Tuesday, July 22, 2014

Cetak Cetak

Pertanyaan Seputar Resistensi Antibiotik

March 14, 2011 by admin · 2 Comments 

T: Apa yang dimaksud dengan resistensi antibiotik?

J: Resistensi antibiotik adalah kemampuan bakteri atau mikroba lainnya untuk menahan efek suatu antibiotik. Resistensi antibiotik timbul ketika bakteri berubah sedemikian rupa sehingga mengurangi atau menghilangkan efektivitas obat, zat kimia, atau agen lain yang ditujukan untuk menyembuhkan atau mencegah infeksi. Bakteri tersebut bertahan dan terus berlipat ganda menyebabkan bahaya lebih lanjut.

T: Mengapa saya harus khawatir tentang resistensi antibiotik?

J: Resistensi antibiotik telah disebut sebagai salah satu masalah kesehatan masyarakat di dunia yang paling mendesak. Hampir tiap jenis bakteri menjadi semakin kuat dan semakin kurang responsif terhadap terapi antibiotik saat benar-benar dibutuhkan. Bakteri yang resisten terhadap antibiotik dapat dengan cepat menyebar ke anggota keluarga, teman sekolah, dan rekan kerja – mengancam masyarakat dengan galur (strain) baru dari penyakit infeksi yang lebih sulit disembuhkan dan lebih mahal untuk diobati. Itulah alasan resistensi antibiotik merupakan salah satu di antara perhatian utama dunia.

Resistensi antibiotik dapat menyebabkan bahaya nyata dan penderitaan bagi anak-anak dan orang dewasa yang mengalami infeksi biasa yang dulunya dengan mudah dapat diobati dengan antibiotik. Mikroba dapat menimbulkan resistensi terhadap obat-obatan tertentu. Miskonsepsi yang umum beredar adalah bahwa tubuh seseorang menjadi kebal terhadap obat-obatan tertentu. Padahal sebenarnya mikroba-lah, bukan orang, yang menjadi kebal terhadap obat-obat tersebut.

Jika suatu mikroba kebal atau resisten terhadap banyak obat, menangani infeksi yang disebabkannya dapat menjadi sulit atau bahkan tidak memungkinkan. Seseorang dengan suatu infeksi yang resisten terhadap obat tertentu dapat menyebarkan infeksi resisten tersebut ke orang lain. Dengan cara ini, penyakit yang sulit ditangani dapat menyebar dari satu orang ke orang lain. Dalam beberapa kasus, penyakit tersebut menimbulkan kecacatan berat atau bahkan kematian.

T: Mengapa bakteri menjadi kebal terhadap antibiotik?

J: Penggunaan antibiotik mendorong berkembangnya bakteri resisten antibiotik. Tiap kali seseorang meminum antibiotik, bakteri yang sensitif mati, tetapi kuman yang kebal mungkin tersisa dan berkembang biak. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat berulang kali merupakan penyebab utama meningkatnya bakteri resisten terhadap obat.

Antibiotik harus digunakan untuk mengobati infeksi bakteri, namun antibiotik tidak efektif melawan infeksi virus seperti selesma (common cold-batuk pilek), sebagian besar radang tenggorokan, dan flu. Penggunaan luas antibiotik mendorong penyebaran resistensi antibiotik. Penggunaan antibiotik yang cerdas merupakan kunci untuk mengendalikan penyebaran resistensi.

Antibiotik membunuh bakteri, bukan virus.

T: Bagaimana bakteri menjadi kebal terhadap antibiotik?

J: Resistensi antibiotik terjadi ketika bakteri berubah sedemikian rupa sehingga mengurangi atau menghilangkan efektivitas obat, zat kimia, atau agen lainnya yang ditujukan untuk menyembuhkan   infeksi. Bakteri tersebut bertahan dan terus berkembang biak menyebabkan bahaya lebih lanjut. Bakteri dapat melakukan hal tersebut melalui berbagai mekanisme. Beberapa bakteri mengembangkan kemampuan untuk menetralisir antibiotik sebelum antibiotik dapat membahayakan bakteri tersebut, lainnya dapat dengan cepat memompa antibiotik keluar, dan lainnya lagi dapat mengubah tempat dimana antibiotik seharusnya menyerang bakteri tersebut sehingga antibiotik tidak dapat mempengaruhi fungsi bakteri.

