Saturday, November 1, 2014

Cetak Cetak

Parenting-Setelah Perpisahan

January 14, 2010 by Anto Lucu · Leave a Comment 

Setelah Perpisahan

Setelah terjadi perpisahan dalam satu keluarga, para orang tua biasanya ingin membuat rencana untuk kehidupan anak-anak mereka selanjutnya. Untuk sebagian orang perencanaan ini bisa dibuat tanpa timbul banyak masalah – kadang-kadang ada saja pasangan orang tua yang tidak bisa saling bersetuju. Mereka memiliki pemikiran yang berbeda tentang apa yang terbaik bagi anak-anak mereka atau terkadang mereka terjebak dalam perasaan marah atau sakit mereka sendiri, sehingga mereka tidak bisa saling bicara tanpa bertengkar.

Terkadang para orangtua begitu khawatir tentang keselamatan perawatan yang diberikan oleh mantan pasangan mereka. Mereka perlu kesempatan untuk mengungkapkan rasa khawatir mereka dan mereka juga perlu membuat pengaturan tentang pengasuhan anak-anak mereka secara tertulis. Bila kedua orang tua tidak dapat saling setuju tentang perencanaan untuk anak-anak mereka maka mereka harus pergi ke Pengadilan agar pengadilan bisa memutuskan soal pengaturan tersebut.

Cara para orangtua menghadapi perpisahan dalam keluarga sangat mempengaruhi cara anak-anak mereka dalam menghadapi kehidupan.  Semakin cepat hal ini bisa ditangani, semakin cepat pula anak-anak dapat kembali bersosialisasi dengan anak-anak lainnya

Bagaimana dengan soal hukum?

Hukum soal pengaturan hak asuh telah berubah beberapa tahun yang lalu. Salah satu perubahan terpenting dalam Hukum Keluarga adalah menguatnya unsur kepentingan anak. Pengadilan akan mengedepankan unsur pentingan si anak daripada kepentingan kedua orangtuanya.

Ada beberapa istilah dan dasar pemikiran yang sekarang berbeda. Misalnya:

  • Kata ‘hak asuh’ dan ‘akses’ tidak digunakan lagi. Keputusan yang dibuat adalah mengenai dimana anak akan tinggal (residensi) dan kapan mereka dapat bertemu dengan/berkunjung ke orangtua mereka (kontak). Terkadang keputusan yang dibuat adalah soal si anak yang mengunjungi anggota keluarga yang lain, seperti kakek-nenek.
  • Hak dan kewajiban orang tua telah berubah. Hak anak untuk tetap berhubungan dengan kedua orangtua. Bukan soal orangtua yang memiliki hak untuk bertemu dengan anak mereka. Para orangtua diharapkan dapat berbagi kewajiban terhadap anak-anak mereka (meskipun anak mereka lebih sering tinggal bersama salah satu dari kedua orangtuanya).

Sesuai hukum, kedua orangtua diharapkan untuk saling bekerjasama. Namun keterlibatan sistem hukum bisa menyebabkan para orangtua merasa sangat tertekan. Keadaan mungkin lebih baik bila para orangtua sudah dapat megnatasi perasaan mereka tentang perpisahan yang mereka hadapi, namun akan lebih sulit bila luka hati mereka masih sangat terasa. Keadaan juga dapat menjadi sangat sulit bila salah satu dari pasangan orangtua tersebut khawatir mantan pasangan mereka tidak dapat mengasuh anak mereka dengan baik, atau mereka khawatir bila mantan pasangan mereka menganiaya anak mereka atau mereka khawatir bila anak mereka akan merasakan kehilangan salah satu dari orangtuanya.

Akan sangat membantu bila Anda dapat bekerja sama membuat suatu perencanaan meliputi semua aspek yang berhubungan dengan anak-anak Anda. Sebaiknya Anda mencatat apa yang menjadi kesepakatan tentang pembagian tanggung jawab terhadap anak-anak Anda. Bila Anda ingin membuat rencana pengasuhan ini mengikat secara hukum, Anda dapat mengajukannya ke Pengadilan keluarga namun banyak juga pasangan orangtua yang lebih suka menyelesaikannya berdua tanpa melibatkan pengadilan.

