Monday, July 28, 2014

Cetak Cetak

Perdarahan Selama Kehamilan

October 18, 2010 by windhi kresnawati · 5 Comments 

Perdarahan vagina selama kehamilan banyak pentebabnya. Beberapa serius dan sisanya tidak. Perdarahan dapat terjadi pada awal kehamilan ataupun saat kehamilan sudah lanjut. Perdarahan ringan serinngkali berhenti sendiri. Terkadana, perdarahan dapat membawa resiko bagi anda dan bayi anda. Segera hubungi dokter jika terjadi perdarahan. Artikel ini akan menjelaskan:

  • Penyebab perdarahan
  • Tanda-tanda masalah
  • Apa yang bisa dilakukan

Perdarahan di Awal Kehamilan

Banyak wanita mengalami perdarahan vagina pada 12 minggu pertama kehamilan. Perdarahan dari serviks (leher rahim) dapat terjadi saat hubungan seksual. Infeksi pada serviks juga dapat menyebabkan perdarahan.

Jika anda mengalami perdarahan di awal kehamilan, dokter akan mengevaluasi panggul anda. Dokter akan menanyakan berapa banyak darah yang keluar dan berapa sering. Apakah disertai nyeri, dimana lokasinya dan derajat keparahannya.

Tes darah mungkin dilakukan untuk memeriksa kadar hormon hCG. Hormon ini dibuat tubuh anda selama kehamilan. Tes ini mungkin dilakukan beberapa kali karena hormone ini meningkat selama kehamlan. Golongan darah anda juga akan diperiksa untuk memeriksa apakah anda memerlukan penanganan untuk rhesus sensitifitas. USG juga mungkin digunakan untuk menemukan penyebab perdarahan. Terkadang penyebabnya tidak ditemukan.

Jika anda mengalami perdarahan selama kehamilan, anda mungkin membutuhkan perawatan khusus. Anda memiliki resiko untuk mengalami persalinan prematur, bayi berat lahir rendah atau keguguran.

Keguguran

Keguguran dapat disebabkan oleh masalah pada kehamilan. Perdarahan tidak selalu berarti akan terjadi keguguran. Sekitar 50% wanita hamil yang mengalami perdarahan tidak mengalami keguguran.

Keguguran dapat terjadi kapan saja dalam 5 bulan pertama. Paling sering terjadi dalam 13 minggu pertama. Insidensnya sekitar 15-20% dari kehamilan.

Berikut gejala dan tanda yang mengindikasikan keguguran:

  • Perdarahan vagina
  • Nyeri perut di perut bagian bawah (lebih sakit dibanding nyeri haid)
  • Ada jaringan (benda) yang keluar melalui vagina

Banyak wanita yang mengalami perdarahan vagina mengalami sedikit nyeri atau bahkan tidak nyeri sama sekali. Terkadang perdarahan berhenti dan kehamilan berlanjut. Lain waktu perdarahan dan nyeri semakin hebat dan bisa menyebabkan kehamilan.

Jika anda pikir telah keluar jaringan fetus dari vagina anda, bawa ke dokter untuk diperiksa di laboratorium.

Jika sebagian dari jaringan fetus masih ada yang tertinggal di dalam rahim, perdarahan seringkali berlanjut. Ada beberapa pilihan yang akan disarankan dokter anda. Bisa diberikan obat agar sisa jaringa keluar dari rahim. Bisa juga dilakukan kuretase. Bisa juga menggunakan alat hisap untuk mengisap sisa jaringan (kuret hisap). Terkadang lebih dari satu pilihan dibutuhkan.

Sebagian besar keguguran tidak bisa dicegah. Hal itu merupakan salah satu cara tubuh dalam menghadapi kehamilan yang abnormal. Tidak ada bukti bahwa hal ini disebabkan oleh hubungan seks dan olahraga. Stres atau kerja juga tidak terbukti menyebabkan keguguran. Jika anda keguguran bukan berarti anda tidak dapat mempunyai anak lagi. Juga tidak selalu berarti bahwa ada yang tidak beres dengan kesehatan anda. Jika anda mengalami keguguran dua kali berturut, sebaiknya anda konsultasikan ke dokter untuk dievaluasi lebih lanjut mengenai penyebab keguguran.

