cetak

Gangguan Pertumbuhan

September 9, 2010 by windhi kresnawati · 1 Comment 

Apa yang Dimaksud Gangguan Pertumbuhan?

Akhir-akhir ini anak kita sering kali dibandingkan dengan teman sepermainannya. Temannya tampak lebih tinggi dan berkembang menjadi dewasa muda sementara anak kita sepertinya ketinggalan.

Apakah ada yang salah? Mungkin ya, mungkin saja tidak. Beberapa anak memang tumbuh lebih lambat karena faktor keturunan misalnya. Akan tetapi, sebagian lainnya memang memiliki gangguan pertumbuhan yang sesungguhnya, dimana hasil akhirnya adalah tidak sesuainya pertumbuhan dengan yang seharusnya, mulai dari tidak bertambahnya tinggi dan berat badan sampai menjadi remaja yang cebol atau perkembangan seksualnya tertunda.

Variasi normal pola pertumbuhan

Beberapa perbedaan muncul dalam pola pertumbuhan anak termasuk beberapa kondisi di bawah ini, yang bukan merupakan gangguan pertumbuhan:

Penundaan pertumbuhan konstitusional (constitutional growth delay). Kondisi ini menggambarkan anak-anak yang kecil untuk usianya akan tetapi laju pertumbuhannya normal. Biasanya pertumbuhan tulangnya tertunda, artinya pematangan tulang-tulang mereka lebih muda daripada usia mereka dalam tahun. Anak-anak ini tidak memiliki tanda atau gejala penyakit yang mempengaruhi pertumbuhan mereka. Mereka cenderung mencapai pubertas lebih lambat dari teman sebayanya, dengan penundaan onset perkembangan seksual dan puncak pertumbuhan pubertas. Akan tetapi, karena mereka terus tumbuh, maka mereka akan mengejar teman sebayanya saat mereka mencapai ketinggian dewasa. Salah satu atau kedua orang tua atau keluarga dekat sering mengalami pola pertumbuhan yang serupa.

Postur pendek familial (genetik). Ini adalah kondisi dimana orang tua yang pendek cenderung memiliki anak-anak yang pendek pula. Akan tetapi, istilah ini hanya digunakan pada anak pendek tanpa gejala penyakit yang mempengaruhi pertumbuhan mereka. Mereka tetap memiliki puncak pertumbuhan dan memasuki pubertas pada usia normal, hanya saja tinggi badan yang dicapai serupa dengan orang tua mereka.

Dengan adanya kedua kondisi di atas, anak dan keluarga harus diyakinkan bahwa anak tersebut tidak memiliki penyakit atau kondisi medis yang mengancam kesehatan dan membutuhkan penanganan. Akan tetapi, tentu saja mereka membutuhkan coping dalam menghadapi ejekan teman-temannya. Mereka juga perlu diyakinkan bahwa mereka akan menjalani perkembangan seksual seperti teman-temannya pada akhirnya. Pada beberapa anak yang amat sangat pendek atau sangat telat memasuki pubertas, terapi hormon mungkin berguna.

Gangguan Pertumbuhan

Penyakit ginjal, jantung, saluran cerna, paru, tulang atau sistem tubuh lainnya dapat mempengaruhi pertumbuhan. Selain gejala-gejala yang mencerminkan gangguan sistem tubuh juga muncul gangguan pertumbuhan. Meskipun demikian, gangguan pertumbuhan mungkin adalah gejala pertama yang muncul.

Gangguan pertumbuhan termasuk:

Gagal tumbuh, bukan merupakan gangguan pertumbuhan spesifik, tetapi dapat menjadi tanda dari kondisi mendasar yang menyebabkan masalah pertumbuhan. Walaupun hal yang umum bagi bayi baru lahir untuk mengalami penurunan berat badan di hari-hari awal, gagal tumbuh adalah kondisi dimana bayi tersebut senantiasa menunjukan pertumbuhan yang lebih lambat dari yang diharapkan. Biasanya disebabkan karena nutrisi yang tidak adekuat atau masalah makan, paling sering pada anak usia di bawah 3 tahun. Hal ini bisa juga gejala dari masalah lain seperti infeksi, saluran cerna, anak yang diabaikan atau dianiaya.

Penyakit endokrin, melibatkan kekurangan atau kelebihan hormon dan dapat mengakibatkan kegagalan pertumbuhan selama masa kanak-kanak dan remaja. Defisiensi hormon pertumbuhan adalah kondisi yang melibatkan kelenjar pituitari. Kelenjar pituitari yang rusak atau malfungsi mungkin tidak dapat memproduksi hormon yang cukup untuk pertumbuhan. Hipotiroid adalah kondisi dimana kelenjar tiroid tidak mampu memproduksi hormon tiroid yang cukup, padahal hormon ini diperlukan untuk pertumbuhan tulang yang normal.

