Thursday, October 23, 2014

Cetak Cetak

Antibiotik

December 31, 2011 by windhi kresnawati · 2 Comments 

Berkenalan dengan antibiotik

antibiotik adalah bahan kimia yang memiliki efek besar dalam melawan infeksi, termasuk penyakit menular untuk jangka panjang. Namun, antibiotik dapat membahayakan apabila tidak digunakan dengan cara yang tepat. Anda dapat melindungi diri anda dan keluarga dengan mengetahui kapan anda membutuhkan antibiotik, dan kapan tidak.

Apakah antibiotik berkhasiat melawan semua jenis infeksi?

Tidak. antibiotik hanya bekerja melawan infeksi yang disebabkan oleh bakteri, jamur, dan beberapa jenis parasit. Mereka tidak digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh virus. Virus sendiri, menyebabkan flu, batuk, dan radang tenggorokan.

“resisten antibiotik?”

Resisten antibiotik dan resisten bakteri, adalah dua hal yang menjelaskan kondisi yang sama. Biasanya, antibiotik bekerja untukmembunuh bakteri atau menghentikan pertumbuhan dari bakteri tersebut. Namun, beberapa bakteri menjadi resisten atau menjadi kebal tehadap beberapa jenis antibiotik. Hal ini berarti, antibiotik sudah tidak efektif untuk mematikan bakteri tersebut. Bakteri mudah kebal terhadap suatu antibiotik, ketika obat tersebut digunakan terlalu sering, atau tidak pada tempatnya (misalnya, minum obat antibiotik hanya setengah dari yang diresepkan oleh dokter).
Bakteri yang tahan terhadap satu jenis antibiotik, dapat saja di tangani dengan antibiotik yang lain. Obat jenis lain ini mungkin saja diberikan memalu pembuluh darah (vena), di rumah sakit. Beberapa jenis bakteri yang tahan terhadap antibiotik, saat ini, tidak dapat di tangani.

Apa yang dapat anda lakukan untuk menolong diri anda dan keluarga?

Jangan antibiotik untuk menyembuhkan setiap penyakit. Jangan menggunakan antibiotik untuk penyakit yang disebabkan virus, seperti pilek atau flu. Bahkan, hal terbaik yang harus sering anda lakukan adalah membiarkan flu dan pilek itu sembuh dengan sendirinya. Kadang-kadang, flu bisa berlangsung sampai dua minggu, bahkan lebih. Jika kesehatan anda semakin memburuk setelah dua minggu, maka disarankan untuk menemui dokter keluarga anda. Dokter juga akan memberikan sara apa yang dapat membantu mengatasi keluhan-keluhan yang muncul selama tubuh anda sedang melawan infeksi virus ini.

Kapan saya harus minum antibiotika?

Jawabannya tergantung dari apa yang menyebabkan infeksi tersebut. Di bawah ini, ada beberapa panduan dasar:
✓ Demam dan flu. Virus menyebabkan dua kondisi tadi. Dan kondisi ini tidak dapat disembuhkan dengan menggunakan antibiotik.
✓ Batuk atau bronkhitis. Virsu hampir selalu menyebabkan kondisi ini. Namun, jika anda memliki masalah dengan paru paru atau memiliki penyakit yang sudah cukup lama, maka bakteri dapat menjadi penyebab munculnya kondisi tersebut. Dokter anda mungkin saja memutuskan untuk mencoba memberikan antibiotik untuk menangani masalah tersebut.
✓ Radang tenggorokan. Kebanyakan kasus radang tenggorokan, disebabkan oleh virus dan tidak membutuhkan antibiotik. Namun, untuk strep throat disebabkan oleh bakteri. Dokter anda akan memastikan apakah anda mengalami radang tenggorokan karena bakteri, sehingga perlu untuk diresepkan antibiotik atau tidak.
✓ Infeksi telinga. Ada beberapa jenis infeksi pada teling. antibiotik digunakan untuk beberapa jenis (tidak semua) infeksi telinga.
✓ Sinusitis. antibiotik sering digunakan untuk mengobati sinusitis. Bagaimanapun, hidung yang disertai dengan cairan kental berwarna hijau atau kunging, tidak berarti harus menggunakan antibiotik.

Apa lagi yang anda perlu ketahui?

Jika dokter anda memberi resep antibiotika kepada anda, pastikan bahwa anda harus menghabiskan obat tersebut, walaupun beberapa hari setelah minum obat anda telah merasa lebih baik. Hal ini akan menurunkan risiko timbulnya resisten bakteri terhadap antibiotik tersebut.

Jangan pernah minum antibiotik tanpa resep dokter. Jika anda masih memiliki sisa antibiotik dari sakit anda sebelumnya, jangan diminum, kecuali jika dokter membolehkan. Antibiotik yang tersisa tersebut, mungkin tidak efektif terhadap apapun penyakit atau kondisi anda. Walaupun efektif, obat yang tersisa tersebut tidak cukup untuk membunuh seluruh bakteri di tubuh anda. Bukan hanya sakit yang menjadi lama, namun risiko bakteri akan resisten terhadap antibiotika akan meningkat.

Anda dapat mencegah jatuh sakit, yaitu dengan melakukan pola hidup bersih. Cuci tangan anda dengan sabun dan air, terutama setelah anda selesai dari kamar mandi, setelah bersentuhan dengan feses (setelah mengganti popok anak anda) dan sebelum makan.

Written by familydoctor.org editorial staff, diterjemahkan oleh olien s.

Share on Facebook

Comments

2 Responses to “Antibiotik”
  1. dewi permatasari says:

    Thankks for info yg sangat berguna…

  2. jihan says:

    infonya berguna sekali ni…terimakasih ya..


*