Yang Anda rasakan saat menghadapi sidang pengadilan

Menghadapi pengadilan bisa menjadi sesuatu yang sangat sulit bagi para orangtua. Proses keseluruhannya bisa menyebabkan para orangtua merasa bingung dan frustrasi dan terkadang menyebabkan terjadinya perpecahan diantara kedua orangtua yang memang sudah berniat untuk berpisah.

Melalui proses pengadilan, hal-hal yang tadinya bersifat pribadi harus dituliskan di atas kertas. Bisa jadi sesuatu yang paling tidak benar diungkapkan tanpa adanya bukti. Para orangtua bisa merasa geram atas hal-hal yang dikatakan atau keputusan yang dibuat di dalam sidang.  Seringkali ada hal-hal yang digambarkan dengan cara yang tidak Anda sukai sehingga Anda terlihat sebagai orangtua yang tidak bertanggung jawab. Sangat penting untuk dapat mengatasi hal-hal seperti ini. Anda harus dapat mengatakan sudut pandang Anda pada hakim tanpa harus menunjukkan rasa kesal atau marah sehingga Anda tidak dapat menyampaikan apa yang Anda maksudkan

Yang bisa dilakukan oleh para orangtua

  • Bersabar. Perlu waktu untuk dapat menyelesaikan persoalan melalui pengadilan. Bila menurut Anda hal ini membuat Anda tertekan, cari jalan untuk membuat diri Anda merasa lebih nyaman. Bicaralah dengan seseorang yang Anda percaya.
  • Ingatlah bahwa mantan pasangan Anda juga merasakan kekesalan yang sama. Ini bisa berarti bahwa mantan Anda akan mengatakan hal-hal yang menyakitkan, atau ‘menggambarkan’ sesuatu yang sangat berbeda dengan apa yang sesungguhnya terjadi menurut pendapat Anda.
  • Pastikan bahwa Anda mempunyai waktu untuk tidak memikirkan soal sidang pengadilan ini sepanjang waktu. Mintalah kawan atau keluarga Anda untuk tidak selalu membicarakan soal ini sepanjang waktu, meskipun mereka hanya mengkhawatirkan diri Anda. Temukan sesuatu yang dapat mengalihkan perhatian Anda walau sejenak.
  • Pastikan bahwa Anda merasa nyaman dengan pengacara Anda, bila Anda memiliki pengacara. Pastikan bahwa pengacara Anda memahami apa yang Anda inginkan. Lagipula, tugas pengacara adalah membela apa yang menjadi hak Anda. Tetaplah fokus pada apa yang dibutuhkan oleh anak-anak Anda
  • Biarkan pengadilan mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi. Anda pergi ke pengadilan karena Anda dan mantan pasangan Anda tidak dapat mencapai kata mufakat dan sekarang hal itu menjadi keputusan hakim. Anda harus menemukan cara untuk memahami apa yang akan menjadi keputusan hakim sehingga Anda dapat melanjutkan hidup Anda.
  • Anda ada dipengadilan untuk menjelaskan apa yang terbaik bagi anak-anak Anda. Pikir baik-baik bila Anda ingin ‘membalas dendam’ pada mantan pasangan Anda. Jangan terpaku pada ‘kemenangan.’ Pendekatan seperti ini bisa menyebabkan semua orang terluka, terutama anak-anak Anda

Yang dirasakan oleh anak-anak Anda

Bagian paling sulit bagi anak-anak adalah bahwa mereka biasanya ingin tetap mencintai dan melihat kedua orangtua mereka (kecuali bila mereka pernah disakiti oleh salah satu dari kedua orangtuanya). Terkadang meskipun mereka pernah dilukai oleh salah satu dari kedua orangtuanya, mereka masih ingin untuk tetap berhubungan. Anak-anak bisa tahu bila kedua orangtua mereka tidak bersetuju atau bertengkar tentang diri mereka. Bila keadaan di antara kedua orangtua begitu buruk, dan mereka melibatkan anak-anak dalam pertengkaran mereka, anak-anaklah yang akan menderita. Terus melibatkan anak-anak seperti ini dapat menjadi penganiayaan secara emosional, yang bisa sangat berbahaya bagi anak-anak.