Sindrom turner, merupakan kelainan genetik gangguan pertumbuhan yang paling sering, terjadi pada perempuan, melibatkan kromosom X yang abnormal atau hanya ada 1 kromosom X. Selain posturnya pendek, anak perempuan dengan sindrom ini juga tidak mengalami perkembangan seksual yang normal mengingat ovarium mereka tidak berkembang dan tidak berfungsi secara normal.

Diagnosa Gangguan Pertumbuhan

Pemeriksaan penunjang yang akan dilakukan dokter untuk mendeteksi gangguan pertumbuhan sangat tergantung pada penemuan dokter pada setiap kali evaluasi. Anak pendek yang sehat dan tumbuh pada laju yang normal mungkin hanya perlu diobservasi selama masa kanak-kanak. Akan tetapi anak yang berhenti tumbuh atau tumbuh lebih lambat dari yang diharapkan membutuhkan tes lebih lanjut.

Dokter anda dan ahli endokrinologi akan mencari tanda dari berbagai sebab yang mungkin dari postur yang pendek dan kegagalan pertumbuhan. Tes darah mungkin dilakukan untuk mencari abnormalitas hormon dan kromosom dan untuk menyingkirkan penyakit lain yang dapat menimbulkan gangguan pertumbuhan. X-ray usia tulang mungkin dilakukan dan pemeriksaan spesial seperti MRI dapat mengevaluasi abnormalitas kelenjar pituitari.

Untuk mengukur kemampuan kelenjar pituitari untuk memproduksi hormon pertumbuhan, dokter akan melakukan tes stimulasi hormon. Hal ini melibatkan pemberian obat yang menyebabkan kelenjar untuk memproduksi hormon pertumbuhan lalu mengambil contoh darah secara serial untuk memeriksa kadar hormon pertumbuhan.

Menangani Gangguan Pertumbuhan

Walaupun penanganan masalah pertumbuhan biasanya tidak mendesak, diagnosis dan penanganan lebih dini dapat membantu anak untuk mengejar dan meningkatkan tinggi akhir mereka.

Jika kondisi medis yang mendasari diidentifikasi, terapi spesifik dapat memperbaiki pertumbuhan. Sebagai contoh, gagal tumbuh akibat hipotiroidisme biasanya diterapi dengan pil pengganti hormon tiroid.

Injeksi hormon pertumbuhan untuk anak dengan defisiensi hormon pertumbuhan, sindrom turner dan gagal ginjal kronik dapat membantu anak untuk mendekati tinggi normal mereka. Hormon pertumbuhan eksternal ini dinilai cukup aman dan efektif, walaupun terapi ini diperlukan waktu lama dan tidak semua anak memberikan respons yang baik. Selain itu, terapi hormon pertumbuhan ini pun cukup memakan biaya.

Sementara untuk anak pendek akan tetapi tidak mengalami defisiensi hormon pertumbuhan, FDA baru menyetujui pemberian hormon pertumbuhan eksternal ini jika diperkirakan anak-anak ini akan mencapai tinggi akhir yang sangat pendek (kurang dari 150 cm untuk anak perempuan dan kurang dari 163 cm untuk anak laki-laki). Batasan tinggi ini mungkin tidak berlaku untuk bangsa Indonesia yang secara genetik memang lebih pendek dari bangsa Amerika atau Eropa.

Membantu Anak Anda

Anda dapat mendongkrak kepercayaan diri anak anda dengan memberikan penguatan positif dan menekankan parameter lain yang tidak kalah pentingnya untuk kehidupan sosial selain tinggi badan seperti intelejensia, kepribadian dan bakat.

Jika diperlukan, konsultasi dengan psikiater bisa dilakukan agar anak dapat coping dengan masalah tersebut.

Jika Anda Mencurigai Masalah

Jika anda khawatir mengenai pertumbuhan anak anda, berkonsultasilah dengan dokter, ia kemudian akan merujuk ke dokter anak bagian endokrinologi yang dapat membantu lebih jauh mengenai diagnosis dan menangani masalah spesifik gangguan pertumbuhan.

Juga sangat penting untuk memperhatikan masalah emosional dan sosial yang mungkin timbul. Adalah tidak mudah menjadi anak yang terpendek di dalam kelas dan diejek terus menerus oleh teman sebayanya. Bantulah anak anda membangun kepercayaan diri dan menekankan bahwa tidak masalah seberapa tinggi mereka. (yoga)

Sumber : www.kidshealth.com

Share on Facebook

Comments

One Response to “Gangguan Pertumbuhan”
  1. Jeffrey says:

    Sy Mau Tanya ….
    Sy Laki Umur 15thn…
    tinnggi bdn sy 140ant…
    apa ada penyuntikan untuk memperbaiki tulang agar tinggi…?


*