Tuesday, July 29, 2014

Cetak Cetak

Zat Besi dan Anak Anda

September 9, 2010 by windhi kresnawati · Leave a Comment 

Pernah terbersit dalam pikiran anda, mengapa begitu banyak produk makanan sereal dan susu formula diperkaya dengan zat besi? Besi adalah bahan yang dibutuhkan untuk membuat hemoglobin, komponen pembawa oksigen dari sel darah merah.

Sel darah merah akan bersirkulasi di seluruh tubuh untuk mensuplai oksigen ke semua sel dalam tubuh. Tanpa cukup zat besi, tubuh tidak dapat membuat sel darah merah yang cukup, dan jaringan dan organ tidak akan mendapatkan oksigen yang mereka butuhkan. Jadi, sangat penting untuk anak-anak dan remaja untuk mendapatkan cukup zat besi dalam makanan sehari-hari.

Berapa Banyak Zat Besi yang Dibutuhkan Anak?

Kebutuhan zat besi pada setiap anak berbeda pada setuap usia dan tahap perkembangan.  Berikut ini, jumlah zat besi yang harus di dapatkan oleh mereka, berdasarkan usia dan tahap perkembangan:

  • Bayi yang masih mendapat ASI, cenderung memperoleh cukup zat besi dari ibu mereka sampai usia 4-6 bulan, saat MPASI misalnya sereal yang diperkaya zat besi biasanya diperkenalkan (meskipun ibu menyusui harus terus memberikan ASI). Untuk bayi yang memperoleh susu formula, sebaiknya mendapatkan susu formula yang kaya akan zat besi.
  • Bayi usia 7-12 bulan membutuhkan 11 mg zat besi per hari. Sedangkan bayi yang usianya kurang dari 1 tahun, harus mendapatkan MPASI yang diperkaya dengan zat besi.
  • Anak-anak berusia 1-12 tahun membutuhkan 70-10 mg zat besi setiap harinya.
  • Anak remaja laki-laki harus mendapatkan 11 mg zat besi setiap harinya dan anak remaja perempuan harus mendapatkan 15 mg.  (Remaja adalah tahap dengan pertumbuhan yang cepat dan gadis-gadis remaja sangat membutuhkan pengganti zat besi untuk menggantikan kehilangan zat besi tiap bulannya ketika mereka mengalami menstruasi.)
  • Atlet muda yang secara teratur melakukan olah raga berat cenderung kehilangan besi lebih banyak namun dapat memenuhi zat besi tambahan dalam makanan mereka.

Apa itu Defisiensi Besi?

Defisiensi besi (ketika persediaan zat besi dalam tubuh menjadi berkurang) bisa menjadi masalah bagi beberapa anak, terutama balita dan remaja (terutama gadis-gadis saat menstruasi setiap bulannya). Bahkan, banyak remaja putri beresiko kekurangan zat besi – walaupun sedang tidak berada pada masa menstruasi – jika makanan mereka tidak mengandung cukup besi untuk mengimbangi hilangnya sel darah merah yang mengandung besi selama menstruasi. Selain itu, atlet remaja kehilangan zat besi melalui berkeringat dan rute lain selama sedang melakukan aktivitas olahraga yang intensif.

Setelah usia 12 bulan, balita akan beresiko mengalami kekurangan zat besi karena mereka sudah tidak lagi minum susu formula yang diperkaya zat besi dan tidak lagi makan sereal bayi yang kaya akan zat besi atau makanan lain yang cukup mengandung zat besi.

Banyak minum susu sapi (sekitar 710 ml setiap hari) juga dapat membuat anak berisiko terhadap kekurangan zat besi. Ingin tahu kenapa:

  • Susu sapi rendah akan zat besi.
  • Anak-anak, terutama balita, apabila terlalu banyak minum susu sapi cenderung menjadi kurang lapar sehingga makanan yang kaya akan zat besi tidak di konsumsi.
  • Susu akan mengganggu penyerapan zat besi dan juga bisa mengganggu lapisan pada usus, yang dapat menyebabkan sejumlah kecil perdarahan sehingga zat besi akan hilang melalui tinja/kotoran.

Kekurangan zat besi dapat mempengaruhi pertumbuhan dan berpotensi untuk menyebabkan gangguan belajar dan perilaku. Dan hal tersebut akan berlanjut menjadi anemia defisiensi besi (berkurangnya jumlah sel darah merah dalam tubuh).

Banyak orang dengan anemia defisiensi besi tidak memiliki tanda dan gejala karena itu pasokan besi tubuh habis secara perlahan-lahan. Namun, selama anemia berlangsung, beberapa gejala dapat muncul:

  • Kelelahan dan kelemahan
  • Kulit dan selaput lendir yang pucat
  • Detak jantung yang cepat atau munculnya bunyi jantung yang baru (diketahui melalui  pemeriksaan dokter)
  • Menjadi lekas marah
  • Menurunnya nafsu makan
  • Mengeluhkan pusing atau perasaan pusing

Jika anak Anda memiliki gejala-gejala tersebut, konsultasikan dengan dokter Anda, yang mungkin akan menyarankan anda untuk melakukan tes darah sederhana untuk mencari terjadi defisiensi zat besi, dan dapat memberikan resep suplemen zat besi. Namun, karena konsumsi zat besi yang berlebihan juga dapat menyebabkan masalah kesehatan, maka anda tidak boleh memberi anak anda suplemen besi tanpa terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter anda.

Zat Besi di Dalam Makanan Setiap Hari

Meskipun besi dari sumber daging lebih mudah diserap oleh tubuh daripada besi yang berasal  dari makanan nabati, semua makanan yang kaya zat besi dapat membuat diet lebih bergizi:

  • Daging merah
  • Unggas
  • Ikan tongkol
  • Ikan salmon
  • Telur
  • Tahu
  • Gandum
  • Kacang kering dan kacang polong
  • Buah kering
  • lSayuran hijau
  • Cereals

Berikut adalah cara lain anda dapat memastikan anak-anak mendapatkan cukup zat besi:

  • Batasi asupan susu mereka sekitar 473-710 ml/hari.
  • Tetap berikan sereal yang diperkaya zat besi melayani sampai anak-anak berusia 18-24 bulan.
  • Sajikan makanan yang kaya zat besi bersama makanan yang mengandung vitamin C – seperti tomat, brokoli, jeruk, dan stroberi. Vitamin C berfungsi untuk meningkatkan penyerapan zat besi.
  • Hindari kopi atau teh pada saat makan – keduanya mengandung tanin yang dapat mengurangi penyerapan zat besi.
  • Jika Anda memiliki anggota keluarga yang seorang vegetarian, memantau atau dia diet untuk membuatnya memperoleh besi yang cukup. Karena besi dari sumber daging lebih mudah diserap dari besi dari sumber tanaman, Anda mungkin perlu menambah makanan yang diperkaya zat besi untuk diet vegetarian.

Sediakanlah bahan makanan yang diperkaya dengan zat besi, terutama terhadap bahan makanan yang digunakan setiap harinya. Dan pastikan untuk mengajarkan kepada anak-anak bahwa besi merupakan bagian penting dan sehat yang harus berada dalam bahan makanan. (olien)

Sumber : www.kidshealth.com

Share on Facebook


*