Wednesday, September 17, 2014

Cetak Cetak

DPT (Diphteria, Pertusis, Tetanus)

June 23, 2010 by windhi kresnawati · Leave a Comment 

Mengapa imunisasi DPT itu penting?

DPT adalah penyakit serius yang disebabkan oleh bakteri. Diphteri dan Pertusis menular melalui kontak langsung dengan penderita sedangkan tetanus menginfeksi tubuh melalui luka.

DIPHTERI

Ditandai dengan selaput yang meliputi kerongkongan dan tenggorokan, dapat mengakibatkan gangguan pernafasan, kelemahan otot, gagal jantung dan kematian.

TETANUS

Ditandai dengan kekejangan otot di seluruh tubuh, dapat berupa kekakuan otot mulut sehingga tidak dapat membuka mulut ataupun menelan, 2 dari 10 penderita tetanus meninggal dunia.

PERTUSIS

Ditandai dengan batuk hebat yang menyebabkan sulitnya makan, minum, dan bernafas. Dapat berlangsung sampai beberapa minggu (dikenal dengan batuk 100 hari). Dapat menimbulkan komplikasi seperti pneumonia, kejang, kerusakan otak bahkan kematian.

Imunisasi DPT dapat mencegah ketiga penyakit tersebut.

Setiap anak wajib mendapatkan imunisasi DPT sebanyak 5 kali yaitu pada usia:

2 bulan, 4 bulan, 6 bulan, 18 bulan, dan 5 tahun.

Kapan anak tidak boleh diberikan imunisasi DPT?

-          Anak-anak dengan reaksi alergi berat setelah penyuntikan DPT sebelumnya.

-          Anak yang menderita kelainan saraf sekitar 7 hari setelah penyuntikan DPT sebelumnya.

-          Anak dengan KIPI berat setelah DPT sebelumnya seperti : kejang, menangis lebih dari 3 jam, demam diatas 40.5’ C

Untuk dosis selanjutnya anak-anak tersebut dianjurkan untuk diberikan imunisasi DT saja.

Apakah DPT bisa diberikan pada dewasa?

Vaksin ini tidak dianjurkan pada usia 7 tahun ke atas, berikut adalah jenis vaksin untuk dewasa:

-          Tdap : dengan dosis dipteri dan pertusis yang lebih kecil atau

-          Td : tidak untuk pertusis.

Apakah efek samping dari imunisasi DPT?

Reaksi setelah penyuntikan DPT bervariasi dari ringan sampai berat namun tidak seberat jika menderita penyakit tersebut.

KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) ringan (sering)

-          Demam (1 dari 4 anak)

-          Merah dan bengkak di tempat suntikan (1 dari 4 anak)

-          Nyeri dan perih di tempat suntikan (1 dari 4 anak)

-          Rewel (1 dari 3 anak)

-          tidak nafsu makan (1 dari 10 anak)

-          Muntah (1 dari 50 anak)

Gejala dapat menghilang 1-7 hari.

KIPI sedang (Jarang)

-          Kejang  (1 dari 14.000 anak)

-          Menangis lebih dari 3 jam (1 dari 1000 anak)

-          Demam >40.5’C (1 dari 16.000 anak)

KIPI berat (sangat jarang)

-          Reaksi alergi berat, Kerusakan otak yang permanen (1 dari sekian juta anak, sulit untuk dipertimbangkan sebagai efek samping dari vaksin karena kejadiannya yang sangat jarang).

Hubungi dokter anda jika terjadi KIPI sedang – berat. (WK)

Sumber : www.cdc.gov

Share on Facebook


*