Wednesday, April 23, 2014

Cetak Cetak

Vaksin HPV (Gardasil dan Cevarix)

June 23, 2010 by windhi kresnawati · 2 Comments 

Apakah HPV itu?

Human Papilloma Virus genital adalah virus yang paling sering menular secara seksual di Amerika Serikat. Lebih dari setengah pria dan wanita yang aktif secara seksual terinfeksi oleh HPV.

Sekitar 20 juta orang Amerika saat ini terinfeksi dan sekitar 6 juta terinfeksi tiap tahunnya. HPV biasanya menyebar secara kontak seksual

Sebagian besar infeksi HPV tidak menimbulkan gejala dan sembuh sendiri. Akan tetapi HPV dapat menyebabkan kanker serviks pada wanita. Kanker serviksa adalah kanker no 2 penyebab kematian pada wanita di seluruh dunia. Di Amerika Serikat, sekitar 10 ribu wanita terkena kanker serviks setiap tahunnya dan 4 ribu diantaranya kemungkinan meninggal dunia karena kanker serviks ini.

HPV juga berhubungan dengan beberapa kanker yang lebih jarang, seperti kanker vagina dan vulva pada wanita dan kanker tipe lainnya pada pria dan wanita. HPV juga dapat menyebabkan kutil pada genital dan tenggorokan.

Tidak ada obat yang bisa menyembuhkan infeksi HPV, tetapi beberapa akibat dari infeksi tersebut bisa diobati.

Kenapa Harus Divaksin?

Vaksin HPV penting karena bisa mencegah sebagian besar kanker serviks pada wanita, jika diberikan sebelum seseorang terekspos dengan virus tersebut.

Proteksi dari vaksin HPV diharapkan jangka panjang. Akan tetapi vaksinasi bukanlah pengganti dari skrining kanker serviks. Wanita tetap harus melakukan tes Pap secara regular.

Vaksin yang anda peroleh adalah satu dari dua vaksin yang bisa diberikan untuk mencegah infeksi HPV. Vaksin ini (Gardasil) dapat diberikan baik kepada pria maupun wanita. Selain untuk mencegah kanker serviks, vaksin ini juga dapat mencegah kanker vagina dan vulva pada wanita dan kutil genital pada pria dan wanita.

Vaksin yang lain (Cevarix) hanya bisa diberikan pada wanita dan hanya untuk pencegahan kanker serviks.

Siapa yang Harus Divaksin? Kapan?

Wanita: vaksinasi rutin

Vaksin HPV direkomendasikan untuk wanita usia 11-12 tahun. Sudah bisa diberikan sejak usia 9 tahun. Kenapa pada usia ini? Sangat penting bagi wanita untuk mendapatkan vaksin HPV sebelum mereka aktif secara seksual karena mereka belum terekspos terhadap HPV. Jika wanita sudah pernah terekspos dengan HPV, maka vaksinnya tidak akan bekerja dengan baik atau tidak akan bekerja sama sekali.

Wanita: catch up

Vaksin ini juga direkomendasikan bagi wanita usia 13-26 tahun yang belum pernah memperoleh ketiga dosis tersebut sebelumnya.

Pria

Pria usia 9-26 tahun bisa mendapat vaksin HPV untuk mencegah kutil genital. Seperti halnya pada wanita, sebaiknya diberikan sebelum kontak seksual aktif.

Vaksin HPV diberikan 3 dosis. Dosis kedua diberikan dengan jarak 1-2 bulan setelah dosis pertama. Dosis ketiga diberikan setelah 6 bulan dari dosis pertama. Vaksin HPV juga bisa diberikan bersamaan dengan vaksin lain.

Kapan Tidak Boleh Diberikan atau Ditunda?

  • Riwayat reaksi alergi berat yang mengancam jiwa dengan komponen vaksin HPV atau dosis vaksin HPV sebelumnya.
  • Vaksin HPV tidak direkomendasikan untuk wanita hamil. Meskipun demikian jika vaksin HPV diberikan saat hamil, kehamilan tidak harus dihentikan. Wanita yang sedang menyusui juga boleh mendapat vaksin HPV.
  • Orang yang sakit ringan boleh mendapat vaksin HPV. Akan tetapi, orang yang sakit berat harus menunda sampai kondisinya membaik.

Apa Resiko Vaksin HPV?

Vaksin ini telah digunakan di Amerika Serikat dan di seluruh dunia selama bertahun-tahun dan cukup aman. Akan tetapi, setiap obat selalu ada resiko untuk menimbulkan reaksi alergi berat. Meskipun demikian resiko vaksin untuk menimbulkan masalah serius atau kematian adalah sangat kecil.

Reaksi alergi yang mengancam jiwa akibat vaksinasi amat sangat jarang. Jika timbul, biasanya dalam beberapa menit sampai beberapa jam kemudian.

Vaksin HPV dapat menimbulkan beberapa masalah yang tidak berlangsung lama dan hilang dengan sendirinya:

  • Reaksi lokal di tempat suntikan: nyeri (8 dari 10 orang) dan kemerahan atau pembengkakan (1 dari 4 orang)
  • Demam ringan (1 dari 10 orang) dan demam sedang (1 dari 65 orang)
  • Masalah lainnya: sakit kepala (1 dari 3 orang), pingsan (dapat timbul dengan vaksin apapun). Sebaiknya duduk atau berbaring selama 15 menit setelah vaksinasi.

Meskipun demikian, vaksin HPV ini akan terus dimonitor untuk reaksi yang tidak biasa atau masalah berat.

Bagaimana Jika Terjadi Reaksi Berat?

Yang harus diperhatikan

Reaksi alergi yang cukup serius termasuk ruam yang menimbulkan pembengkakan tangan dan kaki, muka atau bibir dan kesulitan bernapas

Yang harus dilakukan

  • Hubungi dokter atau bawa ke dokter secepatnya
  • Beritahu dokter mengenai kejadiannya, waktu kejadiannya dan vaksinasi yang diberikan sebelumnya
  • Minta kepada dokter untuk melaporkan reaksi yang timbul kepada satgas imunisasi. (YOGA)

Sumber : www.cdc.gov

Share on Facebook

Comments

2 Responses to “Vaksin HPV (Gardasil dan Cevarix)”
  1. rey says:

    dear docs…

    klo wanita yg udah menikah dan berumur lebih dari 26 tahun apakah masih perliu vaksin HPV?
    efektif gak yah?
    thax

  2. nn.zewa says:

    jika ada bintik apakah say terkena penyakit HPV ?? dan saya pun mulai putus asa


*