Sunday, October 26, 2014

Cetak Cetak

Transfusi darah

July 18, 2013 by windhi kresnawati · Leave a Comment 

Transfusi yang ideal pada pasien Thalasemia adalah:

-          Bertujuan mempertahakankan fungsi dan kualitas sel darah merah untuk memastikan transport oksigen yang adekuat.

-          Menggunakan donor berkualitas.

-          Mencapai kadar hemoglobin normal

-          Mencegah efek samping dari transfusi darah.

Jenis darah terbaik yang diberikan pada pasien Thalasemia adalah darah yang miskin leukosit (leukoreduksi atau leukodepleted). Darah miskin leukosit tersebut sudah diproses berulang untuk memisahkan leukosit sehingga kadar leukosit menjadi serendah mungkin. Kadar leukosit yang rendah dapat menurunkan risiko reaksi alergi.

Jenis darah lain adalah darah cuci (washed erythrocytes). Darah cuci diindikasikan pada pasien yang mengalami reaksi alergi berulang yang berat. Darah tersebut telah dilarutkan dengan larutan garam fisiologis untuk memisahkan protein-protein penyebab reaksi alergi.  Darah cuci menurunkan jumlah sel darah merah sehingga hemoglobin pasca transfusi  tidak sesuai target.

Sebelum melakukan transfusi selalu dilakukan uji kecocokan darah donor dan penerima. Golongan darah dan Rhesus wajib sesuai dengan penerima.  Darah yang akan didonorkan telah melalui pemeriksaan HIV, Hepatitis B dan sitomegalovirus. Meskipun demikian risiko infeksi akibat transfusi tetap ada.

Rekomendasi pemberian transfusi pada pasien thalasemia apabila nilai hemoglobin di bawah 9 g/dl dengan target mempertahakan hemoglobin 9-10,5 g/dl. Jarak pemberian transfusi sekitar 2-5 minggu tergantung dari berat ringannya penghacuran sel darah merah.

Efek samping transfusi darah adalah:

-          Reaksi penolakan darah donor oleh penerima. Reaksi ini dikenal dengan nama graft versus host disease. Gejala yang muncul adalah demam, ruam, gangguan fungsi hati, diare, sampai kegagalan sumsum tulang.

-          Kelebihan volume darah. Kelebihan volume darah dapat terjadi apabila pemberian transfusi terlalu cepat atau adanya gangguan fungsi jantung sebelumnya sehingga jantung tidak mampu memompa volume darah yang lebih dari biasanya.

-          Infeksi. Meskipun darah donor telah dilakukan pemeriksaan penyakit sebelum diberikan kepada pasien, masih ada kemungkinan tertular penyakit lain yang tidak masuk dalam pemeriksaan rutin seperti parasit, malaria, Yersinia, Herpes, Toxoplasma, Ebstein barr dan penyakit lainnya. (WIN)

Sumber:

Blood transfusion therapy in Thalassemia major. www.ithanet.eu

Share on Facebook


*