Sunday, October 26, 2014

Cetak Cetak

Vaksin Tifoid

June 23, 2010 by windhi kresnawati · Leave a Comment 

Apakah tifoid itu?

Tifoid yang lebih dikenal sebagaidemam tifoid adalah penyakit yang cukup serius disebabkan oleh bakteri Salmonella Typhi.

Tifoid menyebabkan demam tinggi, lemas, nyeri perut, sakit kepala, nafsu makan menurun dan kadang muncul ruam, jika tidak diterapi sepertiga pendertia tifoid meninggal.

Sebagian orang penderita tifoid dapat membawa kuman tanpa menimbulkan gejala sakit (disebut sebagai carrier). Carrier tifoid dapat menularkan penyakit kepada orang lain.

Pada umumnya orang tertular tifoid melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi. Tifoid menyerang sektiar 21 juta orang di duna dan 200.000 diantaranya meninggal dunia.

Vaksin tifoid dapat mencegah penyakit tifoid. Namun lebih penting lagi menjaga kebersihan makanan dan minuman.

Ada dua macam vaksin tifoid: vaksin hidup yang diberikan melalui mulut dan vaksin mati yang diberikan melalui suntikan.

Siapa yang perlu mendapatkan vaksin tifoid?

-          Orang yang ingin berpergian ke daerah endemis tifoid

-          Orang yang bekerja di laboratorium yang berisiko terinfeksi tifoid.

-          Orang yang kontak erat dengan carrier tifoid

Tifoid suntik:

-          Tidak bisa diberikan pada anak di bawah umur 2 tahun

-          Satu dosis sudah dapat memberikan proteksi, sebaiknya diberikan 2 minggu sebelum berpergian ke daerah endemis.

-          Perlu booster setiap 2 tahun untuk orang-orang yang berisiko.

Tifoid oral:

-          Tidak bisa diberikan pada anak dibawah 6 tahun.

-          Diberikan sebanyak 4 dosis berjarak 2 hari, dosis terakhir diberikan setidaknya 1 minggu sebelum berpergian ke tempat endemis.

-          Perlu booster setiap 5 tahun untuk orang-orang yang berisiko

Vaksin tifoid manapun dapat diberikan bersamaan dengan vaksin lainnya.

Siapa yang tidak boleh mendapatkan vaksin ini?

-          Orang yang mengalami reaksi berat setelah mendapatkan vaksin tifoid, tidak boleh diberikan vaksin untuk yang selanjutnya.

-          Pasien dengan penurunan system imun seperti :

  • Penderita HIV
  • Pengguna steroid selama 2 minggu atau lebih
  • Menderita kanker jenis apapun
  • Sedang dalam perawatan kanker seperti radioterapi atau kemoterapi
  • Tifoid oral tidak boleh diberikan dalam kurun waktu 24 jam dengan konsumsi antibiotik.

Apa efek samping dari vaksin ini?

Seperti sediaan obat lainnya, vaksin tifoid berisiko menimbulkan efek samping baik ringan maupun berat, namun risiko ini sangat kecil dibandingkan dengan jika terinfeksi penyakit tifoid.

Efek samping yang pernah dilaporkan:

Vaksin tifoid suntik :

-          Demam

-          Sakit kepala

-          Merah dan bengkak di tempat penyuntikan

Vaksin tifoid oral :

-          Demam

-          Sakit kepala

-          Nyeri perut, mual, muntah dan ruam

Hubungi dokter anda jika ada keluhan yang berat seperti demam tinggi dan gangguan perilaku atau tanda reaksi berat seperti  sesak nafas, mengi, urtikaria, pusing sampai pingsan. (WK)

Sumber : www.cdc.gov

Share on Facebook


*