Orangtua yang terus menerus bertengkar bisa membahayakan bagi anak-anak. Pada saat-saat seperti ini, para orangtua harus berubah hampir menjadi manusia super. Anda harus dapat menempatkan diri Anda pada sisi pasangan Anda. Lagipula yang berpisah adalah Anda dan pasangan Anda, bukan anak-anak Anda.

Yang bisa dilakukan oleh para orangtua

Upaya untuk dapat mengatasi berbagai permasalahan secara bersama-sama tanpa harus melibatkan pengadilan akan sangat berharga. Anak-anak seringkali tidak tahu banyak soal pengadilan dan saat mereka mendengar kata ‘pengadilan’ mereka akan berpikir soal hukuman, ditangkap atau dimasukkan ke penjara. Penting sekali untuk mencegah mereka agar tidak memiliki kekhawatiran seperti ini.

Para orangtua harus membantu anak-anak agar tidak khawatir mengenai proses pengadilan. Bila Anda merasa bingung dan khawatir, anak-anak bisa merasakannya dan kemudian ikut merasa takut atau merasakan ketidakpastian. Anak-anak bisa merasa bahwa mereka harus memilih. Ini bukanlah sesuatu yang adil. Hanya karena Anda dan pasangan Anda tidak dapat saling bersetuju, tidak berartu anak-anak Anda harus merasa bahwa mereka tidak dapat sama-sama mencintai Anda berdua.

Yang patut dicoba

  • Pertimbangkan apakah anak-anak perlu tahu bahwa Anda akan menghadiri sidang pengadilan
  • Bila Anda menceritakannya pada mereka, jelaskan dengan singkat bahwa akan ada seorang hakim yang membantu Anda dan pasangan Anda untuk membuat suatu keputusan. Jangan berikan penjelasan secara rinci. Jangan tunjukkan pada anak-anak Anda kertas-kertas soal pengadilan atau membiarkan kertas-kertas tersebut berserakan sehingga anak-anak bisa melihat atau membacanya. Bila Anda ingin bicara dengan pasangan Anda, jangan bicara soal pengadilan di depan anak-anak.
  • Jangan biarkan orang lain berbicara tentang rincian pengadilan di hadapan anak-anak Anda
  • Meskipun Anda beranggapan pasangan Anda bertindak diluar akal sehat, jangan katakan pada anak-anak Anda. Cari orang lain yang Anda percaya untuk diajak bicara, seorang anggota keluarga atau kawan (yang bisa mendengarkan tanpa ikut terbawa emosi) atau seorang konselor.
  • Bila mantan pasangan Anda berbicara soal pengadilan pada anak-anak Anda, tunjukkan ketidaksetujuan Anda. Bila perlu, minta bantuan pengadilan agar mantan pasangan Anda menghentikan pembicaraan ini.
  • Anak-anak perlu diijinkan untuk melanjutkan hidup mereka tanpa harus dilibatkan dalam masalah orang dewasa. Pastikan kehidupan anak-anak Anda berjalan dengan senormal mungkin. Biarkan mereka tetap bertemu dengan kawan-kawan mereka, berolahraga, mengunjungi anggota keluarga yang lain.

