Tuesday, September 16, 2014

Cetak Cetak

Bayi Baru Lahir-Masalah-masalah di Unit Perawatan Intensif Bayi Baru Lahir

January 16, 2010 by Anto Lucu · Leave a Comment 

Masalah-masalah di Unit Perawatan Intensif Bayi Baru Lahir

Semua orang tua berharap bayi mereka sehat,namun kadangkala masalah kesehatan timbul pada bayi baru lahir dan memerlukan perawatan di NICU (neonatal intensive care unit; unit perawatan intensif bayi baru lahir).

Bila bayi Anda masuk NICU maka hampir pasti Anda akan merasa khawatir, namun dokter, suster dan staf lainnya akan melakukan yang terbaik dan memberikan dukungan emosional selama bayi Anda memerlukan perawatan medis.

NICU

Staf di NICU adalah yang terlatih pada perawatan bayi baru lahir dan Peralatan di NICU ditujukan untuk perawatan bayi baru lahir yang memerlukan perawatan khusus.

Bayi yang dikirim ke NICU :

  • Lahir prematur
  • Mengalami kesulitan/masalah selama proses kelahiran
  • Menunjukkan tanda-tanda gangguan kesehatan dalam hari-hari pertama hidupnya

Lama perawatan di NICU tergantung dari berat ringannya gangguan kesehatan yang dialami bayi. Untuk itu sangat baik sekali bila Anda mengetahui beberapa diagnosis yang umum di NICU.

Anemia

Anemia adalah jumlah sel darah merah di bawah normal. Bayi yang anemia dapat mengalami :

  • Henti napas
  • Tekanan darah rendah
  • Frekuensi denyut jantung meningkat
  • Tidur terus-menerus

Pada bayi prematur sel darah merah dalam minggu pertama belum terbentuk dan sel darah merah bayi prematur usianya lebih pendek. Pada bayi cukup bulan oenyakit hemolitik (penghancuran sel darah merah) dapat menyebabkan anemia.

Diagnosis anemia didapat dari tes darah. Pada keadaan ringan, bayi dipantau dengan ketat, pada keadaan berat (bayi <1.000gram) mungkin memerlukan transfusi sel darah merah. Penyebab anemia yang harus dicari dan ditatalaksana.

Saat jumlah sel darah merah sudah stabil dan keadaan yang menyebabkan anemia telah teratasi dan bayi aktif dan tidak memiliki gejala maka dokter dapat mempersilahkan bayi untuk pulang dari NICU dan pemantauan selanjutnya oleh dokter anak.

Apnea (henti napas)

Bayi yang mengalami henti napas 20 detik atu lebih disebut mengalami apnea. Selama periode apnea :

  • Bayi berhenti bernapas
  • Denyut jantung menurun
  • Kulit menjadi pucat, biru atau keunguan karena kekurangan oksigen

Apnea umumnya disebabkan oleh belum matangnya daerah di otak yang mengatur fungsi pernapasan, walaupun suatu penyakit dapat juga menjadi penyebabnya. Bayi yang lahir 30 minggu atau kurang akan mengalami apnea. Apnea ini akan berkurang seiring peningkatan usia.

Untuk mendiagnosis apnea, dokter akan memonitor pernapasan bayi di NICU dan melakukan polisomnogram, menghubungkan bayi dengan monitor dan memantau selama 8-12 jam. Alat akan memberikan informasi mengenai frekuensi jantung, napas dan kadar oksigen dalam darah.

Tatalaksana adalah dengan menstimulasi agar bayi bernapas dengan cara mengusap punggung atau menepuk telapak kaki bayi. Bila apnea muncul lebih sering maka bayi mungkin memerlukan bantuan obat (kafein atau teofilin) dan alat khusus untuk mengalirkan udara lembab ke saluran pernapasan bayi agar tetap terbuka.

Bayi akan tetap berada di NICU sampai bayi tidak mengalami apnea selama 24-48 jam.

Perdarahan Intraventrikular

Perdarahan intraventrikular adalah perdarahan di otak. Pada keadaan yang  berat dapat menyebabkan kejang atau penurunan tekanan darah. Gejala lainnya :

  • Tidak kuat menghisap/menyusu
  • Tangisan melengking
  • Henti napas
  • Denyut jantung kurang dari normal (bradikardia)
  • Anemia

Perdarahan intraventrikular umumnya terjadi pada bayi prematur karena pembuluh darah di otak masih rapuh dan mudah berdarah. Diagnosis dilakukan dengan bantuan USG kepala, dokter dapat menemukan kumpulan darah di otak.

