Thursday, April 24, 2014

Cetak Cetak

Bayi Baru Lahir-Sepsis

January 16, 2010 by Anto Lucu · Leave a Comment 

Sepsis

Sepsis adalah infeksi berat yang umumnya disebabkan oleh bakteri, yang bisa berasal dari organ-organ dalam tubuh seperti paru-paru, usus, saluran kemih atau kulit yang menghasilkan toksin/racun yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang organ dan jaringan tubuh sendiri.

Sepsis dapat mengakibatkan komplikasi yang serius mengenai ginjal, paru-paru, otak dan pendengaran bahkan kematian. Sepsis dapat mengenai orang dari usia berapapun, tetapi paling sering pada :

  • Bayi di bawah 3 bulan, sistem kekebalan tubuhnya belum cukup matang untuk melawan infeksi yang berat
  • orang lanjut usia
  • orang dengan penyakit kronik
  • orang dengan gangguan sistem kekebalan tubuh, seperti dengan infeksi HIV

jika bayi Anda (<3 bulan) mengalami demam (>38oC pengukuran melalui anus), terlihat tidak respon, tidak mau makan, kesulitan bernapas atau tampak sakit berat segera hubungi dokter Anda.

Pada anak gejala dapat demam, tidak responsif, rewel, kebingungan, kesulitan bernapas, ruam di kulit, tampak sakit atau mengatakan jantungnya berdebar-debar maka Anda dapat menghubungi dokter Anda.

Sepsis timbul saat infeksi berat menyebabkan respon tubuh normal terhadap infeksi menjadi berlebihan. Bakteri dan racun yang dihasilkan dapat mengakibatkan perubahan suhu, frekuensi jantung dan tekanan darah dan dapat mengakibatkan gangguan organ tubuh.

Tanda dan Gejala

Sepsis pada bayi baru lahir memiliki gejala yang bervariasi. Umumnya bayi terlihat tidak seperti biasanya. Gejala sepsis pada bayi baru lahir :

  • tidak mau minum ASI atau muntah
  • suhu tubuh >38oC diukur melalui anus atau lebih rendah dari normal, suhu tubuh tidak stabil
  • rewel
  • lemas dan tidak responsif
  • tidak aktif bergerak
  • perubahan frekuensi jantung (cepat pada awal sepsis kemudian pelan pada sepsis lanjutan)
  • bernapas sangat cepat atau kesulitan bernapas
  • ada saat bayi henti napas lebih dari 10 detik
  • perubahan warna kulit (pucat atau biru)
  • kuning pada kulit dan mata
  • ruam kemerahan
  • kurang produksi urin

Penyebab Sepsis

Sepsis pada bayi baru lahir hampir selalu disebabkan oleh bakteri, seperti E.coli, Listeria monocytogenes, Neisseria meningitidis, Streptokokus pneumonia, Haemophilus influenza tipe b, Salmonella dan Streptokokus grup B adalah penyebab sepsis pada beyi baru lahir dan bayi < 3 bulan.

Bayi prematur dalam perawatan intensif lebih rentan untuk mengalami sepsis karena sistem kekebalan tubuhnya yang belum terbentuk sempurna dan mereka mendapat perawatan invasif, seperti infus, kateter, selang pernapasan (ventilator). Tempat masuk infus atau kateter dapat menjadi jalan masuk bakteri yang normalnya hidup di permukaan kulit untuk masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan infeksi.

Pada bayi baru lahir, sepsis terjadi bila bakteri masuk ke dalam tubuh bayi dari ibu selama masa kehamilan, persalinan. Beberapa komplikasi selama kehamilan yang meningkatkan risiko sepsis pada bayi baru lahir :

  • demam pada ibu selama persalinan
  • infeksi pada uterus atau plasenta
  • ketuban pecah dini (sebelum usia kehamilan 37 minggu atau 18 jam sebelum dimulainya persalinan)

bakteri seperti streptokokus grup B dapat menginfeksi bayi baru lahir dalam proses persalinan. Sekitar 15-30% perempuan hamil membawa bakteri streptokokus grup B di vagina atau rektum yang dapat ditransmisikan dari ibu ke bayi selama persalinan.

Diagnosis dan tatalaksana Sepsis

Gejala sepsis seringkali tidak khas pada bayi, maka diperlukan bantuan pemeriksaan laboratorium untuk menegakkan atau menyingkirkan diagnosis sepsis :

  • tes darah (termasuk hitung sel darah putih) dan kultur darah untuk menentukan apakah ada bakteri di dalam darah. Tes darah lainnya dapat memeriksa fungsi organ tubuh seperti hati, ginjal
  • urin diambil dengan kateter steril untuk memeriksa urin di bawah mikroskop dan kultur urin untuk mengetahui ada tidaknya bakteri
  • pungsi lumbal (pengambilan cairan otak dari tulang belakang) untuk mengetahui apakah bayi terkenan meningitis
  • rontgen, terutama paru-paru, untuk memastikan ada tidaknya pneumonia
  • jika bayi menggunakan perlengkapan medis di tubuhnya, seperti infuse, kateter , maka cairan dalam perlengkapan medis tersebut akan diperiksa ada tidaknya tanda-tanda infeksi

Bayi yang sepsis atau dicurigai mengalami sepsis akan ditatalaksana di rumah sakit, tempat dokter dapat memantau keadaannya dan memberikan pengobatan untuk melawan infeksi.

Bila bayi didiagnosis sepsis maka dokter dapat memberikan cairan infus, mengarut tekanan darah dan pernapasan dan memberikan antibiotik.

Mencegah Sepsis

Pencegahan sepsis karena streptokokus grup B dari ibu ke bayi selama persalinan dapat dicegah dengan memeriksa ibu pada usia kehamilan antara 35 dan 37 minggu apakah terdapat bakteri tersebut pada jalan lahir.

Imunisasi dan cuci tangan adalah upaya pencegahan infeksi yang dapat mencegah terjadinya sepsis. Orang yang dekat dengan bayi Anda sebaiknya tidak sakit dan telah mendapat vaksinasi sebelumnya. Anak yang memakai perlengkapan medis yang menetap dalam tubuh seperti kateter atau infus harus dipastikan untuk memperhatikan petunjuk dokter untuk membersihkan dan merawat tempat alat medis tersebut masuk ke tubuhnya.

Hubungi dokter

Hubungi dokter Anda jika bayi Anda mengalami :

  • muntah atau kesulitan bernapas atau tidak mau minum
  • suhu >38oC melalui anus pada bayi baru lahir dan bayi muda
  • kesulitan bernapas
  • perubahan warna kulit (pucat atau kebiruan)
  • tidak responsive
  • perubahan suara tangisan bayi atau tangisan yang tidak berhenti
  • bayi menjadi lemas
  • denyut jantung menjadi lebih cepat atau lebih lambat dari biasanya
  • ubun-ubun membonjol
  • penurunan jumlah urin
  • perilaku pada bayi yang membuat Anda khawatir

(YSK)

Sumber : About Sepsis

http://www.uofmchildrenshospital.org/kidshealth/article.aspx?artid=20810

Share on Facebook


*