Wednesday, August 20, 2014

Cetak Cetak

MPASI-Cara Menyimpan Makanan Bayi

January 25, 2007 by Anto Lucu · Leave a Comment 

Cara Menyimpan Makanan Bayi

Untuk mengemat waktu dan tenaga dalam penyiapan makanan bayi, kita bisa memasak dalam jumlah agak banyak. Cara penyimpanannya: setelah dimasak, dinginkan makanan lalu tuang ke dalam blok es (cetakan es batu) lalu bekukan. Setelah beku, keluarkan dari cetakan, lalu masukkan 2-3 potong (sesuaikan untuk 1 porsi) ke dalam kantong plastik ukuran kecil.
Apabila akan disajikan, keluarkan sejumlah sesuai kebutuhan.

  1. Jangan pernah menyimpan sisa makanan dari piring bayi (misalnya sisa makan siang disimpan dan diberikan lagi malamnya). Selalu ambil porsi sedikit saja sesuai kebutuhan perut bayi kita.
  2. Bekas air liur bayi yang menempel di sendok (lalu piring) dapat menjadi asal tumbuh kembangnya bakteri.
  3. Agar tidak mubazir, ambil makanan dalam porsi sedikit. Jika memerlukan tambahan, ambil makanan dari wadahnya menggunakan sendok yang bersih.
  4. Jangan pernah meninggalkan makanan yang belum ataupun sudah dimasak di atas meja dengan suhu ruangan lebih dari 1 jam.
  5. Tempelkan label yang bertuliskan keterangan isi dan tanggal pada kemasan sebelum memasukkannya dalam pembeku. Atur kemasan sedemikian rupa agar yang berada di deretan terdepan/atas adalah kemasan makanan yang paling lama.
  6. Makanan beku harus berada pada temperatur 0 derajat atau kurang dari 0 derajat.
  7. Makanan di dalam freezer memiliki waktu penyimpanan yang bervariasi, dari 1 sampai 3 bulan; namun sebaiknya makanan bayi yang sudah dibekukan digunakan dalam waktu maksimal 1 bulan.
  8. Makanan beku yang sudah dicairkan tidak boleh dibekukan kembali tanpa dimasak terlebih dahulu.
  9. Makanan yang sudah disiapkan dan dimasak harus disimpan di lemari es maksimal 48 jam, setelah itu harus langsung dimakan atau dibekukan atau dibuang.
  10. JANGAN PERNAH MEMBEKUKAN MAKANAN DALAM WADAH KACA

Botol bekas makanan bayi tidak dibuat untuk dibekukan di lemari es.  Wadah yang tidak secara khusus dibuat untuk pembekuan kemungkinan akan retak dan meninggalkan serpihan2 yang teramat sangat kecil, selain itu juga ada kemungkinan botol tersebut bisa pecah secara tiba-tiba.  Walaupun banyak orang tetap menggunakan botol bekas tersebut, kami tidak menyarankan penggunaannya dengan alasan apapun!  Lagipula, anda kan membuat sendiri makanan bayi karena anda ingin bayi anda dengan alasa kesehatan dan agar dia mendapatkan nutrisi terbaik; lalu mengapa anda mengambil resiko dengan membekukan makan di dalam botol tersebut?  Di pasaran banyak terdapat botol kaca yang memang dibuat untuk disimpan di freezer dan wadah-wadah tersebut sama sekali tidak berbahaya.

Cara Mencairkan dan Memanaskan Makanan

Untuk mencairkan makanan secara perlahan, tempatkan (porsi) makanan yang akan dikonsumsi anak Anda hari itu dalam kulkas (bukan bagian pembeku). Makanan akan mencair dalam beberapa jam.

Untuk mencairkan makanan secara cepat, gunakan steamer atau pemanas elektrik atau letakkan makanan beku dalam pinggan tahan panas, rendam pinggan dalam wadah berisi air panas atau dalam panci lalu panaskan dengan api kecil.
Apabila harus menghangatkan makanan menggunakan microwave, perhatikan bahwa panasnya merata sehingga terhindar dari hot pockets (panas di sebagian tempat saja).  Caranya, panaskan makanan lalu aduk-aduk rata, panaskan lagi sebentar. Sebelumnya tes jika Anda menggunakan microwave untuk mencairkan atau memanaskan makanan, pastikan Anda mengaduk rata makanan untuk menghindari hot pockets (bagian tertentu panas sementara bagian lain tidak panas).
Apapun metode memanaskan dan mencairkan makanan yang Anda gunakan, aduklah makanan dengan rata dan cicipi menggunakan jari Anda agar memastikan makanan tersebut tidak terlalu panas untuk anak Anda.
Sebelum mengidangkan makanan, teteskan sedikit makanan pada jari Anda untuk memastikan makanan tidak terlalu panas sehingga tidak membakar lidah dan mulut anak.

Cara Menghindari Bahaya Tersedak Makanan

Kenali makanan yang bisa mengakibatkan anak Anda tersedak, biasanya makanan keras, halus, licin, kenyal, dan bulat penuh. Misalnya: anggur, permen, kacang goreng, buah beri, buah ceri, popcorn, sosis, potongan daging (misalnya sate), buah berbiji, buah atau sayuran mentah dan juga selai kacang.

Perkenalkan jenis-jenis makanan tersebut sesuai usia yang direkomendasikan.
Selalu awasi anak saat makan, untuk menghindari bahaya tersedak saat makan.
Jangan makan dan memberikan makanan di dalam mobil atau kendaraan lain yang sedang bergerak.
Potong makanan sesuai ukuran dan kemampuan anak.
Jika anak sudah memiliki beberapa buah gigi, pastikan makanan yang diberikan lunak dan mudah dikunyah.

Sumber

  1. *Feeding Infants Guide – Nutrition Team @ the USDA – p88
  2. Fast Tips for Safe Food Prep
  3. FDA – Consumer Food Safety
  4. USDA-NAL Food Safety Links – Food Safety Research Information Office
  5. Safely Preparing Homemade Baby Food, http://www.wholesomebabyfood.com/tip27May.htm
  6. Pureeing & Storing Baby Food, http://www.wholesomebabyfood.com/pureestore.htm
  7. Making Your Own Baby Food, http://www.askdrsears.com/html/3/T032300.asp
  8. Parents’ Survival Guide to Transitional Feeding, The Institute of Pediatric Nutrition

(WM/DS/PP)

Share on Facebook


*