Wednesday, April 23, 2014

Cetak Cetak

Menyusui vs Susu Formula

August 9, 2010 by windhi kresnawati · Leave a Comment 

Menyusui : Keuntungan

Menyusui merupakan pengalaman indah bagi ibu dan bayi. Selain menyediakan makanan ideal bagi bayi, menyusui memberi pengalaman ikatan cinta yang istimewa yang tak ternilai bagi ibu.

Berikut adalah beberapa dari sekian banyak manfaat menyusui:

Melawan infeksi. Antibodi yang diturunkan dari seorang ibu menyusui kepada bayinya dapat membantu menurunkan kemungkinan terjadinya berbagai kondisi, termasuk:

• infeksi telinga

• diare

• infeksi pernafasan

• meningitis

Faktor lain membantu melindungi bayi ASI dari infeksi, yaitu kontribusi terhadap sistem kekebalan tubuh bayi dengan meningkatkan perlawanan terhadap infeksi dan mengurangi pertumbuhan organisme seperti bakteri dan virus.

Menyusui sangat bermanfaat untuk bayi prematur dan juga dapat melindungi anak-anak terhadap:

• alergi

• asma

• diabetes

• obesitas

• sindrom kematian bayi mendadak (SIDS)

Kelompok bayi ASI menderita lebih sedikit infeksi dan memiliki kemungkinan yang lebih rendah untuk perlu dirawat di RS sakit dibandingkan kelompok bayi susu formula.

Gizi dan kemudahan pencernaan. ASI sering disebut makanan yang “sempurna”untuk sistem pencernaan bayi manusia. Komponen ASI – laktosa, protein (whey dan kasein), dan lemak – mudah dicerna oleh bayi baru lahir yang sistem pencernaannya belum “matang”.

Kelompok bayi ASI lebih jarang mengalami kesulitan pencernaan dibandingkan dengan kelompok bayi susu formula. ASI cenderung lebih mudah dicerna sehingga bayi ASI memiliki lebih sedikit kejadian diare atau konstipasi/sembelit.

Secara alami, ASI juga mengandung banyak vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh bayi baru lahir. Seorang ibu sehat tidak membutuhkan vitamin tambahan atau suplemen gizi, kecuali vitamin D. ASI mengandung vitamin D, dan vitamin D diproduksi oleh tubuh saat kulit terkena sinar matahari. Namun, paparan sinar matahari meningkatkan resiko kerusakan kulit, jadi orangtua disarankan untuk mengurangi paparan tersebut. Sebagai gantinya, AAP merekomendasikan agar semua bayi ASI mulai menerima suplemen vitamin D selama 2 bulan pertama dan berlanjut sampai bayi cukup usia untuk mengkonsumsi susu formula atau susu segar yang diperkaya vitamin D (setelah usia 1 tahun).

US Food and Drug Administration (Lembaga Administrasi Makanan dan Obat Amerika Serikat, FDA) mengatur produsen susu formula untuk memastikan bahwa mereka menyediakan semua nutrisi penting yang diketahui (termasuk vitamin D) dalam susu formula mereka. Produsen cukup baik dalam usahanya menduplikasi bahan dalam ASI – yang semakin lama semakin mirip – tetapi tidak pernah menyamai kombinasi dan komposisi yang tepat. Mengapa? Karena beberapa zat ASI yang lebih kompleks terlalu sulit untuk diproduksi dan beberapa belum berhasil diidentifikasi.

Gratis. ASI tidak membutuhkan biaya, sedangkan harga susu formula dengan cepat mengalami kenaikan. Dan karena bayi ASI memperoleh kekebalan dan antibodi melalui ASI yang diberikan oleh ibu mereka, bayi ASI lebih jarang sakit dibandingkan bayi susu formula. Sebagai contoh, para peneliti telah menemukan bahwa bayi yang mendapat ASI eksklusif mengalami lebih sedikit episode infeksi telinga. Itu berarti mereka lebih sedikit mengunjungi dokter, yang berarti lebih sedikit uang yang perlu dikeluarkan untuk membayar biaya konsultasi dan membeli obat resep serta obat bebas.

Demikian juga, ibu menyusui lebih jarang mengambil cuti untuk merawat bayi mereka yang sakit.