Tidak terdapat tatalaksana khusus untuk perdarahan intraventrikular, jadi bayi dirawat di NICU dan dilakukan pengontrolan tekanan darah bayi. Bayi dipantau intensif dan dilakukan USG serial. Jika perdarahan intraventrikular mengakibatkan hidrosefalus maka dapat dipasang saluran untuk mengalirkan cairan otak (shunt).

Lama perawatan di NICU tergantung kepada beratnya perdarahan yang terjadi. Bayi dengan perdarahan yang berat dapat dirawat minggu-bulan di NICU dan dapat berisiko mengalami cerebral palsy atau kejang nantinya.

Patent Ductus Arteriosus (PDA)

Duktis arteriosus adalah pembuluh darah yang menghubungkan aorta (yang mengalirkan darah dari jantung ke seluruh tubuh) dengan arteri pulmonalis (yang mengalirkan darah dari jantung ke paru-paru). Duktus arteriosus membuat darah memintas/tidak melewati paru-paru selama dalam kandungan.

Saat lahir, duktus arteriosus normalnya tertutup sehingga darah mengelir normal ke seluruh tubuh. Tetapi pada beberpa bayi, terutama bayi prematur, duktus arteriosus tetap terbuka atau paten. Darah dapat mengalir berlebih melalui duktus arteriosus ke pembuluh darah paru-paru sehingga menyebabkan gangguan pernapasan.

Bayi dengan PDA mengalami gangguan pernapasan sebagai salah satu tandanya. Bising jantung dapat mengarahkan dokter kepada PDA yang dikonfirmasi dengan USG jantung.

Dokter dapat memberikan obat yang dapat menutup duktus arteriosus. Jika tidak berhasil atau bayi tidak dapat menggunakan obat tersebut maka bayi akan memerlukan tindakan pembedahan untuk menutup duktus arteriosus tersebut.

Sindrom Gawat Napas (Respiratory Distress Syndrome-RDS)

Salah satu masalah tersering pada bayi prematur adalah kesulitan bernapas dan dari beberapa penyebab yang tersering adalah RDS.

Paru-paru pada bayi prematur belum menghasilkan surfaktan dalam jumlah cukup. Surfaktan berfungsi melapisis bagian dalam paru-paru agar tetap terbuka saat bayi lahir dan bernapas.

Dokter akan mencurigai RDS pada bayi prematur atau cukup bulan bila bayi sulit bernapas dan membutuhkan tambahan oksigen. Rontgen paru-paru akan memastikan diagnosis RDS.

RDS dapat ditatalaksana dengan baik dan bayi dapat melewatinya. Saat kelahiran prematur tidak dapat dicegah maka perempuan hamil dapat diberikan obat-obatan sebelum persalinan untuk mencegah terjadinya RDS. Segera setelah lahir, surfaktan buatan dapat diberikan kepada bayi melalui selang pernapasan.

Bayi prematur yang kekurangan surfaktan dapat membutuhkan alat bantu pernapasan (ventilator). Surfaktan buatan dapat mengurangi durasi pemakaian ventilator.

Retinopathy of Prematurity (ROP)

Organ mata dari bayi prematur sangat rentan terhadap cedera setelah kelahiran. ROP adalah pertumbuhan tidak normal dari pembuluh darah di retina mata bayi. Sekitar 7% bayi dengan berat badan 1.250 gram atau kurang mengalami  kondisi tersebut dan berakibat dari gangguan ringan (butuh kacamata) sampai kebutaan.

Penyebab pasti ROP pada bayi premature masih tidak  diketahui. Sebelumnya dipikirkan kadar oksigen yang terlalu tinggi sebagai penyebabnya, namun penelitian lanjutan menunjukkan kadar oksigen (terlalu rendah atau tinggi) memberikan kontribusi bagi terjadinya ROP.

Pemeriksaan oleh dokter mata anak dilakukan pada bayi premature untuk mendiagnosis ROP. Untuk kerusakan ringan maka dokter melakukan pemantauan berkala. Bila kerusakan berat maka pembedahan dengan laser akan diperlukan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.

(YSK)

Sumber : Common Diagnoses in the NICU

http://www.uofmchildrenshospital.org/kidshealth/article.aspx?artid=20574

Share on Facebook


*