Wednesday, September 3, 2014

Cetak Cetak

VBAC, Lahir Normal setelah Caesar

October 18, 2010 by windhi kresnawati · 9 Comments 

Cesar adalah proses melahirkan bayi melalui sayatan operasi yang dibuat pada perut dan rahim ibu. Sejak dahulu dipercaya bahwa sekali seorang ibu melakukan cesar, maka bayi-bayi berikutnya harus dilahirkan melalui proses cesar juga.

Saat ini, diketahui bahwa wanita yang pernah melakukan cesar sebelumnya masih bisa melakukan proses persalinan melalui vagina dengan aman. Hal ini disebut dengan istilah VBAC (Vaginal Birth After Cesarean). VBAC merupakan pilihan yang cukup aman bagi banyak wanita. Meskipun demikian tidak setiap wanita dapat melakukan VBAC, selain itu ada beberapa resiko pula yang harus diketahui sebelumnya. Pada tulisan ini akan dibahas:

  • Mengapa anda mungkin berpikir untuk mencoba VBAC
  • Apa saja resikonya
  • Apakah VBAC tepat bagi anda

Alasan untuk Mempertimbangkan VBAC

Dari para wanita yang mencoba VBAC, 60-80% berhasil dan bisa melahirkan melalui vagina. Kesuksesan ini tergantung alasan kenapa sebelumnya dilakukan cesar.  Ada beberapa alasan yang mungkin membuat para wanita berpikir untuk mencoba VBAC dibanding untuk melakukan cesar untuk kehamilan berikutnya:

  • Tidak ada operasi perut sebelumnya
  • Lama rawat di rumah sakit pasca melahirkan jadi lebih singkat
  • Resiko infeksi lebih rendah
  • Perdarahan lebih sedikit
  • Kemungkinan untuk transfusi darah lebih kecil

Resiko VBAC

VBAC memiliki resiko dan keuntungan. Dengan VBAC, ada resiko sobeknya bekas luka operasi cesar terdahulu pada saat persalinan. Juga ada resiko ruptur rahim, walaupun sangat jarang akan tetapi merupakan masalah serius yang bisa membahayakan anda dan bayi anda. Jika setelah berkonsultasi dengan dokter disimpulkan bahwa anda memiliki resiko tinggi untuk mengalami ruptur rahim, sebaiknya tidak dilakukan VBAC.

Terkadang, ketika VBAC dipilih, pada akhirnya proses persalinan terpaksa tetap harus diakhiri dengan cesar. Hal ini dapat terjadi jika pada saat persalinan timbul masalah yang tidak diduga atau kondisi memburuk. Jika timbul masalah maka solusinya adalah proses persalinan cesar emergensi. Resiko infeksinya lebih tinggi bagi ibu maupun bayinya jika VBAC dilanjutkan dengan cesar.

Apakah VBAC tepat untuk Anda?

Dalam memutuskan bisa atau tidak anda melakukan VBAC, maka factor kuncinya adalah jenis sayatan pada rahim anda saat cesar sebelumnya. Ada beberapa tipe sayatan yang lebih mudah ruptur dibanding sayatan lainnya.

Pada persalinan cesar, satu sayatan dibuat pada dinding perut dan satu sayatan lagi pada rahim. Kedua sayatan tersebut menimbulkan bekas luka. Anda tidak dapat menyimpulkan jenis sayatan pada rahim anda dengan melihat jenis sayatan pada dinding perut. Hal ini harus dilihat dari data rekam medis anda. Jika tidak diketahui jenis sayatan pada rahim anda, mungkin anda bukan kandidat yang baik untuk VBAC.

Ada 3 tipe sayatan:

1.    Sayatan melintang rendah, sayatan dari sisi kiri ke kanan melintang melalui bagian bawah rahim yang lebih tipis

2.    Sayatan tegak rendah, sayatan dari atas ke bawah melalui bagian bawah rahim yang lebih tipis

3.    Sayatan tegak tinggi (sayatan klasik), sayatan dari atas ke bawah melalui bagian atas rahim

Wanita dengan jenis sayatan klasik memiliki resiko ruptur rahim yang lebih besar. Wanita yang sebelumnya telah melakukan cesar lebih dari satu kali juga memiliki resiko ruptur rahim yang lebih besar. VBAC mungkin bukan pilihan yang baik untuk mereka. Wanita yang telah melakukan persalinan vagina sebelumnya selain cesar biasanya memiliki kemungkinan keberhasilan VBAC lebih tinggi.