Keputusan pengadilan

Sehubungan dengan tempat tinggal

Ada anak-anak yang tinggal di dua rumah. Misalnya mereka tinggal secara bergantian dengan salah satu orang tua selama seminggu. Agar pengaturan ini bisa berjalan dengan baik para orangtua harus mengesampingkan perasaan mereka karena mereka harus lebih sering berhubungan dan mengetahui perkembangan terbaru dalam kehidupan anak-anak mereka. Anak-anak bisa menikmati pengaturan tempat tinggal di dua rumah seperti ini. Dengan demikian anak-anak bisa mendapat kesempatan untuk dekat dengan kedua orang tua.

Pengaturan tempat tinggal bisa berhasil bila:

  • Anda bisa berkomunikasi dengan mantan pasangan Anda (bila Anda tidak bersetuju, bicarakan tentang hal itu saat anak-anak tidak berada di sana)
  • Anda tidak saling mengkritik di hadapan anak-anak Anda (ini akan membuat anak-anak bingung dan kesal karena mereka merasa tidak setia bila mereka mendengar hal-hal seperti ini)
  • Ada tidak menggunakan anak-anak sebagai pembawa pesan (lebih baik katakan sendiri atau saling berkirim catatan, meskipun hanya mengenai soal-soal kecil)
  • Anda tidak menjelekkan (merendahkan) cara pasangan Anda menegakkan disiplin, atau rutinitas atau cara hidupnya. Bila Anda sama sekali tidak dapat menerimanya bicarakan dengan mantan pasangan Anda atau cari bantuan bila Anda tidak dapat berbicara secara baik-baik. Anak-anak bisa mengatasi perbedaan, tapi mereka tidak dapat mengatasi penghinaan.
  • Anda terlibat dengan kegiatan sekolah, olahraga dan lain-lain yang dilakukan oleh anak Anda.
  • Kedua rumah letaknya tidak terlalu jauh sehingga anak-anak bisa dengan mudah bertemu dengan kawan-kawan dan tidak harus melakukan perjalanan jauh untuk melakukan aktivitas mereka
  • Kedua rumah memang disiapkan untuk tempat tinggal mereka sehingga mereka tidak perlu membawa banyak barang dari satu rumah ke rumah yang lain (Anda harus mengorganisir barang-barangnya)
  • Anda harus tetap ingat bahwa tiap anak berbeda. Ada anak yang dengan mudah tinggal di dua rumah. Anak yang lain bisa merasa bingung dan merasa kesulitan dengan perubahan yang harus dihadapi. Bila anak-anak Anda kelihatannya menghadapi perubahan, bicarakan dengan mantan pasangan Anda dan cari jalan keluar terbaik untuk menyelesaikan masalah ini.

Catatan: Bayi dan anak-anak yang masih kecil biasanya biasanya lebih baik tinggal dengan orangtua yang memiliki hubungan lebih dekat dengan mereka, dan pada awalnya hanya sekali-kali mengunjungi ayah atau ibunya. Anda harus melihat perkembangan bagaimana pengaturan ini mempengaruhi anak Anda. Anak yang masih sangat kecil bahkan bayi sekalipun dapat menunjukkan bila mereka merasa senang dan bila mereka merasa tertekan.

Mengenai ‘kunjungan’

Terkadang anak-anak lebih banyak tinggal bersama salah satu orangtua dan hanya tinggal untuk sementara waktu dengan orangtua yang lainnya, misalnya setiap minggu kedua dan sebagian dari masa liburan. Dengan pengaturan seperti ini, para orangtua dan anak-anak harus terbiasa hanya menghabiskan sedikit waktu satu sama lain. Bersama-sama Anda harus membuat sebuah keluarga yang baru. Hal seperti ini dapat menimbulkan kesulitan terutama bila orangtua ingin melakukan banyak hal dalam waktu yang sempit dan ditambah lagi bila anak-anak yang sudah lebih dewasa ingin berkumpul dengan kawan-kawan mereka dan melakukan berbagai aktivitas tanpa ada orangtua mereka disana.