Antibiotik membunuh atau menghambat pertumbuhan bakteri yang rentan. Kadang salah satu bakteri tersebut bertahan karena mempunyai kemampuan untuk menetralisir atau menghindar dari efek antibiotik; bakteri tersebut kemudian dapat melipat ganda dan menggantikan semua bakteri yang telah terbunuh. Paparan terhadap antibiotik kemudian menimbulkan tekanan positif yang membuat bakteri yang bertahan semakin mungkin menjadi kebal. Selain itu, bakteri yang sebelumnya rentan terhadap antibiotik dapat memperoleh kekebalan melalui mutasi materi genetik atau dengan memperoleh bagian dari DNA yang mengkode sifat resistensi dari bakteri lain. DNA yang mengkode resistensi dapat dikelompokkan dalam satu paket yang mudah dipindah-pindahkan. Hal ini berarti bakteri dapat menjadi kebal terhadap banyak agen antimikroba berkat pemindahan satu bagian DNA.

Seiring waktu, penggunaan obat antimikroba akan mengakibatkan berkembangnya galur bakteri yang kebal sehingga menyulitkan upaya dokter untuk memilih antimikroba yang tepat untuk mengobati.

T: Bagaimana saya dapat mencegah infeksi yang kebal terhadap antibiotik?

Hanya gunakan antibiotik jika benar bermanfaat sesuai indikasi.

J: Dengan membaca artikel ini, Anda mengambil langkah pertama untuk mengurangi resiko mendapat infeksi dari bakteri yang kebal terhadap antibiotik. Penting untuk dipahami bahwa meskipun merupakan obat yang sangat bermanfaat, antibiotik ditujukan untuk infeksi bakteri dan tidak berguna untuk infeksi virus seperti pilek, batuk, atau flu. Beberapa tips yang harus diingat:

1.      Bicarakan dengan penyedia layanan kesehatan Anda mengenai resistensi antibiotik:

o        Tanyakan apakah antibiotik ada gunanya untuk penyakit Anda

o        Tanyakan hal lain apa yang dapat Anda lakukan agar lebih cepat sembuh

2.      Jangan minum antibiotik untuk infeksi virus seperti pilek atau flu.

3.      Jangan simpan beberapa dari antibiotik Anda untuk lain kali Anda sakit. Buang semua sisa obat begitu Anda menyelesaikan terapi yang diresepkan.

4.      Minum antibiotik sesuai dengan perintah dokter. Habiskan obat yang diresepkan walaupun Anda telah merasa lebih baik. Jika pengobatan dihentikan terlalu cepat, beberapa bakteri dapat bertahan dan menginfeksi kembali.

5.      Jangan minum antibiotik yang diresepkan untuk orang lain. Antibiotik tersebut belum tentu tepat untuk penyakit Anda. Meminum obat yang salah dapat menunda penanganan yang tepat dan membiarkan bakteri berkembang biak.

6.      Jika petugas kesehatan Anda memastikan bahwa Anda tidak mengalami infeksi bakteri, tanyakan cara untuk membantu meredakan gejala yang Anda alami. Jangan memaksa mereka untuk meresepkan antibiotik.

T: Bagaimana penyedia layanan kesehatan dapat membantu mencegah penyebaran resistensi antibiotik?

J: Cegahlah penyebaran resistensi antibiotik dengan:

  • Hanya meresepkan terapi antibiotik jika sesuai indikasi dan dapat memberikan manfaat bagi pasien.
  • Menggunakan obat yang ditujukan untuk patogen yang paling mungkin.
  • Menggunakan antibiotik dengan dosis dan durasi yang tepat.

Sumber :

http://www.cdc.gov/getsmart/antibiotic-use/anitbiotic-resistance-faqs.html

Share on Facebook

Comments

2 Responses to “Pertanyaan Seputar Resistensi Antibiotik”
  1. Smart Momy says:

    Jika baby diberi Antibiotik oleh DSA,dgn diagnosa penyakitnya ISPA, dan sy sudah terlanjur memberi AB kepada baby, apakah ABnya boleh langung distop?atau tetap diteruskan? thanks

  2. wahyu X-Friends says:

    CARA PENANGGULANGAN RESISTENSI ANTIMIKROBA?


*