Rasa yang berbeda-beda. Seorang ibu menyusui biasanya akan membutuhkan tambahan 500 kalori per hari, yang berarti bahwa ia harus makan berbagai makanan seimbang. Ini berarti bayi diperkenalkan pada berbagai rasa melalui ASI, yang berbeda rasanya tergantung pada apa yang ibu makan.

Kenyamanan. Berbeda dengan susu formula, ASI selalu segar dan tersedia. Ibu menyusui tidak perlu menghangatkan botol di tengah malam. ASI juga memudahkan ibu  menyusui agar tetap aktif – termasuk pergi keluar rumah – dengan bayi mereka karena tahu bahwa mereka akan selalu memiliki persediaan “makanan” setiap kali si kecil lapar.

Mencegah obesitas. Beberapa studi menemukan bahwa menyusui dapat membantu mencegah obesitas.

Bayi yang lebih pintar. Beberapa studi menunjukkan bahwa anak yang semasa bayi mendapatkan ASI eksklusif memiliki IQ sedikit lebih tinggi daripada yang diberi susu formula.

Kontak kulit-ke-kulit. Banyak ibu menyusui benar-benar merasakan ikatan begitu dekat dengan bayi mereka. Dan kontak kulit-ke-kulit dapat meningkatkan hubungan emosional antara ibu dan bayi.

Bermanfaat bagi ibu juga. Kemampuan menyusui dapat membantu seorang ibu baru untuk merasa percaya diri bahwa ia mampu merawat bayinya. Menyusui juga membakar kalori dan membantu mengecilkan rahim, jadi ibu menyusui mungkin dapat kembali ke bentuk badan dan berat badan sebelum hamil dengan lebih cepat. Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa menyusui membantu menurunkan risiko kanker payudara, tekanan darah tinggi, diabetes, dan penyakit jantung dan pembuluh arah, serta membantu mengurangi resiko kanker rahim dan ovarium. Dalam satu studi jangka panjang dari National Institutes of Health Women’s Health Initiative, ibu yang menyusui selama setidaknya 7 hingga 12 bulan setelah melahirkan memiliki resiko penyakit jantung dan pembuluh darah yang lebih rendah.

Menyusui : Tantangan

Meskipun ASI merupakan sumber nutrisi terbaik untuk bayi, ada beberapa kekhawatiran yang dirasakan banyak ibu baru. Beberapa ibu merasa bahwa menyusui adalah hal mudah, beberapa menganggapnya cukup menantang. Kadang-kadang, baik ibu dan bayi  membutuhkan banyak kesabaran dan ketekunan untuk membiasakan diri dengan rutinitas menyusui. Namun semua upaya ini sangat layak dalam jangka panjang – baik untuk ibu dan bayinya.

Kekhawatiran umum ibu baru, terutama selama beberapa minggu pertama dan bulan, biasanya termasuk:

Kenyamanan pribadi. Awalnya, karena membutuhkan keahlian baru, banyak ibu merasa tidak nyaman dengan menyusui. Tetapi dengan edukasi, dukungan, dan praktek yang memadai, kebanyakan ibu dapat mengatasi hal ini. Intinya adalah bahwa menyusui tidaklah menyakitkan.

Latch-on. Rasa sakit adalah normal pada minggu pertama sampai 10 hari, dan akan berlangsung kurang dari satu menit setiap menyusui. Tetapi bila ibu merasakan sakit selama menyusui, atau jika puting dan/atau payudara terluka, adalah ide yang baik untuk mencari bantuan dari seorang konsultan laktasi atau dokter. Seringkali, ini menandakan teknik menyusui yang belum tepat, tetapi kadang-kadang rasa sakit dapat berarti bahwa terjadi sesuatu yang lain, seperti infeksi.

Waktu dan frekuensi menyusui. Menyusui memang memerlukan komitmen waktu yang  substansial dari ibu. Tetapi, demikian pula dengan banyak hal dalam pengasuhan/pendidikan anak. Beberapa wanita mungkin khawatir bahwa menyusui akan menyulitkan mereka untuk bekerja, menjalankan tugas, atau melakukan perjalanan karena jadwal menyusui atau perlu memompa ASI di siang hari.