Untuk beberapa waktu, orangtua yang hanya tinggal bersama anak-anak di akhir minggu akan dianggap sebagai ‘orangtua yang asik’ dimana sebagian besar waktu mereka dihabiskan untuk melakukan ‘hal-hal yang asik’ dan orangtua yang lain menghabiskan banyak waktu untuk ‘menjadi orangtua’ dengan melibatkan disiplin, rutinitas rumahtangga dan rutinitas kehidupan lainnya. Hal seperti ini  dapat menyebabkan antipati.

Pengaturan soal kunjungan dapat berhasil apabila:

  • Anda ingat bahwa anak-anak tinggal bersama Anda, bukan hanya sekadar berkunjung. Ini artinya harus ada rutinitas dan peraturan di rumah.
  • Anak-anak dapat merasa nyaman dan melakukan hal-hal yang menyenangkan. Biasanya pada saat santai anak-anak akan dapat membicarakan apa yang mereka rasakan secara terbuka
  • Anda tetap berhubungan dengan anak-anak saat mereka tidak bersama Anda. Telepon mereka selama satu dua menit dan itu sudah cukup untuk memberitahu bahwa Anda mengingat mereka.
  • Pastikan rumah Anda adalah tempat tinggal yang nyaman bagi anak-anak Anda. Penting harus diingat bahwa mereka harus punya tempat untuk menyimpan barang-barang mereka, dan tempat yang pribadi. Simpan mainan, baju dan lain-lain di rumah Anda sehingga anak-anak tidak perlu membawa koper keman-mana
  • Buatlah tradisi baru untuk keluarga Anda seperti berbagi album foto, memainkan game favorit atau melakukan berbagai aktivitas, dan merayakan saat-saat spesial.
  • Lanjuntkan kegiatan yang sudah mereka jalankan seperti pesta, janji temu dengan dokter gigi-meskipun Anda bukanlah orang yang membuat perjanjian tersebut.
  • Pastikan anak-anak masih memiliki waktu untuk berdua dengan Anda meskipun Anda sudah memiliki pasangan baru. Kehidupan Anda memang berjalan terus namun mereka perlu kepastian bahwa mereka juga berarti bagi Anda.
  • Kenali bila anak-anak Anda tidak dapat menerima pasangan baru Anda dan menolak bila pasangan baru Anda tersebut berada di lingkungan yang sama. Hal ini mungkin akan terlihat dalam perilaku mereka atau mereka mungkin akan mengatakannya pada Anda (atau pada pasangan Anda). Anak-anak seringkali bingung antara ingin membuat Anda bahagia dan ‘rasa nyaman’ bagi diri mereka sendiri. Bila hal ini menjadi masalah yang tidak dapat diselesaikan, Anda harus memikirkan apa yang terbaik bagi anak Anda.
  • Anda harus dapat dengan tenang mengatasi masalah yang timbul bila anak-anak Anda tidak mau tinggal bersama Anda. Tetaplah terlibat dengan kehidupan anak-anak, sebanyak mungkin. Bila anak-anak betul-betul menolaknya, maka hal ini harus diselesaikan. Terkadang anak-anak terjebak di tengah-tengah masalah yang dihadapi oleh kedua orangtuanya dan merasa akan lebih mudah bila mereka berhenti bertemu dengan salah satu dari orangtuanya. Lakukan apapun yang bisa Anda lakukan, meskipun itu hanya sekadar menulis surat atau mengirim kartu. Anak-anak perlu tahu bahwa Anda akan tetap menunggunya disana, meskipun sulit sekali bagi mereka untuk berhadapan dengan Anda pada saat ini.
  • Pastikan bahwa pertemuan terjadi di saat yang sudah ditentukan. Anda harus tepat waktu dan dapat diandalkan kalau tidak anak-anak akan merasa bahwa mereka bukanlah sesuatu yang penting bagi Anda dan mereka akan mulai tidak mempercayai diri Anda.
  • Anak-anak bisa bertemu dengan Anda sesering mungkin, bila Anda memiliki hubungan yang erat. Bagi sebagian anak, sekali dalam dua minggu tidaklah cukup. Mungkin Anda bisa mengatur waktu untuk bertemu atau bicara dengan mereka beberapa kali dalam seminggu. Untuk anak-anak yang masih kecil terkadang sebuah video atau kaset rekaman suara orangtuanya sudah cukup menenangkan, atau sebuah rekaman suara Anda yang sedang membaca buku dapat diputar saat akan berangkat tidur.

