Saturday, December 20, 2014

Cetak Cetak

Vaksin Cacar Air (Varicella)

June 23, 2010 by windhi kresnawati · 2 Comments 

1. Mengapa perlu dilakukan vaksinasi?

Cacar air (varicella) adalah penyakit yang sering dialami pada masa kanak-kanak. Penyakit ini cukup ringan, tapi bisa berakibat serius, terutama bagi bayi dan orang dewasa.

  • Cacar air bisa menyebabkan ruam, rasa gatal, demam, dan rasa lelah
  • Bisa menyebabkan infeksi kulit yang berat, meninggalkan bekas luka, pneumonia, kerusakan pada otak, atau kematian.
  • Virus cacar air bisa tesebar melalui udara, atau melaui kontak dengan cairan pada lepuhan (pada kulit) yang disebabkan oleh cacar air tersebut.
  • Seseorang yang telah menderita penyakit cacar air bisa mengalami ruam yang menyebabkan rasa nyeri beberapa tahun setelah terkena cacar air.
  • Sebelum vaksin cacar air ini ada, sekitar 11.000 orang di Amerika Serikat dirawat di rumah sakit akibat penyakit ini.

Vaksin cacar air dapat mencegah penyakit cacar air. Kebanyakan dari orang yang telah mendapatkan vaksinasi cacar air, mereka tidak terkena penyakit ini. Walaupun mereka terkena cacar air, biasanya reaksi yang ditimbulkan cukup ringan. Mereka hanya memiliki sedikit lepuh/gelembung cacar air di tubuh, dan sangat kecil kemungkinannya untuk mengalami demam. Waktu pemulihannya juga relatif lebih cepat.

2. Siapa yang harus mendapatkan vaksinansi cacar air dan kapan?

Rutin

Anak-anak yang ebelum pernah terkena cacar air semestinya mendapatkan 2 (dua) dosis vaksin pada tingkat umur di bawah ini:

  • Dosis ke-1 : pada umur 12-15 bulan
  • Dosis ke-2: pada umur 4-6 tahun (bisa diberikan lebih cepat, setidaknya 3 bulan setelah pemberian dosis pertama)

Jika seseorang berumur 13 tahun atau lebih dan belum pernah mengalami cacar air maupun mendapatkan vaksinasi cacar air, maka orang tersebut semestinya mendapatkan dua dosis vaksin, di mana jarak antara pemberian dosis pertama ke dosis ke dua minimal 28 hari.

get two doses at least 28 days apart.

Catch-Up

Siapun yang belum sepenuhnya mendapatkan vaksinasi, dan belum pernah terkena cacar air, harus mendaptkan satu atau dua dosis dari vaksin cacar air. Pengaturan waktu dari dosis ini bergantung pada umur dari orang yang akan mendapatkan vaksinasi. Anda bisa menanyakan hal ini kepada dokter anda. Vaksin cacar air pun bisa diberikan bersamaan dengan vaksin untuk penyakti lain.

Catatan: vaksin “kombinasi” yang disebut MMRV, yang berisi vaksin MMR dan cacar air, bisa diberikan sebagai ‘pengganti’ dari pemberian vaksin tersebut secara terpisah bagi seseorang yang berumur 12 tahun atau kurang.

3. Beberapa orang tidak boleh mendapatkan vaksin cacar air, atau harus menunda

  • Seseorang tidak boleh mendapatkan vaksin cacar air, jika orang tersebut memiliki reaksi alergi yang bisa membahayakan jiwanya pada saat diberikan vaksin cacar air di masa sebelumnya, atau reaksi alergi terhadap gelatin atau antibiotik neomycin.
  • Seseorang yang mengalami penyakit cukup berat pada saat dijadwalkan untuk dilakukan vaksinasi, biasanya mereka diharuskan untuk menunggu hingga sembuh sebelum mendapatkan vaksin cacar air.
  • Wanita hamil harus menunggu untuk mendapatkan vaksinasi cacar air setelah mereka melahirkan. Wanita juga harus menunda kehamilan selama 1 bulan setelah pemberian vaksin cacar air.
  • Seseorang juga perlu berkonsultasi dengan dokternya, untuk mengetahui apakah mereka perlu mendapatkan vaksin cacar air ini, termasuk diantaranya :
    • Orang dengan HIV/AIDS, atau penyakit yang mempengaruhi sistem imunitas tubuh
    • Orang yang sedang menjalani perawatan dengan penggunaan obat yang mempengaruhi sistem imunitas tubuh, seperti steroids,  di mana pengobatan dilakukan dalam kurun waktu 2 minggu atau lebih.
    • Orang yang menderita penyakit kanker.
    • Orang yang sedang menjalani pengobatan untuk penyakti kanker, seperti radiasi atau pemberian obat-obatan..
    • Seseorang yang baru saja mendapatkan tranfusi darah atau pemberian produk darah lainnya harus menayakan kepada dokter mengenai kapan vaksin cacar air dapat diberikan.