Faktor-faktor Lain untuk Dipertimbangkan

Faktor lain juga patut dipertimbangkan, antara lain masalah dengan plasenta, masalah dengan bayi dan kondisi medis tertentu selama kehamilan.

Seorang wanita masih dapat mencoba VBAC saat kehamilannya sudah lebih dari waktu yang seharusnya. Akan tetapi tingkat kesuksesan berkurang jika memerlukan proses induksi (obat atau cara lain untuk membantu memulai proses persalinan).

VBAC tidak dilakukan di semua rumah sakit. VBAC harus dilakukan di fasilitas yang mendukung operasi cesar emergensi jika nanti diperlukan.

Pada umumnya, wanita yang melakukan VBAC akan mengalami hal yang sama dialami oleh wanita lain. Janinnya akan dipantau dan epidural bisa diberikan untuk mengurangi nyeri persalinan.

Akhirnya…

VBAC dapat menjadi pilihan bagi banyak wanita. Apakah VBAC merupakan pilihan yang baik tergantung banyak factor.

Tidak ada proses persalinan yang tanpa resiko. Baik operasi cesar berulang dan VBAC memiliki resiko dan keuntungan. Timbanglah resiko dan keuntungannya sebelum anda memutuskan. Konsultasikan dengan dokter mengenai yang terbaik bagi anda dan bayi anda. (YOGA)

Sumber : American College Obstetrics and Gynecology

Share on Facebook

Comments

9 Responses to “VBAC, Lahir Normal setelah Caesar”
  1. andita says:

    saya termasuk salah satu ibu yang sangat sangat menginginkan VBAC untuk anak kedua saya jika saya hamil nanti. entah kenapa, walau tanpa kendala dan tanpa masalah dalam operasi caesar saya dulu, tapi saya tetap saya menyimpan rasa trauma dan ketakutan. saya takut proses anastesi, saya takut suntikan2 pasca operasi dan saya sangat trauma dengan proses kelahiran saya dulu…perawat dan dokter saling bergurau mengomentari bentuk tubuh saya yang memang gemuk karena hamil. setelah itu saya juga mengalami kebas pada perut sekitar jahitan yang berlangsung beberapa bulan. semua itu membuat saya tidak ingin lagi melakukan operasi caesar.

    jika tanpa data2 riwayat medis dari dokter sebelumnya, apakah mungkin saya bisa melakukan VBAC, karena saya sudah tidak mau menggunakan dokter kandungan yang sama.

  2. Mama Aya says:

    Saya punya pengalaman mengalami proses VBAC. Awalnya pesimis bisa lewati proses VBAC tp dengan doa dan usaha serta dukungan dari kluarga dan dokter, akhirnya saya bs lahirkan secara VBAC pd tgl 19 Juli kemaren, dengan brt badan bayi 3,6 kg.
    Dokter kandungan utk kehamilan yg kedua sama seperti kehamilan putra pertama, tidak ganti dokter kandungan.
    Beliau jg ndukung sy waktu sy bilang pengen lahiran normal.

  3. diana says:

    Saya punya 2 pengalaman melahirkan anak, yang pertama caesar karena berat badan bayi tidak memungkinkan untuk VBAC (4.5 kilo) walaupun sudah dilakukan usaha untuk VBAC. Untuk anak kedua berhasil VBAC dengan berat 3.5 kilo, prosesnya alami dan tidak menggunakan proses induksi. Menurut penjelasan dari dokter juga mengingat ketebalan rahim saya memungkinkan untuk VBAC.Alhamdulillah, keduanya sehat. Proses recovery jauh lebih cepat VBAC juga ASI relatif lebih cepat keluar. Saya menyusui anak kedua sampai usia 2.5 tahun.Subhanallah…

  4. umay says:

    Saya 2x melakukan caesar, hamil pertama kendalanya adalah adanya virus Rubella yang tdk terdeteksi, pada usia kehamilan 7 bulan oprasi terpaksa dilakukan karena sudah terjadi kontraksi yang disebabkan keringnya air ketuban.