Selain itu, bayi ASI perlu ”makan” lebih sering daripada bayi susu formula, karena ASI lebih cepat dicerna dari susu formula. Ini berarti ibu mungkin akan menemukan dirinya harus menyusui setiap 2 atau 3 jam (mungkin lebih, mungkin kurang) dalam beberapa minggu pertama.

Hal ini mungkin melelahkan, tetapi setelah menyusui menjadi hal rutin (biasanya dalam waktu sekitar sebulan), anggota keluarga yang lain dapat membantu dengan memberikan  ASI perah apabila ibu perlu istirahat atau kembali bekerja di luar rumah. Dan tak lama kemudian, bayi akan makin jarang menyusu dan dapat tidur sepanjang malam (biasanya sekitar 3 bulan). Juga, dengan sedikit pengaturan dan manajemen waktu, akan lebih mudah untuk membuat jadwal menyusui dan/atau memompa ASI.

Diet. Wanita yang sedang menyusui harus berhati-hati menjaga apa yang mereka makan dan minum, karena apa yang ibu makan dan minum dapat diberikan kepada bayi melalui ASI. Sama seperti saat hamil, ibu menyusui harus menghindari ikan yang tinggi merkuri, dan membatasi konsumsi ikan rendah merkuri. Jika seorang wanita mengkonsumsi alkohol, sejumlah kecil dapat dikonsumsi oleh bayi melalui ASI. Ia baru dapat menyusui minimal 2 jam setelah minum alkohol untuk menghindari alkohol dikonsumsi oleh bayi. Asupan kafein harus dibatasi  tidak lebih dari 300 miligram (sekitar 1-3 cangkir kopi biasa) per hari untuk ibu menyusui  karena dapat menyebabkan masalah seperti kegelisahan dan lekas terganggu pada beberapa bayi. Beberapa bayi yang cukup sensitif terhadap kafein dapat mengalami masalah bahkan dengan jumlah asupan kafein yang sangat kecil.

Kondisi kesehatan ibu, obat-obatan, dan operasi payudara. Kondisi medis seperti HIV atau AIDS atau mereka yang sedang dalam perawatan kemoterapi atau perawatan dengan obat tertentu membuat menyusui tidak disarankan. Ibu harus berkonsultasi pada dokter atau konsultan laktasi jika dia yakin bahwa dia dapat menyusui  dengan kondisi tertentu. Ibu harus selalu bertanya kepada dokter tentang keamanan mengkonsumsi obat-obatan saat menyusui, termasuk obat bebas dan herbal.

Ibu yang pernah menjalani operasi payudara (pengangkatan separuh atau seluruh kelenjar payudara) mungkin mengalami kesulitan dengan pasokan ASI jika saluran ASI  telah terputus. Dalam situasi ini, ibu dapat berbicara dengan dokter dan dibantu oleh spesialis laktasi.

Pemberian Susu Formula : Keuntungan

ASI dianggap sebagai nutrisi pilihan terbaik untuk bayi oleh kebanyakan organisasi kesehatan, tapi bisa saja tidak berlaku untuk setiap ibu. Susu formula disiapkan sebagai  alternatif yang memiliki nutrisi semirip mungkin dengan ASI, dan bahkan mengandung beberapa vitamin dan gizi yang perlu didapatkan bayi ASI bayi dari suplemen.

Diproduksi dalam kondisi steril, susu formula diupayakan menduplikasi ASI  menggunakan kombinasi yang kompleks dari protein, gula, lemak, dan vitamin yang akan hampir mustahil untuk dibuat di rumah. Jadi, jika Anda tidak dapat menyusui bayi Anda, penting bahwa Anda hanya menggunakan susu formula buatan produsen tertentu, dan bukan susu buatan Anda sendiri.

Selain masalah medis yang tidak memungkinkan seorang ibu untuk menyusui, bagi beberapa wanita, menyusui mungkin terlalu menyulitkan atau membuat stres.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa ibu memilih untuk memberi susu formula:

Kenyamanan. Orang tua (atau pengasuh lain) dapat memberi bayi susu botol setiap saat (meskipun ini berlaku juga bagi ibu yang memerah ASInya). Ini memungkinkan ibu untuk berbagi tugas memberi ”makan” dan membantu pasangannya untuk merasa lebih terlibat.

