Friday, April 25, 2014

Cetak Cetak

Mengenali Tanda-tanda Dehidrasi

August 22, 2011 by windhi kresnawati · 1 Comment 

Dehidrasi adalah keadaan dimana tubuh kekurangan cairan. Salah satu penyebab tersering dehidrasi pada anak adalah diare muntah. Tatalaksana diare akut pada anak  bertujuan mencegah dehidrasi.

Dehidrasi yang berat sangat sulit diatasi karena memerlukan terapi cairan yang agresif bahkan pemasangan infus. Kita sudah membahas bagaimana mencegah dehidrasi pada anak dalam artikel “mengenal cairan rehidrasi oral”, saat ini kami akan membahas mengenai tanda-tanda dehidrasi yang perlu dipantau oleh orang tua di rumah.

Berat badan

Anak dengan dehidrasi mengalami penurunan berat badan, memang sulit menilainya karena timbangan bukan alat yang lazim tersedia di rumah.

Perhatikan buang air kecil anak.

Sangat penting memperhatikan buang air kecil anak saat diare. Apabila tubuh kita kekurangan cairan maka produksi air seni akan berkurang. Pada saat kekurangan cairan, air seni akan lebih pekat, jumlahnya lebih sedikit bahkan tidak berkemih sama sekali. Anak anda mengalami dehidrasi jika belum berkemih lebih dari 6-8 jam.

Perhatikan keinginan minum anak.

Pada saat dehidrasi, rasa haus akan muncul sebagai kompensasi. Tanda kehausan dapat dilihat dari usahanya yang meningkat saat minum, anak mengikuti sendok atau cangkir saat dilepaskan dari mulutnya. Anak dengan dehidrasi berat akan sangat lemas bahkan sangat lemas untuk minum, dan anak tidak nampak kehausan. Kondisi tersebut perlu dibedakan dengan anak yang tidak dehidrasi. Anak yang tidak dehidrasi tidak mau minum karena mereka tidak haus, dan tidak disertai dengan tanda dehidrasi lainnya. Anak dengan dehidrasi berat tidak mau minum karena ia sangat lemah untuk minum dan disertai dengan tanda dehidrasi lainnya.

Perhatikan air mata dan mulut.

Anak yang tidak dehidrasi akan memproduksi air mata saat menangis, sedangkan anak yang dehidrasi mata tetap kering saat menangis. Anak yang dehidrasi matanya lebih cekung dan mulutnya lebih kering.

Perhatikan kesadaran anak.

Anak dengan dehidrasi lebih lemas dan tidak bertenaga, bahkan pada dehidrasi berat anak kehilangan kesadaran dan tidak respon meski dirangsang. Jangan tunggu anak anda mengalami penurunan kesadaran, lakukan rehidrasi segera jika anak anda diare-muntah.

Cubitan kulit perut

Anak dengan dehidrasi, cubitan kulit perutnya keriput dan kembali sangat lambat. Cubitan kulit tidak menjadi standar deteksi dehidrasi untuk semua anak. Pada anak yang obesitas misalnya, akibat lapisan lemak yang tebal, cubitan kulit tidak berubah meskipun anak dehidrasi. Pada anak yang terlalu kurus atau pada lanjut usia, cubitan kulit dapat kembali lambat tetapi bukan disebabkan oleh dehidrasi. (win)

Share on Facebook

Comments

One Response to “Mengenali Tanda-tanda Dehidrasi”
  1. ya stuju,usahan anak slalu sht


*