    Awalnya proses persalinan di usahakan normal dengan induksi 2 botol dan memasang alat bantu pd dinding vagina, tp pada saat pemasangan itu saya di bius total karena saya merasa kesakitan dan akhirnya gak bisa karena ktnya terjadi pendarahan, itu menurut cerita suami saya karena saya di bius dan bangun2 sudah ada di ruang perawatan dan karena pendarahan sudah terjadi jadi dokter tdk berani untuk melakukan persalinan secara normal.

    Pada akhirnya pd hari yang sama caesar di lakukan pd mlm harinya (04 July 2009), dan lahirlah putra pertama saya yang tdk sempurna (hanya memiliki 1 otak), kt dokter itu krn virus Rubella. Dan anak saya hanya bertahan selama 14 jam (05 july 2009), pada keesokan paginya anak saya meninggal dunia.

    Untuk caesar yang ke-2 dilakukan karena jarak kehamilan pertama dengan ke-2 menurut dokter terlalu dekat (< 2thn), tp alhamdulillah caesar ke-2 berjalan dengan lancar dan lahir lah putra ke-2 dgn BB 3.1kg dan pnjg 48cm (25 january 2011).

    untuk kehamilan selanjutnya saya sangat berharap bisa VBAC, karena saya yakin pasti recovery lebih cepat dan berharap bisa punya anak lebih dari 2, berarti kan saya harus melahirkan 2x lagi sedangkan kalau caesar katanya max. 3x jadi kalau di jatah saya hanya bs 1 anak lg.

    Mudah2an jalan saya di mudahkan Allah SWT untuk bisa melahirkan normal.

  5. Zalfa says:

    Mudah2an semua ibu hamil yang menginginkan VBAC bisa berhasil,berjalan normal,lancar,gampang,aman,selamat,babynya sehat,sempurna,aminnnn.

  6. yuli says:

    anak pertama sy lahir normal dan anak kdua saya lahir sesar dikarenakan posisi kpala diatas dan bokong dibawah,,,tp sy ingin klahiran slanjutnya normal kira2 bs ga yah, dan sy mau beri jarak skitar 5 tahunan untuk anak sy krn anak pertm dg yg kdua jaraknya jg 5 tahun

  7. eka ria says:

    saya melahirkan anak pertama dgn operasi, karena panggul saya yang kecil dan berat anak yang 3,8kg.. kira2 anak ke 2 bisa gak lahir normal

  8. weny says:

    Saya sedang mengandung 2 bulan, anak yg ketiga.
    Anak pertama saya lahir dgn caecar, karna lamanya pembukaan dan saya sudah keletihan, namun saat saecar ditemukan ada miom yg memenuhi rahim saya hingga menutup jalan lahirnya putra pertama saya. Anak kedua, juga dgn saecar karna jaraknya sangat dekat, yg pertama diumur 5 bulan, saya sudah hamil lagi 3 bulan jadi dijadwalkan oleh dokter kandungan yg berbeda. Saya ingin sekali melahirkan secara normal, mengingat yg kedua sudah berumur 4 tahun.. semoga tidak ada masalah untuk melahirkan secara normal anak kami yg ketiga.. bagaimana caranya ya agar bisa lahir normal..???

  9. lina says:

    skrg saya sedang hamil anak kedua saya dan sdh memasuki umur kehamilan 9bulan.anak pertama saya lahir melalui proses sectio dengan jarak kehamilan kedua 2,5thn.tapi dokter spesialis saya bilang saya bisa mencoba melakukan VBAC krn sudah observe dari berbagai faktor selama 9bulan ini.skrg saya sedang menunggu lahirnya anak kedua saya,mudah2an semua berjalan lancar dan proses vaginal birth saya sukses.amiiiin


*