Kehamilan Ektopik

Kehamilan ektopik adalah kondisi dimana sel telur yang dibuahi oleh sperma tidak tertanam di dalam rahim., melainkan di tempat rahim, yang paling sering di saluran telur. Kehamilan ektopik menyebabkan nyeri dan perdarahan di awal kehamilan.

Resiko besar untuk kehamilan terjadi jika saluran telur sobek (ruptur). Ruptur memerlukan penanganan segera. Perdarahan yang terjadi mungkin internal. Kehilangan darah dapat menyebabkan kelemahan, pingsang, nyeri atau kematian.

Kehamilan ektopik lebih jarang dibanding keguguran. Insidensnya 1 dari 60 kehamilan. Wanita dengan resiko tinggi antara lain:

  • Infeksi pada saluran telur (seperti penyakit inflamasi rongga panggul)
  • Riwayat kehamilan ektopik sebelumnya
  • Operasi saluran telur

Perdarahan pada Kehamilan Lanjut

Penyebab perdarahan pada kehamilan lanjut berbeda dengan penyebab perdarahan pada awal kehamilan. Penyebab umum yang menyebabkan perdarahan ringan adalah inflamasi pada serviks atau pertumbuhan serviks. Hal ini dapat ditangani dengan obat-obatan.

Perdarahan hebat biasanya melibatkan masalah pada plasenta. Dua hal yang paling umum menjadi penyebabnya adalah lepasnya plasenta dari tempat menempelnya pada dinding rahim (abrupsio plasenta) dan plasenta previa. Peersalinan prematur juga dapat menjadi penyebab perdarahan.

Perdarahan pada kehamilan lanjut dapat memberikan ancaman pada ibu dan bayinya. Hal ini membutuhkan penanganan di rumah sakit atau persalinan.

Abrupsio Plasenta

Plasenta menempel pada dinding rahim dan akan terlepas dari tempat perlekatannya sebelum atau selama proses persalinan. Hal ini dapat menyebabkan perdarahan vagina, seringkali menimbulkan nyeri sekalipun perdarahan ringan atau tidak ada perdarahan.

Ketika plasenta terlepas, janin dapat kekurangan oksigen dan ini sangat berbahaya.

Insidensnya hanya sekitar 1%. Biasanya terjadi pada 12 minggu menjelang persalinan. Wanita dengan resiko tinggi antara lain:

  • Telah mempunyai anak
  • Usia lebih dari 35 tahun
  • Riwayat abrupsio sebelumnya
  • Menderita anemia sel sabit

Abrupsio plasenta dihubungkan dengan:

  • Tekanan darah tinggi
  • Cedera pada perut
  • Penggunaan kokain
  • Merokok

Abrupsio plasenta adalah masalah serius yang membahayakan ibu dan janin dan membutuhkan penanganan segera.

Plasenta Previa

Jika plasenta menempel di bagian bawah rahim, maka akan menutupi serviks. Artinya baik sebagian atau total, plasenta akan menghalangi jalan lahir bayi. Hal ini disebut plasenta previa. Plasenta previa dapat menyebabkan perdarahan seringkali tanpa disertai rasa sakit.

Insidensnya 1 dari 200 wanita. Resikonya antara lain:

  • Memiliki anak lebih dari 1
  • Riwayat persalinan cesar
  • Riwayat operasi pada rahim
  • Mengandung bayi kembar dua atau kembar tiga

Seperti halnya abrupsio plasenta, hal ini juga masalah serius yang harus ditangani dengan segera.

Persalinan

Pada akhir kehamilan, perdarahan vagina dapat merupakan tanda dimulainya persalinan. Sumbatan lendir yang tadinya menutupi serviks terlepas saat proses persalinan akan dimulai. Akibatnya sejumlah lendir dan darah keluar dari serviks. Hal ini disebut bloody show. Hal ini bukanlah masalah jika terjadi dalam 3 minggu dari perikiraan waktu persalinan. Jika terjadi lebih awal, dapat terjadi persalinan premature. Segera hubungi dokter anda.