4. Apakah resiko dari pemberian vaksin cacar air?

Sebuah vaksin, seperti obat-obatan, dapat memberikan masalah yang serius, seperti reaksi alergi berat. Resiko bahwa vaksin cacar air dapat membahayakn atau menyebabkan kematiam sangatlah kecil. Sebagian besar dari orang yang telah divaksinasi tidak memiliki masalah dengan hal di atas. Biasanya, reaksi kebanyakan muncul pada pemberian dosis pertama, dibandingkan dengan dosis kedua.

Reaksi Ringan

  • Rasa nyeri atau pembengkakan pada saat vaksin disuntikkan (1 dari 5 anak-anak dan 1 dari 3 orang dewasa mengalami ini)
  • Demam (1 dari 10 orang – atau kurang dari itu – mengalami ini)
  • Ruam ringan,  hingga sebulan setelah vaksinasi ( 1 dari 25 orang). Terdapat kemungkinan bahwa orang tersbut menulari anggota keluarga, tapi ini jarang terjadi.

Reaksi Sedang

  • Kejang  demam (sangat jarang terjadi)

Reaksi Berat

  • Pneumonia (sangat jarang)
  • Masalah serius lainnya, termasuk reaksi pada otak dan hitungan darah yang kurang (low blood count), dilaporkan pernah dialami setelah seseorang mengalami vaksinasi cacar air. Kejadian ini sangat jarang terjadi, sehingga para ahli juga tidak dapat menyatakan bahwa reaksi tersebut memang disebabkan oleh vaksin atau bukan. Jika memang benar penyebabnya karena vaksin ini, makan kejadian tersebut sangat ekstrim – jarang terjadi.

Catatan: Pemberian dosis pertama dari vaksin MMRV menyebabkan ruam dan demam yang lebih tinggi  dibandingkan jika seseorang diberikan vaksin MMR dan Varicella secara terpisah. Dilaporkan bahwa ruam dialami sekitar 1 dari 20 orang, dan demam dialami sekitar 1 dari 5 orang yang menerima vaksin MMRV ini. Serangan mendadak akibat demam juga dilaporkan lebih sering dialami seseorang setelah mendapatkan vaksinasi MMRV. Biasanya terjadi 5 hingga 12 hari setelah pemberian dosis pertama.

5. Bagaimana jika terjadi reaksi sedang dan berat setelah divakasinasi?

Apa yang harus saya perhatikan?

Setiap kondisi yang tidak biasa terjadi, seperti demam tinggi, lemas, atau perubahan perilaku. Tanda-tanda dari reaksi alergi yang serius, termasuk di antaranya kesulitan bernafas, serak dan mengi, hives (timbulnya bintik-bintik merah yang menyebabkan rasa gatal), pucat, lemas, detak jantung yang cepat, atau sakit kepala.

Apa yang harus saya lakukan?

  • Hubungi dokter, atau minta tolong orang lain untuk membawa anda ke dokter.
  • Beri tahu dokter anda apa yang telah terjadi, termasuk tanggal, waktu kejadian, dan kapan vaksinasi dilakukan.
  • Tanyakan dokter anda untuk melaporkan reaksi alergi tersebut pada Vaccine Adverse Event Reporting Sytem (VAERS).

Di mana saya bisa mempelajari lebih lanjut?

  • Tanyakan pada provider atau dokter anda. Mereka dapat memberikan informasi mengenai paket vaksin atau sumber informasi lainnya.
  • Hubungi departemen kesehatan di daerah anda.
  • Mencari informasi di situs the Center for Disease Control and Prevention (CDC): www.cdc.gov/vaccines (RK).

Sumber:

-     http://www.immunize.org/vis

Share on Facebook

Comments

2 Responses to “Vaksin Cacar Air (Varicella)”
  1. razedsgn says:

    bnr ga tuh gan klo cacar airny semakin banyak smkn bagus?

  2. xamthoneplus.info says:

    penyakit cact air,semua orang juga pernah merasakan gimna sakitnya,
    makasihnya atas infonya sehingga saya bisa tau


CAPTCHA Image
*