Monday, September 1, 2014

Cetak Cetak

Antibiotik Profilaksis

March 14, 2011 by admin · Leave a Comment 

Definisi

Profilaksis adalah tindakan yang diambil untuk menjaga kesehatan dan mencegah penyebaran penyakit. Artikel ini menekankan pembahasan pada “antibiotik profilaksis” dan penggunaan antibiotik untuk mencegah infeksi.

Maksud

Antibiotik terkenal dengan keampuhannya dalam mengatasi infeksi. Tetapi, pada beberapa kondisi khusus, beberapa jenis antibiotik dirujuk oleh tenaga medis dengan maksud mencegah infeksi. Contoh, manusia yang memiliki katup jantung yang tidak normal memiliki resiko infeksi katup jantung yang sangat tinggi apabila ia harus menjalani pembedahan. Sebabnya adalah bakteri dari bagian lain tubuh yang masuk kedalam aliran darah saat pembedahan berlangsung mengalir menuju katup jantung. Infeksi ini dapat dicegah dengan memberikan antibiotik sebelum menjalani pembedahan apapun, termasuk pembedahan gigi.

Antibiotik dapat diresepkan oleh tenaga medis untuk mencegah infeksi pada manusia dengan sistem kekebalan tubuh yang melemah, misalnya pengidap AIDS atau pengidap kanker yang menjalani kemoterapi. Tetapi kadangkala, terapi antibiotik sebagai pencegahan juga dilakukan pada manusia dengan sistem kekebalan tubuh yang kuat, jika mereka akan menjalani pembedahan yang memiliki tingkat resiko infeksi tinggi.

Semua keputusan menyangkut pemakaian antibiotik untuk pencegahan harus diberikan dari seorang dokter.

Penggunaan antibiotik yang berlebihan dapat menimbulkan resistensi sehingga pemakaian antibiotik untuk pencegahan hanya direkomendasikan untuk waktu yang singkat.

Deskripsi:

Contoh obat yang digunakan untuk antibiotik profilaksis adalah amoxicillin (jenis penicillin) dan fluoroquinolones seperti ciprofloxacin dan Trovafloxacon. Obat-obatan ini hanya tersedia melalui rekomendasi dokter, dalam bentuk tablet, kapsul, cairan dan injeksi.

Untuk profilaksis pada pembedahan, jenis yang direkomendasikan adalah cephalosporin. Kelas ini termasuk cefazolin, cefamandole, cefotaxime dan lainnya. Pilihan obat bergantung pada spektrum dan tipe bakteri yang akan dihadapi. Misalnya, pada operasi usus, terdapat banyak bakteri anaerob sehingga butuh cefoxitin . Contoh lain, pada operasi jantung, tidak ada anaerob, sehingga cefazolin lebih cocok.

Rekomendasi dosis

Rekomendasi dosis bergantung pada jenis antibiotik yang dipilih dokter dan alasan penggunaannya. Untuk ketepatan dosis, pasien disarankan berkonsultasi dengan dokter atau dokter gigi yang merekomendasikan.  Pasien  harus mematuhi peraturan tata laksana konsumsi antibiotik yang direkomendasikan. Tidak kurang, tidak juga lebih.

Rekomendasi dosis untuk profilaksis pembedahan bervariasi. Awalnya, antibiotik profilaksis diberikan kepada pasien sudah akan masuk ruang bedah, dan dilanjutkan selama 48 jam setelah pembedahan. Riset terkini memberikan indikasi bahwa dosis tunggal antibiotik yang diberikan segera sebelum pembedahan dimulai sama efektifnya dalam mencegah infeksi, namun disisi lain, masa konsumsi yang dipersingkat ini mengurangi resiko resistensi.

Kehati-hatian

Peringatan dibawah terutama mengacu pada efek dari obat yang dikonsumsi dalam dosis kelipatan. Ketika antibiotik profilaksis digunakan sebagai dosis tunggal, efek samping yang timbul jarang muncul. Pengecualian pada pasien yang alergi antibiotik. Karena cephalosporins berhubungan dengan penicillin, pasien yang alergi dengan penicillin sebaiknya menghindari cephaloshorin.

Jika pengobatan menyebabkan rasa mual, muntah atau diare, pasien disarankan untuk segera konsultasi dengan dokter atau dokter gigi yang merekomendasikan terapi tersebut. Pasien yang mengkonsumsi antibiotik profilaksis untuk pembedahan tidak dibolehkan menunggu hingga hari pembedahan untuk melaporkan keadaan yang dialami terkait dengan obat yang dikonsumsi. Para dokter harus segera diberi informasi mengenai masalah kesehatan yang muncul.

Pasien disarankan untuk meninjau penjelasan detil dari obat yang direkomendasikan, misalnya penicillin atau fluoroquinolones.

Efek Samping

Antibiotik memiliki efek samping. Pasien harus mengetahui dengan jelas penjelasan detil mengenai efek samping antibiotik tertentu. Siapapun yang mengalami gejala yang tidak biasa setelah, mengkonsumsi antibiotik sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter pemberi rekomendasi.

Interaksi

Antibiotik apakah digunakan baik untuk pengobatan atau profilaksis tetap dapat berinteraksi dengan obat yang lain. Bila hal ini terjadi maka efek dari satu atau kedua obat tersebut dapat berubah atau risiko efek samping dapat menjadi lebih besar. Setiap pasien yang akan menggunakan antibiotik harus menginformasikan kepada dokter mengenai semua obat lain yang digunakannya dan mendiskusikan kemungkinan interaksi obat yang dapat terjadi.

Sumber :

http://www.surgeryencyclopedia.com/Pa-St/Prophylaxis-Antibiotic.html

Share on Facebook


*