Tanda-tanda persalinan premature antara lain:

  • Keluarnya cairan dari vagina
  • Perubahan tipe cairan yang keluar dari vagina (berair, berlendir atau darah)
  • Peningkatan dari cairan yang keluar melalui vagina
  • Penekanan pda panggul atau perut bawah
  • Nyeri pinggang belakang
  • Nyeri perut, dengan atau tanpa diare
  • Kontraksi regular atau rahim menegang

Saatnya Bertindak

Segera hubungi dokter anda jika mengalami perdarahan pada kehamlian lanjut. Anda akan dirawat untuk mengevaluasi penyebabnya. USG dilakukan, transfusi darah mungkin diperlukan dan anda mungkin akan dirawat beberapa hari.

Semua kondisi ini amat beresiko untuk ibu dan janinnya. Jika resikonya serius, mungkin bayi harus segera dilahirkan, terkadang dengan persalinan cesar. (Yoga)

Sumber : ACOG, Patient education pamphlet

Share on Facebook

Comments

5 Responses to “Perdarahan Selama Kehamilan”
  1. deky says:

    salam saya deky.istri saya hamil 22 mingggu, tp terjadi pendarahaan, lmayan agak banyak,,tp setelah di usg,plasenta masih normal di atas,.,saya mau bertanya apakah tidak akan terjadi apa apa terhadap janin yg di kandung nya kerena pendarahan.tolong bls ke imail saya terima kasih

  2. Dd says:

    Dok,sy hml ke5.usia 29.sjk khmln 20mgg,sy smpt flek tp ktk diprksa n usg kndisi janin n khmln baik2.msk 21mg,sy mnglmi pndrhn agk bnyk dan ktk diprks n usg doktr blng pndrhn disbbkn adany prgsran plsenta.sminggu kmdian sy pndrhan lg dan lmyn bnyk dibndng sblmnya.ktk diprks dr mnytkn klo sy plsenta previa dan kndsi janin msh bgs.skrng khmln sy msk 23mgg.sy msh mnglmi pndrhn trutm ktk buang air kecil slalu disrtai darah.doktr hny mnyrnkan utk bedrest n dibri obt anti mulas.sy blm mncb opini lain dr obgyn yg lain.dr mnyrnkn klo pndrhn sy bnyk ato prgrkn janin melemah sy hrs sgr ke rumah sakit.sy smpt khwtr klo pndrhn terus mnrus apakh bs mrusak plasenta dan membhykan janin.mohon masukannya

  3. endah pujiharti says:

    saya sedang mengandung, usia kandungannya 24 minggu. hasil pemeriksaan terakhir dokter menyatakan bahwa plasenta saya menempel, namun alhamdulillah sampai saat ini tidak terjadi pendarahan. namun informasi dari dokter kandungan saya bahwa hal tersebut dapat membahayakan saya ataupun janin saya. dapatkah dokter memberikan informasi sebaiknya tindakan apa yang harus saya lakukan agar saya dan janin dapat terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. karna pinggang saya bagian belakangpun luar biasa sakitnya walaupun tidak sedang melakukan aktivitas apa-apa. juga pada jalan lahir seperti terasa adanya getaran terus menerus. sehingga setiap merubah posisi duduk ataupun berjalan seperti janin menekan kebawah.
    mohon saya mendapatkan jawaban melalui email saya.
    terima kasih

  4. putry says:

    pgie dok
    aku cma mau tanya
    seminggu yang lalu saya mengalami pendarahan saat hamil dan ad gumpalan darah yg kluar
    dan sekarang sudah tidak keluar lagi gimana ya dok ?
    apa saya harus periksa k dokter atau bagaimana ??

  5. hendrick says:

    istri saya berumur 31tahun sekarang sedang mengandung 4bln anak yg ke3 yg pertama lahir cesar yg ke2 keguguran dan dikiret waktu berumur 3bln yg ingin sy tnyakan pd dokter 2hr yg lalu istri sy mengalami pendarahan dan sdh di usg kt dokternya tidak kenapa2 kira2 apakah ini tidak mengganggu dengan perkembangan janin yang ada dalam rahim istri saya dok mohon penjelasannya karna saya sebagai suami sangat menghawatirkannya dok terimakasih atas penjelasannya.


*