Fleksibilitas. Setelah susu botol dibuat, ibu dapat meninggalkan bayinya dengan pasangan atau pengasuh dan tahu bahwa pekerjaan memberi ”makan” si kecil telah dilakukan. Tidak perlu memompa atau mengatur jadwal kerja, kewajiban lainnya dan kegiatan seputar jadwal makan bayi. Dan ibu-susu-formula tidak perlu mencari tempat pribadi untuk memberikan susu di tempat umum. Namun, jika Ibu pergi keluar dengan bayi, ia akan perlu membawa perlengkapan untuk membuat susu botol.

Waktu dan frekuensi menyusui. Karena susu formula dicerna lebih lambat daripada ASI, bayi susu formula biasanya ”makan” lebih jarang daripada bayi ASI.

Diet. Wanita yang memilih untuk memberi susu formula tidak perlu khawatir tentang hal-hal yang mereka makan atau minum yang dapat mempengaruhi bayi mereka.

Pemberian Susu Formula : Tantangan

Seperti menyusui, ada beberapa tantangan yang perlu dipertimbangkan ketika memutuskan pemberian susu formula.

Pengaturan dan persiapan. Harus diperhatikan persediaan susu formula di rumah dan persiapan botol susu yang diperlukan. Susu formula bubuk harus disiapkan dengan air matang. Susu formula cair yang dapat dituang langsung ke dalam botol tanpa dicampur air cenderung mahal harganya.

Botol dan dot harus disterilkan sebelum digunakan pertama kali dan kemudian dicuci setelah selesai digunakan (ini juga berlaku bagi wanita yang menyusui bayi mereka dengan ASI perah). Botol dan dot dapat menularkan bakteri jika mereka tidak dibersihkan dengan sempurna, demikian juga jika susu formula jika tidak disimpan dalam tempat yang steril.

Susu formula yang sudah dikeluarkan dari lemari es lebih dari 1 jam dan yang tidak  dihabiskan bayi harus dibuang. Dan susu formula yang sudah disiapkan dalam botol hanya dapat disimpan di lemari es selama tidak lebih dari lagi 24 sampai 48 jam (periksa label informasi pada susu formula untuk informasi selengkapnya).

Beberapa orang tua memanaskan botol sebelum diberikan kepada bayi, meskipun hal ini sering tidak diperlukan. Microwave tidak boleh digunakan untuk menghangatkan botol  karena dapat menciptakan zat yang berbahaya.

Untuk memanaskan, lebih baik taruh botol di bawah aliran air hangat selama beberapa menit jika bayi lebih menyukai susu hangat ketimbang yang dingin. Atau botol bayi dapat diletakkan dalam panci berisi air panas (jauhkan dari kompor), lakukan pengujian suhu dengan meneteskan satu – dua tetes susu formula di bagian dalam pergelangan tangan.

Kurangnya antibodi. Tak satu pun dari antibodi penting yang ditemukan dalam ASI dapat ditemukan dalam susu formula, yang berarti bahwa susu formula tidak memberi bayi tambahan perlindungan terhadap infeksi dan penyakit, seperti halnya ASI.

Mahal. Susu formula bisa menjadi beban – yang paling murah adalah susu bubuk, diikuti susu concentrated, dan susu formula cair adalah yang paling mahal.  Dan susu formula khusus (yaitu kedelai dan hypoallergenic) membutuhkan biaya lebih – kadang-kadang jauh lebih tinggi dari harga susu formula biasa. Di Amerika Serikat, selama tahun pertama kehidupan bayi, biaya susu formula biasa dapat berkisar sekitar $ 1.500.

Kemungkinan produksi gas dan sembelit. Bayi susu formula mungkin akan memiliki lebih banyak gas dan pergerakan usus yang lebih keras daripada bayi ASI.

Tidak bisa menyamai kompleksitas ASI. Susu formula belum berhasil menduplikasi kompleksitas ASI, yang isi kandungannya berubah sesuai dengan dan mengikuti perubahan kebutuhan bayi.

Apa pun yang Anda pilih, pastikan untuk berbicara dengan dokter Anda tentang pilihan yang tersedia untuk membantu Anda membuat keputusan yang terbaik bagi Anda dan bayi Anda <DWR>.

Diulas oleh: Larissa Hirsch, MD

Sumber: www.kidshealth.com

Share on Facebook


*