Hubungan dengan mantan pasangan

Anda dan mantan pasangan Anda akan tetap menjadi orangtua bagi anak-anak Anda meskipun hubungan Anda berdua sebagai pasangan sudah berakhir. Terkadang melepaskan rasa sakit dan marah dalam sebuah hubungan rumah tangga sangat sulit untuk dapat dilakukan, namun bila kemarahan itu terus ada, anak-anak Anda yang akan merasa tertekan. Bila Anda tidak dapat mengatasinya, cari bantuan…… demi kebaikan anak-anak Anda.

Dalam melanjutkan apa yang menjadi tanggung jawab Anda, akan sangat membantu bila Anda:

  • Menepati janji Anda (bila Anda harus mengubah janji atau sesuatu yang sudah diatur sebelumnya, biarkan mantan pasangan Anda mengetahuinya sedini mungkin)
  • Ingat, bahwa bila Anda memiliki hubungan yang baik dengan mantan pasangan Anda, maka segalanya akan lebih mudah bagi anak-anak Anda (meskipun mantan Anda bersikap tidak masuk akal, Anda tidak perlu berlaku sama)
  • Jangan mencoba untuk menyelesaikan segala sesuatu saat Anda merasa marah, lelah, atau sakit hati.
  • Hormati hak-hak pribadi mantan pasangan Anda (jangan masuk ke dalam rumah mereka tanpa diundang, menelepon pada saat-saat yang tidak pada tempatnya atau mengganggu perayaan khusus mereka)
  • Demi kebaikan anak-anak, cobalah untuk berlaku sopan dan santun pada mantan pasangan Anda meskipun Anda tidak melakukannya dengan sepenuh hati.

PERLU DIINGAT

  • Anda pergi ke pengadilan karena Anda dan mantan pasangan Anda tidak dapat saling bersetuju tentang apa yang terbaik bagi anak-anak Anda dan Anda berdua tidak dapat menyelesaikan perbedaan ini.
  • Pastikan bahwa Anda mendahulukan apa yang menjadi kebutuhan anak-anak Anda
  • Anak-anak perlu merasakan apa yang menjadi keinginan mereka dipikirkan secara serius meskipun orang dewasa yang mengambil keputusannya.
  • Lindungi anak-anak Anda agar tidak tahu terlalu banyak mengenai proses di pengadilan. Mereka harus dibiarkan melanjutkan hidup mereka sendiri tanpa harus mengkhawatirkan hal-hal seperti itu.
  • Bila segala sesuatu berjalan di luar alurnya dan Anda tidak dapat menyelesaikannya kunjungi kembali penasihat, pengacara atau pengadilan.
  • Adalah tugas orangtua untuk menyelesaikan masalah ‘tempat tinggal’ dan ‘kunjungan.’
  • Pastikan bahwa anak-anak tahu bahwa mereka boleh mencintai kedua orangtua mereka, meskipun Anda tidak menyukainya.
  • Perkenalkan pasangan baru anak secara bertahap pada anak-anak Anda.  Penting untuk diingat bahwa pasangan baru Anda tidak perlu terlalu cepat terlibat dalam peran sebagai orangtua.
  • Mengharapkan bahwa anak-anak Anda akan menyukai pasangan baru Anda bisa menyebabkan kekecewaan, baik bagi Anda maupun bagi anak-anak.
  • Asalkan anak-anak tetap dalam keadaan aman, mereka memiliki kebutuhan dan hak untuk tetap berhubungan dengan kedua orangtuanya.

After the Break-up
http://www.parenting.sa.gov.au/pegs/Peg65.pdf

Winni M

Share on Facebook


*